Menu

Microsoft Pamerkan Banyaknya Data dari Pengguna Windows 10

Microsoft Pamerkan Banyaknya Data dari Pengguna Windows 10

Meski bersikeras bahwa Windows 10 tidak memata-matai siapapun,

Microsoft nyaris tidak melakukan apapun untuk meyakinkan sebagian besar pengguna yang khawatir bahwa sistem operasi (OS)  terbaru ini mengumpulkan lebih banyak data daripada yang dibutuhkannya.  

Guna menguatkan klaimnya, Microsoft memperbarui kebijakan privasinya untuk menjelaskan bagaimana dan kapan OS itu memanfaatkan data pengguna, tetapi perusahaan  itu mengambil dua langkah mundur pekan lalu ketika pihaknya mempublikasikan sebuah post blog yang antusias yang penuh dengan data yang digalinya dari para pengguna Windows 10. 

Senin pagi pekan lalu, Yusuf Mehdi, Corporate VP yang mengurusi Windows dan perangkat keras, mengungkapkan bahwa saat ini Windows 10 sudah aktif di 200 juta piranti. “Gratis”-nya tampaknya menjadi faktor yang ikut memperkuat pesatnya pertumbuhan OS baru ini. 

Tetapi, untuk menjelaskan betapa populernya Windows 10 sekarang, Microsoft merasa perlu menyebutkan beberapa milestone:

  • Pengguna sudah menghabiskan lebih dari 11 milyar jam dengan Windows 10 pada bulan Desember saja.
  • Lebih dari 44,5 milyar menit dihabiskan dengan Microsoft Edge di semua piranti yang menggunakan Windows 10 hanya dalam waktu satu bulan terakhir saja.  
  • Lebih dari 2,5 milyar pertanyaan ditanyakan pengguna tentang Cortana sejak diluncurkan.
  • Sekitar 30% lebih banyak pencarian Bing dilakukan per piranti Windows 10 dibandingkan versi-versi Windows sebelumnya.
  • Lebih dari 82 milyar foto dilihat dengan aplikasi Windows 10 Photo.
  • Gaming terus tumbuh di Windows 10 – pada 2015, di mana para gamer menghabiskan lebih dari 4 milyar jam main di PC dengan Windows 10.
  • Para gamer sudah mengalirkan lebih dari 6,6 juta jam  game Xbox One ke PC-PC Windows 10.

Statistik ini memang menarik. Tetapi  statistik ini mengindikasikan bahwa Microsoft sangat bisa jadi sudah mengumpulkan data jauh lebih banyak dari  apa yang selama ini dikira oleh kebanyakan pengguna. Meski tidak jelas data apa saja yang dikumpulkannya, tetapi yang pasti perusahaan itu setidaknya sudah, sedang, dan akan terus mengumpulkan informasi tentang penggunaan aplikasi-aplikasi dan program-program individual di Windows.

Hingga tingkat tertentu pengumpulan data memang tidak bisa dihindari. Itu terjadi pada setiap piranti berkoneksi internet di seluruh permukaan planet ini. Yang sangat mengkhawatirkan tentang Windows 10 adalah bahwa kita tidak tahu apa yang sedang dikumpulkannya, dan tidak ada cara yang mudah untuk menon-aktifkannya (itu pun jika memang ada cara untuk itu). Kita hanya bisa berharap bahwa selagi Microsoft merayakan capaian-capaiannya di tahun 2015, ia akan berusaha lebih transparan di tahun 2016. 

back to top