Menu

Cara Center Parcs Europe N.V. Menjaring Tamu dengan Efektif

Cara Center Parcs Europe N.V. Menjaring Tamu dengan Efektif

Dengan strategi yang tepat, penggelaran aplikasi predictive analytic dapat membantu upaya pemasaran lebih efektif dan lebih efisien.

Adalah Center Parcs Europe yang merasakan benar aplikasi ini terbukti efektif meningkatkan tingkat hunian vacation village yang dikelolanya, tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang tinggi.

Perusahaan yang mengelola 16 lokasi short-stay vacation village di Belanda, Belgia, Jerman dan Perancis ini sebelumnya melakukan upaya pemasaran dengan prinsip ”pukul rata”.

Dua kali dalam setahun, perusahaan itu membanjiri benua Eropa dengan 5 juta brosur. Strategi itu cukup berhasil, tetapi efek sampingnya juga tidak kecil. “Kami sangat terbebani oleh biaya pengiriman dan cetak brosur,” keluh Richard Verhoeff, direktur teknologi dan e-business, Center Parcs Europe N.V.

Center Parcs Europe menarik lebih dari 3 juta tamu dalam setahunnya dan menyumbang pendapatn lebih dari 600 juta dolar. 10.000 unit pondokan yang disewakannya memiliki tingkat okupansi sekitar 90 persen. Meski angka-angkanya sangat mengesankan, Verhoeff yakin bahwa dengan strategi kampanye pemasaran lebih terarah, selain biayanya lebih rendah, tingkat huniannya bisa didongkrak lebih tinggi lagi.

Center Parcs pun membangun rencana untuk meninggalkan strategi pemasaran yang mengandalkan bulk mailings. Sebagai gantinya, menggelar upaya pemasaran yang lebih ramping. Namun, agar upaya ini efektif, perusahaan harus memilah-milah kastamernya, sehingga mereka menerima brosur yang tepat pada saat yang tepat.

Verhoeff memberikan contoh, kastamer Center Parcs cenderung loyal terhadap negara asalnya, dan kurang begitu menyukai menempuh perjalanan jauh dengan berkendara. Kastamer keluarga lebih memilih tempat menginap yang menyediakan tempat aktivitas bagi anak-anak mereka. Sementara kalangan kastamer lanjut usia lebih menyukai tempat yang lebih sunyi. Dan, waktu kiriman brosur pun harus sesuai dengan masa-masa dimana orang biasa mempersiapkan liburannya, tidak terlalu awal dan tidak terlalu cepat.

Menurut Verhoeff, membuat kriteria-kriteria seperti ini maupun lusinan kriteria lainnya bukanlah hal yang sulit. Masalahnya, ia tidak memiliki cara untuk mengolah berbagai kriteria itu dan mendapatkan peringkat yang bisa memperlihatkan brosur mana dikirim ke kastamer mana, serta kapan saat tepat untuk mengirimnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Verhoeff pun melirik PredictiveMarketing, sebuah aplikasi predictive analytics buatan SPSS Inc. Aplikasi buatan vendor peranti lunak yang bermarkas di Chicago ini memanfaatkan database kastamer Center Parc untuk memeringkat prospek berdasarkan kemungkinan respon prospek itu terhadap kampanye pemasaran tertentu.

Kini, ketika Center Parcs ingin memromosikan sebuah lokasi melalui kiriman brosur, aplikasi predictive analytic itu akan menyajikan daftar prospek sesuai peringkat kemungkinan responnya. Hasilnya terbilang dramatis. Di Jerman saja, jumlah brosur yang dikirimkan Center Parcs turun dari 2 juta menjadi 450 ribu brosur saja. Namun itu dibarengi dengan meningkatnya tingkat hunian sebesar 10 persen.••• aa

back to top