Menu

BlackBerry Pastikan akan Hentikan Pengembangan Hardware

BlackBerry Pastikan akan Hentikan Pengembangan Hardware

Sembari mengumumkan kondisi finansialnya pada kuartal kedua tahun fiscal 2017, BlackBerry mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menghasilkan USD352 juta pada kuartal lalu, turun sekitar lebih dari USD100 juta dari tahun ke tahun dan turun sekitar USD1,3 milyar dalam tiga tahun belakangan ini. 

Dalam kondisi ini, CEO John Chen mengatakan bahwa perusahaan akan beralih untuk mengkaryakan produksi hardwarenya kepada pihak ketiga. 

“Strategi  Mobility Solutions kami yang baru sedang mengalami perubahan, termasuk kesepakatan licensing software piranti besar kami yang pertama dengan sebuah joint venture telekomunikasi di Indonesia,” kata Chen, dalam sebuah pers rilis, “dengan demikian kami bisa memfokuskan diri pada pengembangan software, termasuk keamanan dan berbagai aplikasi”. Pengembangan hardware internal akan dihentikan dan dioutsource-kan kepada pihak ketiga sehingga mengurangi kebutuhan akan modal dan meningkatkan pemasukan dari modal investasi.  

Sebelum pengumuman BlackBerry hari Rabu lalu itu, orang-orang di Wall Street berspekulasi apakah perusahaan itu akan mengumumkan ‘rencana kematian’nya dalam bisnis ponsel. Rumor itu dikaitkan dengan pernyataan-pernyataan Chen setahun lalu dan diawal tahun lalu untuk mengubah perusahaan itu menjadi perusahaan software saja jika ia tak mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan hingga September tahun ini.  

Blackberry terus mengalami masa sulit setelah melewati masa jayanya sebagai satu kekuatan besar dalam industry ponsel. Perusahaan yang pernah menguasai 40 persen pangsa pasar ponsel gobal ini, kini hanya menikmati kurang dari satu persen kue pasarnya. 

Pengumuman itu disampaikan dua bulan setelah BlackBerry menyatakan tidak akan lagi memproduksi Blackberry Classic berbasis BB10-nya beralih ke sederetan piranti Android baru.  Dan meski penjualan smartphone Android pertamanya, Blackberry Priv, tidak menggembirakan, perusahaan itu dikabarkan sedang mengerjakan tiga handset Android baru, yang salah satunya adalah DTEK50, yang diluncurkan di delapan Negara.

Jadi, jelasnya, brand BlackBerry akan tetap ada di pasar ponsel, tetapi tidak lagi diproduksi sendiri oleh Blackberry.••• 

back to top