Menu

Ujicoba LTE-U Verizon Targetkan Tutup Seluruh Deadspot pada 2016

Ujicoba LTE-U Verizon Targetkan Tutup Seluruh Deadspot pada 2016

Verizon akan segera memulai serangkaian ujicoba LTE-U di AS guna menguji seberapa jauh penggunaan spektrum 4G tak berlisensi bisa mengisi lubang-lubang pada jaringan LTE tradisionalnya.

Proyek perintis yang diharapkan akan berjalan hingga akhir tahun ini akan menggunakan femtocell-femtocell LTE-U keluaran SamsungThe pilot, expected to run until the end of the year, will use Samsung LTE-U femtocells—yang masing-masing akan menggembungkan layanan LTE yang bisa diakses oleh smartphone dan dengan demikian menjadi jembatan tambahan bagi jaringan resmi Verizon.

LTE-U adalah salah satu dari pendekatan yang oleh  berbagai carrier dan pabrikan piranti jejaringan diharapkan dapat digunakan untuk memasok kebutuhan yang muncul dari semakin banyaknya piranti-piranti nirkabel yang dijual di pasaran.  

Eksis bersama-sama dengan teknologi-teknologi yang sudah lebih dulu ada seperti WiFi pada gelombang 5GHz, LTE-U tidak membutuhkan lisensi frekuensi mahal apapun yang kelewat menguntungkan pemerintah ketika menjual spektrum 4G. Tetapi, LTE-Untuk juga membutuhkan sedikit kerja tambahan untuk memastikan agar begitu banyak pihak yang menggunakan jaringan nirkabel itu tidak saling bertabrakan.  

Femtocell-femtocell Samsung yang digunakan dalam ujicoba ini mendukung 2x2 Multi-input Multi-output (MIMO) pada band-band spektrum berlisensi maupun non-lisensi guna menambah daya jangkau dan luasnya jangkuan.  Meski belum diketahui wilayah mana saja yang akan dikenai ujicoba ini dan modifikasi apa yang perlu dilakukan pada piranti mobile, diharapkan cara ini akan lebih menghemat biaya dan menutup titik-titik mati (deadspot) jaringan. 

Jika ujicoba ini berhasil memuaskan, Verizon berencana menerapkannya secara komersial mulai 2016 mendatang.••• 

back to top