Menu

Chan Zuckerberg Initiative Akuisisi Mesin Pencari Ilmiah Milik Meta

Chan Zuckerberg Initiative Akuisisi Mesin Pencari Ilmiah Milik Meta

September tahun lalu, CEO Facebook dan istrinya Dr. Priscilla Chan berjanji akan membelanjakan USD3 milyar dari modal besar Chan Zuckerberg Initiative (CZI) untuk jangka waktu 10 tahun ke depan.

Sejalan dengan tujuan besarnya untuk mengobati, mencegah, atau menatalaksanakan semua penyakit pada akhir abad ini. Agar bisa lebih dekat dengan tujuan itu, menyusul kemudian CZI mengumumkan bahwa pihaknya akan mengakuisisi Meta, sebuah mesin pencari makalah riset berbasis-AI, dan akan menggratiskan layanan itu untuk semua orang.

Platform-pencari milik Meta ini menggunakan kecerdasan mesin untuk menganalisis jumlah dan kualitas kutipan-kutipan di jurnal-jurnal medis dan makalah-makalah riset, dan kemudian memilih dan memilahnya menjadi grafik pengetahuan terbesar dari jenisnya sendiri. Hasil-hasil pencarian selanjutnya diranking berdasarkan urutan mana yang lebih penting, mirip dengan cara pencarian Google News memberikan ranking yang lebih tinggi kepada sumber-sumber yang sering diacu/dikutip, dan dengan demikian memudahkan pengguna untuk mencari dan menemukan riset yang paling otoritatif atau yang paling relevan di antara ribuan makalah-makalah riset yang dipublikasikan setiap hari.

Selain tentu saja membantu mahasiswa dan ilmuwan dengan menghemat begitu banyak waktu untuk mencari di antara begitu banya artikel yang ada di PubMed, Meta juga bisa membantu organisasi-organisasi memutuskan ke mana akan mengarahkan anggaran-anggaran riset mereka dengan mengidentifikasi trend-trend yang sedang berkembang di bidang-bidang kajian tertentu atau menemukan penulis-penulis yang sudah pernah menunjukkan karya-karya yang menjanjikan.

Seperti ditulis TechCruch, Chan Zuckerberg Initiative tidak membeberkan berapa dana yang digunakannya untuk membeli startup yang berbasis di Toronto itu, tetapi begitu akuisisi itu selesai, Meta akan menambahkan beberapa perluasan dan pengembangan lagi pada platform itu sebelum meluncurkan dan menggratiskannya bagi semua pengguna dalam beberapa bulan ke depan. “Ke depan, niat kami memang bukan untuk meraup keuntungan dari kemampuan-kemampuan dan data-data (yang bisa dihasilkan oleh) Meta," kata CEO Meta, Sam Molyneux, dalam sebuah pernyataan, “kami justru bermaksud memastikan bahwa data-data itu sampai ke orang atau pihak yang paling membutuhkan, lintas sektor dan secepat mungkin, demi kebaikan dunia”.•••

back to top

More News