Menu

Drone Ladang Minyak dari GE Dapat Endus Kebocoran Gas

Drone Ladang Minyak dari GE Dapat Endus Kebocoran Gas

Pada pembukaan pusat penelitian dan pengembangan minyak dan gas GE yang baru di Oklahoma, perusahaan multi-bisnis itu juga mempresentasikan sebuah drone helikopter baru yang mampu mengendus keberadaan has methan, yang dinamai "Raven”.

GE mulai mengerjakan proyek itu tahun lalu dan terbukti bahwa mesin seberat 20 pon ini memang mampu melakukan apa jadi tujuan penciptaannya dalam sebuah tes pada bulan Juli lalu: Raven berhasil menemukan kebocoran gas dari dua buah sumur minyal di Arkansas. Banyak perusahaan di industry-industri lain sudah menggunakan UAV untuk melakukan berbagai inspeksi, termasuk Con Edison dan Airbus. GE menciptakan Raven khusus untuk menghemat uang perusahaan-perusahaan minyak dan gas alam dan membantu mereka menilai semua data yang dikumpulkan dari fasilitas-fasilitas mereka.  

Menurut perusahaan itu, drone ini dapat membuat inspeksi-inspeksi gas menjadi tiga kali lebih cepat. Environmental Protection Agency mensyaratkan agar semua produsen minyak memantau ladang-ladang minyak mereka untuk mencegah sedini mungkin terjadinya kebocoran-kebocoran. Dan hingga saat ini, yang mereka lakukan adalah mengirim pekerja-pekerja yang dipersenjatai dengan kamera-kamera inframerah untuk berpatroli di sekeliling ladang-ladang minyak.

Raven, dengan sensor lasernya, bisa terbang di atas lading-ladang minyak selama 40 menit sekali isi daya dan mengirimkan data ke sebuah iPad di darat. Bahkan, drone ini dapat menjelaskan seberapa buruk kebocoran yang terjadi, sedangkan kamera inframerah hanya bisa mendeteksi keberadaannya, bukan seberapa parahnya.  Drone ini juga diisi dengan software yang bisa diatur yang memungkinkannya merencanakan penerbangannya sendiri dan menganalisis data yang dikumpulkannya. 

GE akan terus mengerjakan proyek ini di Pusat LitBangnya di Oklahoma dan akan segera menggunakan Raven ke-tiganya untuk diuji. Ke depan, tampaknya mesin ini akan berhadapan langsung dengan drone pengendus-methan bikinan NASA, yang didasarkan pada sensor yang dirancang oleh Jet Propulsion Laboratory untuk digunakan di Mars. Selain mengendus kebocoran gas, potensi penggunaan UAV juga meliputi menginspeksi mesin-mesin yang sulit dijangkau dan memantau tiang-tiang pancang api milik pabrik.•••

back to top