Menu

Ternyata Google Lakukan Banyak Kejahatan?

Ternyata Google Lakukan Banyak Kejahatan?

Federal Trade Commission di negeri Paman Sam sana, secara tak sengaja mengirimkan kepada The Wall Street Journal satu salinan laporannya. Isinya tentang tuduhan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Google sebagai mesin pencari paling dominan di dunia.

Laporan itu berisi tuduhan-tuduhan yang benar-benar mengejutkan.

Yang terbesar adalah tuduhan bahwa Google mencuri konten dari perusahaan-perusahaan internet saingannya, seperti Amazon, Yelp, dan TripAdvisor dan kemudian mengancam akan menggusur mereka dari hasil-hasil pencarin jika mereka terus melancarkan complain tentang hal itu.

Secara spesifik WSJ mengakatakan bahwa laporan itu mendapati Google “secara ilegal mengambil konten dari website-website pesaingnya seperti Yelp, TripAdvisor Inc. dan Amazon.com Inc. untuk memperbaiki website-websitenya sendiri”, termasuk sebuah contoh seperti “Google menjiplak ranking-ranking penjualan milik Amazon untuk meranking item-itemnya sendiri”.  

Tetapi, semua perusahaan yang terlibat itu kecut nyali begitu Google mengancam akan menggusur mereka dari daftar pencarian. Dan bukan hal yang sulit untuk memahami alasannya: ingat ketika Google menghukum Rap Genius ketika mencoba mempermainkn sistem SEO-nya? Trafik website itu terjun dari sekitar 1,5 juta pengguna unik per harinya menjadi hanya sekitar 250 ribu pengguna per heri hanya dalam waktu beberapa hari saja.

Ini adalah jenis perilaku yang jika Comcast-lah yang melakukannya maka kita semua akan menuntut para regulator antitrust untuk membubarkan perusahaan itu.

Jika tuduhan-tuduhan terhadap Google itu benar adanya, maka perusahaan itu sudah bertahun-tahun melakukan pemaksaan dan pemerasan terhadap pesaing-pesaingnya dan telah menyalahgunkan kekuasaannya untuk melanggengkan cengkeramannya atas pasar pencarian online.

Google selalu berargumen bahwa itu bukan monopoli karena melibatkan kompetisi. Sebagian orang juga berpendapat demikian dan karenanya serta merta meninggalkan Google sebagai penyedia layanan pencariannya dan beralih ke Firefox dan Yahoo, meski di sisi lain mengakui bahwa mereka sudah lama menyukai layanan-layanan Google, tetapi di saat yang sama mereka tidak ingin mendukung sebuah perusahaan yang berpikir ok-ok saja mencuri dari pihak-pihak lain dan mengancam mereka ketika mereka memprotesnya.•••

back to top