Menu

5 Cara Terbebas dari Bisnis Kecil-kecilan

5 Cara Terbebas dari Bisnis Kecil-kecilan

Jangan terlalu lama menjalankan bisnis dalam mode start-up alias bisnis kecil-kecilan. Jika limat semacam; "Ya, namanya juga bisnis kecil-kecilan," Anda terus katakan pada rekan atau kolega Anda, sekaligus mendengungkan dalam pikiran Anda. Efeknya bisa jadi Anda tidak akan pernah melakukan sesuatu yang membuat bisnis kecil-kecilan Anda berkembang menjadi sesuatu yang berarti dalam kehidupan Anda. Maka bergegaslah untuk meninggalkan mode start-up itu. Atau mindset Anda akan terperangkap dalam zona "aman" dan "nyaman".

Sudah saatnya bisnis Anda bergerak dari mode start-up untuk menjadi sesuatu yang berkembang pesat. Bukan lagi sekedar membahas tahap perencanaan menuju pelaksanaan. Pastikan segera bahwa Anda ingin bisa melihat kebelakang bahwa masa start-up merupakan tahap yang paling penting dari sejarah bisnis Anda. Apakah Anda tidak ingin jika suatu hari nanti bisa mengatakan; "Saya ingat ketika saya duduk dilantai dan mengepak barang-barang saya sendiri. Sekarang saya mampu memperkerjakan lebih dari 100 orang," kepada rekan atau kolega Anda? Maka tidak ada cara lain selain Anda melakukan cara-cara fundamental untuk melakukan perubahan mindset, dan perubahan mendasar ini akan segera membebaskan Anda dari  mode start-up.

Berikut ini adalah 5 cara untuk melakukan hal itu!

1. Delegasikan. Ketika Anda berada di mode start-up, segalanya Anda yang lakukan sendiri. Mulai sekarang Anda harus berinvestasi pada orang lain. Staff atau karyawan sudah saatnya membantu Anda melakukan ha-hal yang Anda tidak dapat lakukan lagi. Tiga per empat dari seluruh bisnis skala kecil tidak memilki karyawan. Anda harus mengembangkan bisnis Anda. Sangatlah keliru jika berfikir bahwa berinvestasi pada orang/karyawan merupakan pengeluaran. Kurangnya produksi dan kegagalan untuk mengembangkan bisnis Anda, sesungguhnya adalah pengeluaran yang jauh lebih besar.

2. Pilihlah mendan tempur Anda. Jangan terbelenggu selama seminggu memutuskan sebuah logo ketika bahkan hal itu sebenarnya tidak teramat penting. Merek Anda akan berevolusi seiring dengan bisnis Anda berevolusi, maka sebenernya logo yang Anda buat saat ini itu cenderung akan berubah juga. Ada hal lain yang lebih penting untuk menjadi bahan obsesi Anda, yaitu mendapatkan konsumen dan menghasilkan lebih banyak uang. Ada falsafah, ketika kita berburu hal yang besar, tidak usahlah hiraukan nyamuk yang menggigit.

3. Tarik perhatian lebih. Satu satunya permasalah terbesar dari semua mode start-up adalah bagaimana menjadi populer. Tugas yang teramat penting adalah bagaimana caranya mendapatkan perhatian untuk Anda dan perusahaan Anda. Sebab hal itu adalah pintu gerbang utama untuk setiap rupiah yang Anda bisa hasilkan. Petinju legendaris, Muhammad Ali pernah berkata bahwa dia sudah menjadi sehebat itu, jauh sebelum siapapun mengenalnya. Terang saja pernyataan itu sangat menarik perhatian dan bahkan mengusik banyak orang kala itu. Dengan cara itulah Ali menciptakan momentum. Disaat yang sama dia kemudian membuktikan kemampuannya. Dan itu, membuat semua kritik terhadapnya menjadi kekaguman. Tarik perhatian, dapatkan kritik, lalu buatlah semua terkagum-kagum.

4. Ubah cara menjelaskan diri Anda. Daripada berkata "Saya memiliki sebuah perushaan web desain kecil" maka katakanlah "Saya memiliki sebuah perusahaan web desain dan tidak ada yang bisa menjamin perusahaan Anda dapat menaikkan penjualan seperti kami." Lihat bedanya? Ucapan pertama membuat Anda terlihat kecil dan tidak penting. Seolah tidak akan ada yang mengakuinya. Sementara ucapan kedua membuat Anda terlihat unik, percaya diri, dan mampu menjadi mesin uang. Ketahuilah bagaimana cara menawarkan diri Anda dan bisnis Anda. Bersiap-siaplah untuk kemudian menjelaskan secara cepat apa saja yang perusahaan Anda lakukan yang membuat perusahaan Anda lebih baik, cepat dan bernilai lebih bagi pasar. Lalu, lakukan pengakuan besar-besaran pada dunia.

5. Ciptakan perasaan urgensi. Jika Anda memulai bisnis tanpa pengaturan jadwal khusus untuk setiap kegiatan, layanan, dan prestasi, maka Anda akan terjebak dengan bermacam alasan keterlambatan Anda, selamanya! Salah satu kesalahan terbesar dalam bisnis adalah tidak adanya rasa urgent. Menjadi seorang pengusaha adalah seperti melakukan lari marathon. Namun akan lebih baik dengan rasa dan suasana seperti melakukan lari sprint. Menangkanlah banyak balapan kecil. Tekanan pada saat mengerjakan suatu produk itu tidak membuat karyawan ketakutan, bahkan membuat sebuah produk itu selesai. Urgensi merupakan kunci untuk menyelesaikan sesuatu dengan lebih on-time.•••


back to top