Menu

Rahasia Desain Mungil Surface Book

Rahasia Desain Mungil Surface Book

Barangkali laptop Surface Book adalah pengumuman paling menarik dari Microsoft dari event Windows 10-nya. Ini adalah sebuah piranti yang sangat banyak mendapat pujian dalam berbagai tinjauan, meski orang tak suka harganya.

Meski banyak tinjauan mengulas pengalaman umum dengan piranti ini, baik pada moda laptop maupun moda tablet, ada satu pengalaman praktis dengan Surface Book yang tidak boleh Anda lewatkan, karena menjelaskan beberapa rahasia desain Surface Book ini.  

Microsoft menjelaskan panjang lebar tentang beberapa fitur Surface Book, dengan menekankan pada kinerja masifnya saat dibandingkan dengan rivalnya yang paling terkenal, MacBook Pro 13,3 inchi. AnandTech  menggali lebih dalam, membongkar beberapa detail menarik tentang desain laptop ini dan komponen-komponen dalamnya, termasuk GPU terpisah yang dapat mendongkrak kinerja laptop ini hingga ke level-level yang sangat mengesankan.  

Bagi pemula, kartu GPU yang tidak disebut-sebut oleh Microsoft di panggung adalah sebuah variasi dari GPU NVIDIA berbasis GM108 yang memiliki spesifikasi yang mirip sekali dengan GeForce GT940M. GM108 pada Surface Book memiliki inti-inti 384 CUDA tetapi dengan hanya 1GB memori, bukan 2 GB, pada GDDR5 RAM. Microsoft mengorbankan “kapasitas memori demi kinerja GPU yang lebih baik melalui tambahan bandwidth memori,” tulis AnandTech.  

Yang juga impresif adalah penempatan GPU di keyboard dock  Surface Book, karena TDP (thermal design power) GPU harus berada di bawah 30 Watts. GPU-nya sendiri terhubung dengan tablet melalui jalur-jalur PCIe pada posrt Surface Connect di antara Clipboard dan bagian bawah piranti ini. 

Peningkatan kinerja yang dihasilkan dari penggunaan GPU terpisah ini sangat besar, dan indicator-indikator pertama menunjukkan bahwa Surface Book akan menyingkirkan semua pesaingnya dalam hal kinerja umum. Surface Book lebih cepat dari Surface Pro 4. 

Ada juga prosesor Intel Core i5 atau i7 yang bersarang di belakang layar, sebanding kinerjanya dengan Ultrabook. Dengan desain yang cerdas, prosesor 15 Watt Core dalam casis 7,7 mm juga cukup impresif.  

Aspek rasio layar yang 3:2 menjadikan Surface Book tampak leih tinggi dibandingkan laptop lain yang ada di pasaran, yang barangkali lebih mendukung produktifitas. Engsel putar berfungsi untuk mencegah munculnya masalah keseimbangan di saat piranti ini digunakan pada moda laptop.  

Uniknya, desain engselnya tidak memungkinkan Anda menutup sempurna laptop ini. Karena tombol-tombol pada keyboard tidak menyentuh layar, Microsoft memberi ruang lebih untuk 1,6mm key travel pada bagian bawah yang sangat tipis.  

Terakhir, dengan GPU terpisah, Microsoft bisa mendongkrak kekuatan batereinya. “Tambahan kapasitas 52 Wh pada basis menyamai kekuatan kebanyakan Ultrabook lainnya. Dipadukan dengan 18 Wh pada Clipboard, Surface Book memiliki kapasitas 70 Wh yang mengagumkan,” pungkas AnandTech.•••

back to top