Menu

Uber Harus Penuhi Tenggat Waktu untuk Lengkapi Aplikasi Taksi Online-nya

Uber Harus Penuhi Tenggat Waktu untuk Lengkapi Aplikasi Taksi Online-nya

Pihak pemerintah New Delhi telah memberi batas pada Uber hingga akhir Februari 2015 untuk mengungkap detail-detail pendukung dari aplikasi taksi online-nya jika ingin lanjut beroperasi di kota tersebut.

Uber sebenarnya telah dilarang di Delhi sejak Desember 2014 lalu, menyusul salah satu pengemudinya dituduh memerkosa seorang penumpang wanita. Bulan Januari, perusahaan itu mengajukan aplikasi pendukung bagi armada taksinya, agar diberi lagi peluang untuk melanjutkan operasinya. Namun, aplikasi itu hingga kini masih belum secara resmi diterima.

Dalam sebuah surat yang dilayangkan kepada Uber, departemen transportasi negara itu memberi Uber  “kesempatan terakhir” untuk menyerahkan detail-detail tambahan dalam kurun satu minggu. Detail yang diminta dilengkapi termasuk pengaturan call center dan bukti bahwa perusahaan Amerika itu memiliki kantor di New Delhi.

Seorang petugas pemerintahan bahkan berkata bahwa aplikasi itu akan ditolak jika tidak mematuhi tenggang waktu yang diberikan. “Kami tak bisa membiarkan aplikasi itu terus menggantung,” terangnya.

Pihak Uber kini tengah mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada aplikasinya selama periode waktu yang diberikan oleh pemerintah. Juru bicara Uber menolak membeberkan detail lebih jauh. Peraturan yang ditetapkan oleh departemen transportasi Delhi mengharuskan perusahaan yang mengoperasikan aplikasi taksi untuk memasang tombol darurat di mobil mereka. Selain itu, perangkat pelacak juga disyaratkan ada agar keselamatan penumpang terjamin.

Uber telah memperkenalkan metode keselamatan yang diperlukan dalam dua bulan terakhir ini. Pesaing Uber yang merupakan perusahaan lokal yang didukung SoftBank, Ola, telah memberikan detail tambahan yang diminta oleh departemen transportasi.•••

back to top

More News