Menu

DocSpera, Aplikasi Penyelamat yang Hemat

DocSpera, Aplikasi Penyelamat yang Hemat

Inilah sebuah panggilan telepon yang dapat membuat orang seperti ‘tersetrum’: “Ibu mengalami stroke dan dilarikan ke rumah sakit terdekat”. Seorang perawat melakukan EKG dan tes diagnostik lainnya kemudian mengkontak dokter ahli jantung ibumu.

Sayangnya Sang Dokter sedang berada di sebuah konferensi medis sehingga tidak dapat meninjau hasil tes dengan segera.

Seseorang harus dapat memutuskan apa yang terjadi selanjutnya dengan cepat. Jika dia membutuhkan operasi segera, maka ruang operasi (di lokasi yang berbeda) harus segera dipesan. Tim perangkat medis harus memesan peralatan yang sesuai. Sementara rumah sakit masih menunggu kabar dari ahli jantung dari pusat operasi dan tim perangkat medis untuk mengkoordinasikan perawatannya, hal ini dapat meresikokan kesehatan ibumu.

Kini perhatikan konsultasi medis versi 2.0: Perawat menggunakan aplikasi bedah DocSpera untuk mengirimi dokter ahli jantung sebuah video dari hasil EKG dan ringkasan dari tes lainnya. Ahli jantung mereview EKG sementara meski ia masih berada di sebuah konferensi dan dapat memutuskan apakah ibumu membutuhkan operasi segera atau tidak. Kardiolog mengirimkan ahli bedah mengenai informasi diagnostik tersebut dan ahli bedah menegaskan bahwa tindakan angioplasti karotid harus segera dilakukan dalam jangka waktu delapan jam ke depan. Informasi ini akan diteruskan ke pusat operasi untuk mengidentifikasi ruang operasi. Info ini juga dibawa ke perwakilan perangkat medis untuk memastikan perangkat yang diperlukan sudah disiapkan.

Bila dibandingkan dengan proses seharian yang terbuang dengan mengirim voicemail atau fax, tim kesehatan rumah sakit mampu menyebarkan data penting pada lingkaran mereka hanya dalam hitungan menit dengan sesuai dengan format HIPAA.

Dalam sistem medis yang melibatkan spesialis bedah dan prosedural tingkat tinggi, bekerja bersama-sama sangatlah penting, terutama ketika ada beberapa lembaga yang terlibat.

"Kami sedang menangani pasar yang mempengaruhi sejumlah besar profesional yang bekerja di lingkungan hiper-segmentasi," kata SVP DocSpera, Kojo Appenteng dalam sebuah wawancara.

"Anda tidak bisa mengirimi seseorang hanya dengan pesan teks tentang kondisi seorang pasien, karena melanggar HIPPA (kerahasiaan pasien)."

DocSpera yang berbasis di Sunnyvale, California ini menawarkan komunikasi yang aman dan kolaborasi platform yang memungkinkan ahli bedah dan tim perawatan mereka mampu membahas kasus-kasus yang kompleks, menentukan rencana pra operasi hingga jadwal operasi serta berbagi informasi tentang kasus kesehatan tertentu- termasuk mengenai x-ray dan video diagnostik- dengan jaringan yang diverifikasi oleh kolega dan perwakilan industri perangkat medis yang bersangkutan.

Didirikan oleh ahli bedah ortopedi Ken Trauner (seorang pengusaha yang sebelumnya bersama-sama mendirikan Invuity dan Bespoke Innovations) bersama mantan eksekutif Yahoo, Sy Fahimi, DocSpera telah banyak diterima oleh komunitas medis.

Sejak diluncurkan pada akhir 2013, lebih dari 1.000 ahli bedah di 450 lembaga, termasuk Kaiser, Mayo Clinic, Klinik Cleveland, Rumah Sakit Khusus Bedah, dan UCSF telah mendaftar di DocSpera. The American Association of Hip dan Knee Society (AAHKS) bersama Docspera baru-baru ini telah bersepakat menjadi mitra eksklusif untuk berkolaborasi terkait kasus kesehatan.

"Data yang sedang kami kumpulkan akan sangat berharga dalam meningkatkan hasil pasien hingga dapat mengurangi biaya," kata Appenteng. Dengan Lanskap perawatan kesehatan yang kerap mengalami perubahan cepat, hal itu adalah berita baik.

Startup ini, beroperasi di bawah The Moniker Compliant Innovations, yang menjamin putaran pendanaan kelembagaan pertamanya ini untuk mendukung pengembangannya. Jumlahnya tidak ditentukan, namun dalam daftar investornya terdapat perusahaan seperti Life Force Ventures dan Attractor Ventures.•••

back to top