Menu

Microsoft Bunuh Media Center sebelum Rilis Windows 10

Microsoft Bunuh Media Center sebelum Rilis Windows 10

Jika Anda pengguna Windows dan Windows Media Center adalah media player pilihan Anda, ada berita buruk seiring akan dirilisnya OS Windows 10.

Microsoft sudah menegaskan bahwa software itu tidak akan disertakan dalam, dan bahkan tak kompatibel dengan, Windows 10. Meski Media Center sudah menjadi bagian dari OS itu hingga versi terakhirnya 8.1 itu, pengembangan aktif software itu sesungguhnya sudah benar-benar berakhir sejak 2009. Kepada ZDNet  pada konferensi pengembang Build pekan lalu, Microsoft menyatakan bahwa PC apapun yang mengupdate mulai dari Windows 7 atau 8.1 akan kehilangan semua fungsionalitas Media Center.

Tentu saja ini akan mengecewakan para pengguna setia Media Center. Software itu diintrodusir untuk pertama kalinya pada tahun 2001 melalui sebuah update ke Windows XP. Ia hadir satu paket dengan Windows Vista dan 7, dan, karena permintaan dari mereka yang antusias, ia juga dihadirkan dalam Windows 8 dalam sebuah paket upgrade.

Saat pertama kali dirilis, Media Center dimaksudkan sebagai sebuah sarang hiburan sentral pada sebuah PC, di mana software itu bekerja di layar penuh dan mengendalikan playback media seperti DVD, CD, foto-foto, dan bahkan kemampuan untuk merekam siaran TV. Hal ini membuat sejumlah pabrikan komputer merilis PC-PC Media Center yang diciptakan khusus untuk digunakan di ruang keluarga, tetapi tidak mendapat sambutan dari konsumen.  

Tak sulit untuk memahami mengapa Microsoft membuat keputusan untuk membunuh Media Center, yang dengannya kebanyakan penggunanya menghadirkan media mereka melalui layanan-layanan streaming tanpa perlu satupun player khusus, dan menonton piranti-piranti seperti ponsel cerdas dan tablet. Bagi Anda yang masig menggilai software Media Center, cara terbaik barangkali adalah tetap setia kepada Windows 7 atau 8 untuk sementara, karena sudah berjanji akan mendukung kedua OS itu masing-masing hingga 2020 dan 2023.•••

back to top