Menu

Lonjakan Penggunaan e-Resep di AS, Dipicu Tunjangan Dana untuk Dokter

Lonjakan Penggunaan e-Resep di AS, Dipicu Tunjangan Dana untuk Dokter

 

 

 

Apakah dokter Anda telah menggunakan notepad kecil elektronik untuk menulis resep? Kantor Koordinator Nasional IT untuk Kesehatan di Amerika, telah mencatat peningkatan penggunaan resep elektronik (e-resep) yang diajukan oleh dokter sejak tahun 2008.

Pada akhir April, 70 persen dari dokter mengatakan bahwa mereka menggunakan fungsi umum e-resep, dalam perangkat lunak catatan kesehatan elektronik (Electronic Health Record_EHR), untuk mengirim resep ke apotik. Resep pad, telepon, dan mesin faks telah menjadi sarana dominan menulis resep untuk di era modern ini.

Awalnya hanya 4 persen dari resep baru dan isi ulang yang diajukan secara elektronik pada tahun 2008. Pada tahun 2013, jumlah itu meningkat menjadi 57 persen.

Sebuah studi khusus dilakukan dalam program Medicare Improvements for Patients and Providers Act (MIPPA), yang mulai berlaku pada bulan Desember 2008. Tujuannya untuk mendongkrak penggunaan e-resep, dengan cara  menyediakan insentif (tujuangan dana) yang diberikan kepada dokter-dokter yang mau menggunakan e-resep. Nah, inilah yang kemudian menjadi alasan melonjaknya penggunaan e-resep pada tahun 2013. Sebelum adanya MIPPA, hanya 7 persen dari dokter Amerika menggunakan e-resep.

Selain itu ada program HITECH Act yang juga coba 'dimainkan'. Program ini sendiri merupakan bundel antara pemberian tunjuangan dana dan juga sangsi hukum kepada lembaga medis dan rumah sakit. Tujuannya agar sistem catatan kesehatan elektronik (EHR) terinstall dalam jejaring lembaga medis dan rumah sakit, jika 'membangkang' maka mereka akan menghadapi sangsi hukum. Dengan terinstalnya EHR berarti e-resep juga masuk dan akan digunakan dalam jejaring tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa insentif (tunjangan dana) dapat mendorong adopsi dan penggunaan teknologi informasi kesehatan, seperti e-resep dan piranti lunak kesehatan lainnya. Bagaimana di Asia, khusunya di Indonesia?•••

 

 

 

back to top