Menu

6 Alasan untuk Memulai Bisnis Sampingan

6 Alasan untuk Memulai Bisnis Sampingan

Ketika mendengar niat seorang professional mapan yang bekerja diperusahaan besar, kemudian menginginkan kerja sampingan, apa yang ada dalam benak Anda? Kebanyakan kita akan cenderung menunjukkan reaksi kurang positif. Kita menganggapnya sebagai ide buruk.

Atau kita curiga bahwa karir yang sekarang sedang dijalaninya tidak lagi bagus. Atau bahkan kita terang-terangan menertawakannya. Atau minimal kita menganggap ‘sampingan’ atau ‘sambilan’ identik dengan ketidak seriusan.

Sebenarnya, untuk mengatasi segala kemungkinan di dunia kerja, seperti tutupnya kantor-kantor pemerintah seperti yang belum lama ini terjadi di AS. Atau kondisi ekonomi lokal, nasional, dan global yang memburuk dan berpengaruh pada kelangsungan penghasilan kita. Atau PHK, dengan alasan apapun. Ada baiknya pertimbangkanlah untuk memiliki usaha sendiri. Melakukan sesuatu untuk menambah penghasilan dengan memanfaatkan bakat dan ketrampilan yang kita miliki, adalah sebuah ide yang sangat cerdas. Karena sejatinya, di manapun Anda bekerja, di kantor pemerintah maupun di perusahaan swasta, tidak ada jaminan sama sekali bahwa posisi jabatan dan finansial Anda akan selamanya aman. Banyak pengalaman di dunia kerja, seperti di organisasi nirlaba maupun yang berorientasi profit, menunjukkan bahwa tidak ada itu yang namanya stabilitas dan jaminan keamanaan ketika orang lain memegang kendali atas penghasilan kita.

Perubahan manajemen dan pergantian karyawan adalah hal yang biasa terjadi. Kenaikan gaji tahunan atau penyesuaian biaya hidup tidak pernah benar-benar dijamin akan dilakukan secara teratur,  sekalipun Anda adalah karyawan dengan prestasi melebihi apa yang diharapkan perusahaan. Atau Anda terjebak pada reorganisasi yang bisa saja memaksa Anda melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan. Yang terburuk mungkin Anda dirumahkan atau diberhentikan. 

Sekarang ini gelombang-gelombang instabilitas tengah menyapu pekerjaan-pekerjaan di sektor publik. Sebagai contoh di AS, sejak tahun 1998, hampir 700 ribu pekerjaan di sektor publik hilang. Imbasnta sekitar 300 ribu orang guru yang dirumahkan. Tren yang berkembang belakangan ini menunjukkan bahwa lapangan di sektor publik akan terus menurun. Meskipun disisi lain lapangan kerja di sektor privat perlahan mulai meningkat jumlahnya. Potensi penghasilan yang bisa didapat sudah tidak sama lagi dengan waktu-waktu sebelumnya. Artinya Anda hanya mengandalkan pada satu atau bahkan beberapa tempat kerja tetap yang mengandung resiko, atau sama beresikonya dengan memulai sebuah usaha sampingan.

Sangat cerdas bila para profesional atau pengusaha mengendalikan sendiri semua peluang sekaligus persoalan mereka, termasuk kesejahteraan finansialnya. Yaitu dengan cara membuka usaha sampingan. Apalagi khususnya jika melihat bagaimana teknologi mendukung kerja virtual di pasar global. 

Berikut ini adalah enam alasannya:

1. Anda bisa memilih jenis usaha yang Anda sukai. Banyak sekali buku, pelatihan, dan website yang mengajarkan pada kita untuk membangun hobi kita dan mengubahnya menjadi bisnis yang menguntungkan. Di samping itu banyak sekali cerita sukses dari orang-orang yang berhasil.

2. Anda bisa memanfaatkan ketrampilan, pengalaman, dan pendidikan Anda sebelumnya. Apakah Anda termasuk dalam golongan orang-orang yang menghabiskan jutaan rupiah untuk pendidikan yang ilmunya bahkan hampir tidak bisa Anda gunakan sama sekali dalam pekerjaan tetap Anda sekarang? Cobalah mulai mengambil dan mengerjakan proyek-proyek konsultasi sebagai pekerjaan sampingan. Dengan demikian Anda tetap terhubung dengan bidang yang Anda cita-citakan sebelumnya. Bonusnya adalah Anda mendapatkan penyegaran atas ilmu yang Anda dapatkan sebelumnya dan pengalaman praktis sesuai pendidikan Anda.

