Menu

Password Ruter Wi-Fi yang Payah Bisa Jadi Ancaman Besar

Password Ruter Wi-Fi yang Payah Bisa Jadi Ancaman Besar

Di samping membidik komputer-komputer dan ponsel-ponsel cerdas Anda, para peretas mungkin melakukan jenis peretasan yang berbeda untuk masuk ke dalam rumah Anda, setidaknya secara virtual, dan mencuri informasi-informasi sensitif.

Sebanyak 79% dari jaringan rumahtangga Amerika terancam serangan keamanan dunia maya, di mana titik masuknya adalah ruter-ruter nirkabel yang tidak aman.  

“Ruter-ruter yang tidak aman menciptakan sebuah titik masuk yang mudah bari para peretas untuk menyerang jutaan jaringan rumahan Amerika,” COE Avast Vince Steckler mengatakan. “Riset kami mengungkapkan bahwa mayoritas terbesar ruter rumahan di AS tidak aman. Jika sebuah ruter tidak diamankan sebagaimana mestinya, para penjahat dunia maya bisa dengan mudah mendapat akses ke informasi personal individual, termasuk informasi keuangan, nama dan password pengguna, foto-foto, dan riwayat pencarian.”

Meneliti lebih dari 2 ribu rumahtangga di Amerika, Avast mendapati bahwa 25% konsumen menggunakan alamat, nama, nomor telpon, nama jalan, dan istilah-istilah lain yang mudah ditebak sebagai password untuk ruter-ruter me. Selain itu, setengah dari ruter-ruter itu “minim perlindungan karena menggunakan kombinasi-kombinasi password default atau password umum yang mudah sekali diretas, seperti admin/admin atau admin/password, atau bahkan admin/non-password.”

Setelah mendapat akses ke sebuah ruter Wi-Fi rumahan, para peretas dapat menggunakannya untuk mengalihkan pengguna Internet ke website-website berbahaya alih-alih ke situs-situs yang ingin mereka kunjungi—seperti situs bank online palsu berkedok bank asli—guna mencuri informasi-informasi yang sensitif, termasuk rahasia-rahasia login yang selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan serangan-serangan berbahay lainnya. Prosedur ini juga dikenal dengan sebutan pembajakan DNS.

Avast juga mendapati bahwa kurang dari setengah warga Amerika percaya bahwa jaringan rumahan mereka aman, 16% di antaranya mengungkapkan bahwa mereka pernah menjadi korban peretasan. Perusahaan itu mengatakan bahwa pihaknya belum lama ini merilis Avast 2015 yang mencakup “Home Network Security Solution yang pertama di dunia” yang dapat melindungi pengguna dari ancaman-ancaman terhadap jaringan rumahan seperti pembajakan DNS dan password-password yang lemah.•••

back to top