Menu

Cara Facebook Menghemat Energi

Cara Facebook Menghemat Energi

Open Compute Project, begitulah nama open source system yang diinisiasi oleh insinyur Facebook di bulan April tahun 2011 lalu. Saat itu Facebook sedang mencari cara untuk membuat infrastruktur perusahaan lebih efisien dan ekonomis.

Saat ini Open Compute Project telah memilki 1500 partisipan. Diantaranya ada nama-nama kondang seperti Rackspace, Intel, AMD, EMC, VMWare, HP, Dell, ARM dan Goldman Sachs. Mereka bersama mengembangkan coding standar dengan tujuan membuat perangkat lunak yang efektif dalam penggunaan energi.

Datacentre utama milik Facebook bernama Prineville Datacentre, mulai beroperasi sejak tahun 2011, sejak itu pula menggunakan server Open Compute. Hasilnya adalah tingkat efektifitas penggunaan daya (Power Usage Effectiveness - PUE) sebesar 1.07. Padahal menurut Gold Standar, di industi ini efektifitasnya masih di angka 1.5. Tentulah hal ini membuat Facebook berada di jajaran datacentre yang paling efektif penggunaan energinya. Setidaknya begitulah menurut Frankovsky, vice-president di divisi desain perangkat keras dan rantai operasi penyediaan Facebook. Meskipun harus di akui tantangan terbesar Facebook adalah daya tahan media penyimpananya. Seperti dikutip oleh computerweekly.com, Frankovsky mengatakan, "Kami menginginkan desain perangkat keras yang sangat efisien dan menanggalkan urusan pemilihan bahan antara metal atau plastik."

Apakah Open Compute Project adalah proyek datacentre pertama yang penggunaan energinya effisien? Ternyata tidak, datacentre ini bukan yang pertama ada, namun Open Compute Project adalah yang pertama mau membagikan blueprintnya. "Kami membagikan blueprint data center kami, agar semua mampu membuat sistem yang lebih efisien penggunaan energinya" tegas Frankosvsky.•••

back to top