Menu

Tantangan dan Peluang bagi Debutan IoT Jepang

Tantangan dan Peluang bagi Debutan IoT Jepang

Gerakan internet-of-things (IoT) mengguncang dunia, dan para analis memprediksikan bahwa industri IoT global akan mencapai nilai USDD1,9 truliun pada 2020—bersamaan dengan saatnya Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade di Tokyo.

Akankah Negeri Matahari Terbit ini mampu menangkap peluang ini dan mengambil bagian penting dari pasar basah itu? Apa saja tantangan dan peluangnya? 

Sebuah panel yang terdiri dari pakar-pakar IoT bergabung di Tech in Asia Tokyo 2015 awal pekan lalu untuk membahas tantangan-tantangan dan peluang-peluang unik yang akan diciptakan oleh gerakan yang sedang berkembang pesat ini. Anis Uzzaman, mitra umum dan CEO pada Fenox Venture Capital yang berbasis di California, menyatakan bahwa debutan-debutan Jepang tumbuh baik hingga ukuran tertentu di Jepang, tetapi jarang yang mampu tumbuh pada skala global.

Ada tiga tantangan besar yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan debutan IoT Jepang, yaitu kurangnya jumlah mentor untuk para wirausahawan Jepang, kurangnya kesempatan untuk mendapatkan pendanaan modal ventura, dan sulitnya mendapatkan mitra kerjasama di luar Jepang 

Panelis lainnya, Shinichiro Isago, manajer teknik di Microsoft, menekankan pentingnya kerjasama dengan perusahaan-perusahaan multinasional bermodal besar untuk menyediakan hardware dan membangun infrastruktur berbiaya tinggi, dan besarnya peluang yang akan terbuka sejalan dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020.

Di sisi peluang, Anis menyebutkan tiga peluang khas pasar domestik Jepang, yaitu jumlah penduduk yang terus berkurang dan menua dengan cepat, keahlian di bidang robotik, dan IoT bidang pertanian. Dikatakannya, layanan kesehatan sangat prospektif bagi debutan IoT Jepang berkaitan dengan penduduk yang menua. Di titik inilah keahlian robotik memainkan peran dalam membuka gelombang baru bisnis software layanan kesehatan.

Osamu Ogasawara, CEO ABBALab yang berbasis di Tokyo menekankan pentingnya kombinasi antara pertanian dan drone di Jepang untuk menjamin keberlangsungan industry pertanian domestik yang makin ditinggalkan generasi muda.•••  

back to top