Menu

Aplikasi Facebook Android di Negara Berkembang

Aplikasi Facebook Android di Negara Berkembang

Pihak Facebook ingin membawa pengalaman ber-internet kepada lebih banyak orang di dunia, dan tentu saja Facebook juga berharap dapat membawa layanannya untuk dapat dinikmati ke seluruh dunia.

Jejaring sosial raksana ini memperbarui aplikasi Android mereka sehingga dapat berfungsi dengan baik pada semua perangkat dan dalam semua kondisi jaringan. Hal ini juga sejalan dengan proyek Internet.org, yang bertujuan untuk membawa konektivitas internet di manapun.

Sebagai bagian dari pembaruan ini, tim insinyur Facebook benar-benar pergi ke Afrika untuk menguji dan melakukan percobaan sesuai kondisi aktual yang ada di negara-negara berkembang. Lab inovasi Facebook, dalam kemitraannya dengan Ericsson, benar-benar memfasilitasi pihak pengembang dengan laboratorium yang sesuai dengan kondisi di negara-negara berkembang di mana mereka menguji dan mengembangkan aplikasi mereka.

Alex Sourov, manajer teknik yang bekerja pada proyek ini, mengatakan dalam sebuah posting pada blog-nya bahwa tim-nya pertama-tama telah membeli berbagai handset Android. Proses pengujian terbukti cukup menantang karena "sebentar-bentar koneksi terkendala low-bandwidth dan kurangnya ruang memori pada perangkat mengakibatkan beban yang menyebabkan aplikasi berjalan lambat dan mengalami crash secara konstan", tulisnya. Tim pengembang bahkan tak sengaja ‘membakar’ data plan mereka dalam 40 menit pengujian pertamanya.

Tapi pada akhirnya, tim Sourov berhasil membuat beberapa perbaikan pada aplikasi tersebut, berupa:

  • Berkurangnya waktu loading saat membuka News Feed sebesar 50 persen.
  • Beralih ke WebP untuk mengkompresi gambar dan transmisi yang dapat menghasilkan 25 sampai 30 persen tabungan data bila dibandingkan dengan JPG dan 80 persen bila dibandingkan dengan PNG.
  • Membuat perubahan pada resolusi gambar dan hasil tangkapan gambar; sesuai dengan peralihannya ke bentuk WebP, sehingga dapat mengurangi konsumsi pemakaian hingga setengahnya.
  • Membuat penyesuaian pada jaringan untuk mengurangi potensi gagal loading untuk gambar dan News Feed yang digabungkan dengan perbaikan konsumsi data sehingga menghasilkan penurunan potensi gagal loading sebesar 90 persen.
  • Dengan memanfaatkan kemampuan Google Play Strore untuk meng-upload beberapa file paket aplikasi Android (APK), menunjukkan bahwa setiap perangkat akan mendapatkan versi aplikasi dengan fitur yang mendukung, ukuran aplikasinya sendiri mengalami penurunan sebesar 65 persen.

Sourov juga menulis bahwa tim-nya telah membuat penelitian dan temuan yang tersedia untuk Messenger dan aplikasi Instagram dalam membantu dan mengoptimalkan kinerja mereka khususnya untuk kondisi seperti di negara berkembang.•••

back to top