Menu

Amazon dan Google Berlomba Hadirkan Kecerdasan Buatan ke Aplikasi

Amazon dan Google Berlomba Hadirkan Kecerdasan Buatan ke Aplikasi

Dalam sebuah sebuah perlombaaan untuk mempeluas jaringan-jaringan pengembangnya masing-masing, Amazon dan Google telah merilis perangkat-perangkat layanan-mandiri terpisah untuk membantu para investor menciptakan aplikasi-aplikasi berdasarkan pembelajaran mesin yang pada akhirnya akan memudahkan brand-brand untuk bekerja dengan menggunakan teknologi itu.

Amazon sudah menyediakan tiga dari perangkat-perangkat AI-nya bagi para pengembang di dalam kelompok Web Services-nya, menandai kali pertama perusahaan itu mengijinkan inventor-inventor dari luar untuk membangun aplikasi-aplikasi dan layanan-layanan berdasarkan teknologinya ini.

Mengembangkan dan memasukkan kemampuan-kemampuan AI ke dalam aplikasi-aplikasi mensyaratkan adanya akses ke sejumlah besar data dan keahlian dalam pembelajaran mesin dan jejaring neural. Algoritma mendalam dan algoritma pembelajaran-mesin mensyaratkan adanya akses ke pengenal tuturan otomatis (automatic speech recognition), klasifikasi dan pemahaman bahasa-alami untuk mengumpulkan dan melatih jaringan-jaringan itu untuk mengenali frase-frase, infleksi-infleksi tuturan, berbagai objek, serta kata-kata kunci.

Kelompok Amazon AI ini menampilkan tiga layanan: Amazon Lex, Amazon Polly, dan Amazon Rekognition. Lex, teknologi yang menggerakkan Amazon Alexa, memungkinkan pengembang manapun untuk membangun pengalaman-pengalaman percakapan untuk Web, mobile dan piranti-piranti berkoneksi lainnya. Capital One, OhioHealth, HubSpot dan Twillo telah menggunakan Amazon Lex untuk membangun chatbot-chatbot untuk perusahaan mereka masing-masing.  

The Washington Post dan GoAnimate menggunakan Amazon Polly untuk mengubah teks menjadi percakapan. Memungkinkan aplikasi-aplikasi mereka masing-masing berbicara dengan suara-suara yang mirip suara di dunia nyata dalam berbagai bahasa.

Perangkat ketiga, Rekognition – yang sudah diterapkan ke dalam aplikasi-aplikasi oleh Redfin, dan SmugMug – memungkinkan para pengguna aplikasi untuk memilih dan memilah gambar-gambar. Aplikasi ini menggunakan gambar berbasis pembelajaran mendalam dan pengenalan wajah.

Google juga sudah meluncurkan perangkat-perangkat mandiri, sambil berusaha keras untuk meyakinkan para pengembang untuk mengadopsi teknologi yang memungkinkan mereka untuk menciptakan bot-bot untuk Google Assistant melalui Actions di Google, yang akan dirilis perusahaan itu awal bulan ini juga. Venture Beat melaporkan pada bulan Oktober lalu bahwa sebuah software development kit (SDK) yang menghadirkan Google Assistant ke piranti-piranti yang bukan buatan Google akan diluncurkan tahun depan.

Selain itu, ada juga G Suite, satu set perangkat-perang produktifitas berbasis-Web yang semula dikenal dengan sebutan Google Apps.

Penawaran baru yang diumumkan oleh Google App Maker pekan ini diluncurkan sebagai bagian dari G Suite for Business. Ini adalah sebuah platform berbasis-browser yang mendorong kemampuan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi bisnis internal tanpa perlu menulis program. Platform ini bertujuan untuk menawarkan sebuah itegrasi yang mudah dengan Gmail, Drive dan Docs, juga kemampuan-kemampuan pembelajaran mesin, tetapi dengan skala yang tidak sebesar Amazon AI.

Google App Maker menawarkan, kepada para pengembang, perangkat-perangkat untuk membuat aplikasi-aplikasi yang Google katakan dapat membuat proses-proses sehari-hari menjadi lebih sederhana dan lebih mudah dikelola melalui cloud tanpa perlu mengkhawatirkan server, perencanaan kapasitas, dan keamanan infrastruktur.•••

back to top

More News