Menu

Penelitian: Membaca di Tablet Dapat Merusak Daya Ingat

Penelitian: Membaca di Tablet Dapat Merusak Daya Ingat

 

 

 

Serangkaian penelitian terbaru menemukan bahwa pelajar-pelajar yang membaca bahan pelajarannya di Kindle mengingat lebih sedikit dibandingkan mereka yang membaca buku cetak.

Salah satu penelitian membagi siswa menjadi 2 kelompok dan meminta mereka membaca sebuah cerpen sepanjang 28 halaman. Kelompok e-reader terbukti lebih sulit mengingat alur cerita dibandingkan dengan mereka yang membaca cerpen itu di kertas cetak.

“Pembaca Kindle jauh lebih buruk dalam menyelesaikan tugas merekonstruksi alur cerita, yaitu ketika mereka diminta untuk menempatkan 14 peristiwa dalam urutan yang benar,” kata peneliti Anne Mangen dalam laporannya. “Umpanbalik yang bersifat heptik (bergantung pada sentuhan) dan taktil pada Kindle tidak memberikan dukungan yang sama bagi rekonstruksi mental atas sebuah cerita seperti yang diberikan oleh buku saku biasa.”

Ternyata, salah satu aspek penting dari memori atau ingatan adalah lokasi. Baik secara anecdotal maupun dalam penelitian-penelitian yang sudah pernah dipublikasikan, orang melaporkan bahwa ketika diminta menentukam tempat sepotong informasi tertulis tertentu, orang seringkali mengingat-ingat di mana teks itu muncul,” jelas Scientific American. “Kita bisa mengingat kembali bahwa kita melewati sebuah rumah peternakan bercat merah di dekat ujung jalan setapak sebelum kita mulai mendaki bukit melewati hutan; dengan cara serupa, kita mengingat bahwa kita embaca tentang Mr. Darcy yang membentak-bentak Elizabeth Bennett, misalnya, di sebelah kiri bagian bawah halaman pada salah satu bab awal.”

Bahkan, penelitian-penelitian psikologis telah menemukan bahwa pembaca mengingat beberapa fakta berdasarkan pada lokasi sebuah teks di dalam sebuah buku. Meskipun berbagai macam indera dapat memicu suatu kenangan atau ingatan, tetapi sejarah menunjukkan bahwa orang yang memiliki ingatan-ingatan yang mengagumkan mengandalkan pada lokasi.  

Metode lokasi, yang digunakan oleh Elit World Memory Championships, meliputi langkah-langkah berupa membangun lokasi-lokasi imajiner dan menempatkan obyek-obyek yang merepresentasikan fakta-fakta di daerah-daerah lokasi-buatan yang beebeda-beda. Misalnya, untuk mengingat nama Penn Teller, mungkin saya akan mengingat-kembali sebuah jalan yang sering saya lalu, dengan menempatkan sebuah pena di dekat trotoar dan sebuah cash register di dekat lampu merah.

Teknik memori yang sudah berusia ratusan tahun ini konon berasal dari seorang bangsa Yunani kuno bernama Simonidoes dari Ceos, yang mengingat korban-korban sebuah bangunan yang runtuh dengan cara mengingat di mana mereka duduk. “Segala sesuatu yang dapat dibayangkan, menurutnya, dapat diterakan ke dalam memori seseorang, dan tetap terjaga tatanannya dengan baik, hanya dengan cara mengkaitkan memori spasial seseorang dalam tindakan mengingat,” demikian dijelaskan oleh kampiun ingatan Joshua Foer.•••

 

 

 

back to top