3. Bisnis sampingan selalu bisa diukur skalanya dan bisa dilakukan di mana saja, tidak terikat tempat. Karena Andalah penguasa dan otak perencanaan bisnis sampingan Anda sendiri. Anda bisa menentukan sendiri seberapa banyak atau seberapa sedikit klien yang Anda butuhkan atau yang bisa Anda tangani. Anda dapat bekerja di proyek-proyek yang bersifat temporer dan bertemu dengan klien dari mana saja. Seandainya kemudian Anda mengalami PHK atau terjadi mogok kerja di kantor-kantor pemerintah di kemudian hari, maka Anda telah memiliki ketrampilan untuk mengambil lebih banyak proyek-proyek klien untuk menggantikan penghasilan yang hilang. Hal ini tentu akan sangat meringankan beban di pundak dan otak Anda.

4. Semakin banyak bermunculan komunitas pekerja freelance dan kontraktor-kontraktor independen di mana-mana. Di AS, misalnya, sekarang ini terdapat sekitar 17 juta profesional yang memiliki usaha sendiri atau bekerja sendiri. Komunitas ini termasuk orang-orang yang bekerja di bidang-bidang yang membutuhkan kreatifitas tinggi, dan berbasis pengetahuan khusus, seperti konsultasi dan penjualan. Juga bidang-bidang yang bersifat lebih manual seperti konstruksi. Komunitas-komunitas dan berbagai sumberdaya untuk kelompok seperti ini, seperti Freelancers Union, membuat jenis pekerjaan dan gaya hidup semacam ini menjadi lebih menggiurkan dan lebih mudah diakses.

5. Ada kemungkinan besar bahwa bisnis sampingan akan membantu Anda ‘mempertahankan’ pekerjaan tetap Anda. Sebuah studi yang dilakukan oleh Intuit pada tahun 2010 memprediksi bahwa pada tahun 2020, 40 persen dari masyarakat pekerja adalah pekerja independen atau pekerja paruh-waktu. Tempat kerja Anda sekarang, bisa jadi tidak bisa atau tidak mau lagi mempertahankan Anda sebagai pekerja tetap. Bisa saja mereka memutuskan untuk mempekerjakan Anda sebagai kontraktor atau untuk proyek-proyek temporer.

6. Bisnis sampingan Anda berpotensi untuk bisa menjadi sebuah bisnis full-time bernilai jutaan-dolar. Banyak contoh kasus menunjukkan bahwa meski pada awalnya dicibir pemilik bisnis full-time, yang tidak menganggap serius orang-orang yang memiliki usaha sampingan, namun banyak yang sudah berhasil memulai bisnis sambil bekerja sebagai karyawan tetap di siang hari. Dan kemudian mereka menjadi orang-orang berpenghasilan enam hingga tujuh digit per hari. Sebut saja Daymond John dari FUBU, Mary Ellen Sheets dengan Two Men and a Truck. Atau Sarah Blakely, sang pendiri Spanx – milyarder wanita termuda di dunia.

Jadi, apapun kondisi pekerjaan Anda yang sekarang, tidak ada salahnya berpikir untuk memiliki serangkaian ketrampilan yang dapat Anda gunakan untuk menambah penghasilan. Kalau Anda memiliki sedikit saja semangat untuk berwirausaha dan mau mencari masalah yang bisa diselesaikan dengan bakat dan pengalaman-pengalaman yang Anda miliki, memulai sebuah bisnis sampingan tentu akan menjadi sebuah pilihan yang menjanjikan. Meski Anda tidak akan bisa mengendalikan keputusan legislatif atau mengendalikan pasar tenaga kerja, Anda bisa mengendalikan dan menaklukkan potensi yang Anda miliki untuk bisa mendapat penghasilan tambahan, yaitu dengan memulai sebuah bisnis sampingan.•••

back to top