Menu

Google Peringatkan Sejumlah Jurnalis tentang Serangan Email oleh Peretas

Google Peringatkan Sejumlah Jurnalis tentang Serangan Email oleh Peretas

Sekali lagi, muncul laporan-laporan yang mengatakan bahwa jurnalis-jurnalis dari berbagai penerbitan sudah mulai menerima peringatan dari Google bahwa peretas-peretas yang disponsori oleh negara sedang berusaha mencuri password Gmail mereka untuk mendapatkan akses kea kun-akun email mereka.

Google mengirimkan peringatan-peringatan itu secara luas “karena kehati-hatian yang besar”, demikian menurut laporan satu publikasi media, tetapi peringatan-peringatan itu tidak serta merta berarti bahwa akun-akun yang bersangkutan sudah kebobolan.

Menurut laporan Politico, orang-orang yang menerima peringatan tersebut antara lain adalah Jonathan Chait dari majalah New York , Julia Ioffe dari The Atlantic, Brian Stelter dar iCNN, dan Paul Krugman dari Times.

Bagi Ioffe ancaman itu sepertinya bukan hal baru. "Dulu maupun sekarang, serangan pembobolan yang disponsori negara semacam itu selalu saja terjadi”, tulisnya seraya memposting satu salinan peringatan itu bersama dengan cuitan Twitter-nya.

"Beberapa di antara jurnalis yang mendapatkan peringatan mengatakan mereka curiga bahwa peretas-peretas itu adalah orang-orang Rusia yang berusaha mendapatkan email-email ‘bermasalah’ yang bisa mereka bocorkan untuk mempermalukan jurnalis-jurnalis, baik dengan mengungkap tuduhan bias liberal maupun dengan mengekspos dapur jurnalisme DC," demikian laporan Politico.

Pendiri Vox Ezra Klein dan kepala biro Washington Garance Franke-Ruta juga menerima email-email pembobolan semacam itu. Sebagian mengatakan bahwa mereka sudah menerimanya seama berminggu-minggu. Sebagian percaya bahwa potensi serangan-serangan semacam itu berkaitan dengan politik AS.

Google, Yahoo dan Microsoft mulai mengeluarkan peringatan-peringatan bertahun-tahun yang lalu. Pada bulan Juni 2012, di Security Blog-nya Google menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah untuk memperingatkan para pengguna tentang serangan-serangan yang disponsori oleh negara, dan memposting satu versi dari peringatan semacam itu. Dalam postingan tersebut, Eric Grosse, wakil presiden bidang rekayasa keamanan di Google, menulis bahwa tanpa merinci lebih jauh algoritma-algoritma perusahaan itu tahu kapan suatu peretasan "sangat jelas menunjukkan keterlibatan negara atau kelompok-kelompok yang disponsori oleh negara”.

Google tidak memberikan tanggapan apapun tentang peringatan-peringatan Gmail ini.

Belakangan ini peringatan yang disponsori negara dari provider-provider email sudah menjadi sesuatu yang sangat lumrah. Pada September 2016, Yahoo mengirimkan sebuah pesan email kepada para pengguna Yahoo yang menyatakan bahwa satu "salinan informasi akun pengguna tertentu telah dicuri dari jaringan perusahaan itu di akhir tahun 2014. Email tersebut melaporkan “sebuah serangan yang disponsori oleh negara” di mana sedikitnya data-data akun milik 500 juta pengguna telah dicuri dari jaringannya.•••

back to top

More News