Menu

Ted Sarandos: Netflix Merevolusi Kualitas Video Internet

Ted Sarandos: Netflix Merevolusi Kualitas Video Internet

Seorang eksekutif Netflix mengatakan bahwa perusahaannya telah beralih mengambil gambar untuk semua konten aslinya dalam 4K. Pada bulan-bulan yang akan datang, Ted Sarandos, kepala bagian konten di perusahaan tersebut, mengatakan bahwa ketika orang mulai melihat bedanya, langkah ini akan secara dramatis mengubah tingkat kualitas yang mereka inginkan ketika menonton video secara online.

“Ini akan sepenuhnya mengubah harapan orang akan kualitas konten di internet,” kata Sarandos.

Sarandos menyampaikan pernyataannya itu sebagai bagian dari sebuah wawancara multi-isu di panggung konferensi MIPCOM di Cannes, Perancis. Konferensi itu adalah acara kumpul-kumpul terbesar yang dihadiri oleh para kreator dan broadcaster baru dan lama. Dan mereka semua adalah orang-orang penting bagi Netflix, yang belakangan ini semakin getol mencari ruang-ruang di luar AS untuk tumbuh.  

Untuk itu, Netflix belum lama ini memulai ekspansi besarnya ke Eropa yang memberinya tambahan enam pasar, termasuk Jerman dan Perancis. Tentu saja, hal itu juga menciptakan kontroversi di kalangan para pencinta film di Perancis.  

Tetapi Netflix maju terus. Sarandos menegaskan bahwa dia yakin Netflix adalah bagian dari sebuah gelombang yang akan mengubah hampir segala hal yang berkaitan dengan cara kita membuat dan menonton tayangan-tayangan televisi dan film-film.

“Model distribusi film yang ada saat ini di AS khususnya, dan di seluruh dunia pada umumnya, sudah sangat ketinggalan jaman,” kata Sarandos, menurut stream kicauan dan klip-klip video dari konferensi itu.  “Merilis satu episode pada satu waktu di sebuah televisi linier untuk TV ber-skrip saya kira akan segera jadi bagian dari masa lalu,” tambahnya.

Bagian dari cara Netflix mengubah pandangan-pandangan kita tentang kebiasaan menonton adalah melalui teknologinya. Mengingat bahwa pihaknya tidak mungkin mampu mengalirkan siaran film-film blockbuster Hollywood terbesar secara reguler karena mahalnya biaya dan masalah hak cipta, perusahaan itu semakin mengandalkan pada data dan algoritmanya sendiri untuk membantu para penonton menemukan dan menikmati konten perpustakaannya.  

“Cara kami menguji diri kami sendiri dalam hal ini adalah angka pengambilan,” kata Sarandos. “Saat kami memperlihatkan kepada Anda semua konten yang begitu beragam di situs kami, berapa sering Anda memilih dan mengambil konten yang kami sajikan. Dan dari satu konten yang Anda pilih atau ambil, seberapa sering Anda menonton seluruh serial itu secara lengkap. Dan apakah Anda menentukan rate-nya, satu hingga lima bintang. Jadi, jika kami menyajikannya ke hadapan Anda, dan Anda menontonnya, dan menentukan rate-nya, itu satu kemenangan besar”.  

Tapi, sistem itu bukannya tidak memiliki keterbatasan. “Saya kira kami belum bisa mengetahui mood Anda,” candanya, “Tetapi saya akan berusaha untuk itu”.  

Tetapi perusahaan itu sudah mampu menggunakan hasil-hasil analisis itu untuk maju menggunakan pemrograman asli.  

“Kemampuan kami untuk berinvestasi di ‘rumah yang dibuat dari kartu’ di level yang sudah kami capai dimungkinkan oleh hasil-hasil analisis itu,” kata Sarandos. “Yang pada dasarnya mengatakan bahwa jika Anda punya David Fincher dan satu naskah film dari Beau Willimon, dan Kevin Spacey serta Robin Wright, tayangan Anda pasti akan sangat besar.”

Tetapi, Sarandos menegaskan bahwa Netflix tidak menggunakan data itu untuk menyetir plot-nya.•••

back to top