Menu

Google 'Curi' Teknologi di Balik Proyek Balon-balon Internetnya?

Google 'Curi' Teknologi di Balik Proyek Balon-balon Internetnya?

Google sedang menghadapi tuduhan bahwa pihaknya mencuri teknologi di balik salah satu misi peluncurannya yang paling  mengagumkan, Project Loon. Proyek ini melibatkan pemancaran internet ke bawah menjangkau daerah-daerah terpencil dari balon-balon tanpa awak yang melayang terbang di langit.

Adalah sebuah perusahaan bernama Space Data, yang juga menggunakan balon untuk tujuan yang sama, mendaftarkan tuntutan hukum terhadap  Alphabet, induk Google, yang menuduh bahwa eksekutif-eksekutif Google melanggar sebuah kesepakatan untuk tidak membuka rahasia dan melanggar dua paten. 

Tuntutan itu antara lain menyebutkan bahwa Space Data didirikan pada tahun 1997, dan pada tahun 2004 perusahaan itu memulai sebuah proyek internet komersial berbasis-balon. Space Data mendapat lisensi dari FCC yang memungkinkannya menyediakan layanan komunikasi personal narrowband dengan jangkauan seluas negara, dan lisensi-lisensi spektrum broadband di daerah-daerah terpencil dan wilayah pedesaan. Perusahaan itu melayani Alaska, Teluk Mexico dan Armed Services Amerika Serikat menggunakannya di empat benua. 

Bagaimana Google bisa masuk ke permainan ini? 

Ternyata pada bulan Februari 2008, selusinan eksekutif Google termasuk Larry Page dan Sergey Brin mengunjungi fasilitas-fasilitas Space Data di Arizona. Di sana, eksekutif-eksekutif Google itu diberi akses ke informasi-informasi sensitive Space Data, yang, belakangan, menurut tuntutan perusahaan itu, digunakan Google untuk mengembangkan proyek Project Loon mereka sendiri. 

“Space Data dan Google pernah terlibat dalam diskusi-diskusi yang ekstensif tentang bisnis Space Data, termasuk teknologinya, dan model finansialnya, dan saat itu Google juga diberi akses ke lini produksi balon Space Data dan pusat operasi jaringan di mana mereka melihat sebuah peta yang berisi posisi balon-balon di angkasa dan jangkauan komunikasi nirkabel yang disediakan Space Data saat itu di 1/3 wilayah Amerika Serikat”, demikian disebutkan dalam tuntutan itu.

Space Data mengatakan bahwa wawancara-wawancara yang belakangan dilakukan oleh Google dengan pers mengindikasikan bahwa Google mencuri karya Space Data. Google memulai operasi Project Loon-nya pada tahun 2013, dan kini balon-balon internetnya sudah digunakan di Australia, Brazil, Selandia Baru, dan Sri Lanka.

Pada tahun 2007, sebelum kunjungan Google ke Space Data, kedua pihak menandatangani kesepakatan  rahasia-bersama dan berjanji untuk tidak saling membocorkan rahasia.•••

back to top