Menu

YouTube Segera Saingi Netflix

YouTube Segera Saingi Netflix

Meski banyak diskusi seputar video online tampaknya berpusat pada Netflix, tak mudah melupakan betapa luarbiasanya pengaruh YouTube sebagai gudangnya video online. Tahun lalu, misalnya properti milik Google ini menjadi website ketiga yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. 

Toh, seolah YouTube tak mampu lepas dari belenggu. Meski pendapatan dari YouTube kini berkisar di level USD 4 milyar per tahun, jumlah itu nyaris tak cukup untuk sekedar balik modal. Salah satu masalah monetisasi yang sudah lama menggerogoti YouTube adalah bahwa banyak konsumennya yang menonton video-video YouTube dari dalam Facebook atau dari dalam website-website lainnya.

Pendeknya, tak banyak orang yang langsung masuk ke YouTube.com sebagai titik awal untuk mulai menonton video. Lagipula, YouTube tak mampu menahan penontonnya untuk berlama-lama menonton. Pendeknya, website ini ingin situsnya lebih menguntungkan dan selengket mungkin dengan penontonnya.   

Untuk itu, YouTube sudah menggunakan beberapa teknologi baru untuk menggarap ulang kinerja websitenya.  

Maka, pada 2012, perusahaan itu membuat InnerTube, sebuah proyek yang akan menangani segala hal, mulai dari pengembangan platform hingga algoritma pembelajaran mesin. Perubahan infrastruktur pada code dasar YouTube membuat para pengembang lebih leluasa untuk memasukkan perubahan-perubahan ke situs dengan kecepatan klip yang lebih tinggi, sesuatu yang terbukti berguna ketika perubahan-perubahan baru pada situs itu tidak bekerja dengan baik dan harus diganti dengan cepat, sementara perubahan algoritma mampu memperbaiki mesin rekomendasi YouTube.

Jadi tak salah kalau dikatakan bahwa YouTube siap menggeser dominasi Netflix tak lama lagi.•••

back to top