Volume III No 23 - Januari 2005
 

IPTV Andalan Broadband Thailand

 

Pelanggan Internet broadband di Thailand meningkat pesat. Kalau pada 2003 jumlahnya hanya 12,000, maka akhir 2004 jumlah itu membengkak menjadi 250,000 pelanggan.

“Pelanggan Internet yang bermigrasi dari dial-up ke ADSL atau layanan broadband lainnya akan terus meningkat,” ujar Neeranuch Kanokvilairat, analis telekomunikasi dari IDC . Menurut dia, pada 2009 mendatang, pelanggan ADSL akan mencapai 2,7 juta dengan pertumbuhan tahunan 73 persen.

Bagi service provider , selain menghadapi tantangan untuk memperbesar basis pelanggannya, mereka menghadapi pertanyaan mengenai konten dan layanan yang dapat diakses para pelanggan melalui koneksi kecepatan tinggi. Umumnya, para penyedia konten dan operator telko, percaya bahwa entertainment yang dikemas dalam layanan interaktif dan on-demand merupakan killer application untuk mendorong pertumbuhan broadband .

“Sebagai penyedia konten multimedia dan broadband selama empat tahun, kami menyadari bahwa tidak ada layanan unik yang dirancang untuk broadband . Yang ada hanya online game dan file download ,” jelas Suchitr Sorojsrisom, manager IPTV channel department, Shin Broadband Internet ( Thailand ).

Shin, salah satu pemegang saham CS Loxinfo dan iPSTAR satellite services , penyedia koneksi Internet kecepatan tinggi, belum lama ini memperkenalkan TV interaktif melalui kanal IPTV-nya (http://www.ip-tv.tv). “Kami mengombinasikan fitur interaktif Internet dengan fungsi broadcast dari televisi dengan saluran IPTV kami,” ujarnya. Menurut Shin, broadcasting via Internet ini akan membuka peluang bagi siapa saja untuk meng- host acara TV-nya, baik dari rumah maupun studio milik Shin. Acara TV interaktif ini tersedia 24 jam, dan asyiknya, suatu acara bisa di download terlebih dulu kemudian disaksikan pada waktu yang kita inginkan.

Suchitr pun mengklaim bahwa model on-demand yang ditawarkannya berbeda dengan program-program hiburan on-demand lainnya. “Fitur IPTV kami juga memungkinkan Anda berinteraksi dengan pembawa acara melalui chatting, sharing file gambar atau komunikasi real-time menggunakan web camera ,” ujarnya. Fitur itu, menurutnya, akan mengubah model siaran TV yang ada sekarang, selain Internet juga memungkinkan jumlah saluran TV yang tak terbatas.

Dr Avudh Ploysongsang, wakil presiden Shin Satellite , perusahaan pemilik iPSTAR dan induk perusahaan Shin Broadband mengatakan bahwa, layanan TV interaktif memungkinkan siapa saja yang memiliki konten layak menjadi broadcaster . “Karena berbasis teknologi Internet, suatu stasiun (IP) TV tidak perlu mengajukan lisensi, seperti halnya media TV dan radio tradisional yang memiliki sumberdaya frekuensi terbatas dan dibutuhkan sebuah regulator untuk mengelolanya,” ujar Avudh.

Layanan hiburan on-demand di Thailand tidak hanya dilakukan Shin Broadband. Beberapa pemain lainnya mulai terjun meramaikan pasar konten broadband negeri gajah putih itu. “Tahun depan, konten broadband di Thailand akan semakin marak,” ujar Yanyong Akrajindanon, deputi managing director RS Promotion , sebuah perusahaan yang rencananya akan membuka layanan download video musik dan movie-on-demand . Sebelumnya, perusahaan sudah memperkenalkan layanan hiburan on-demand , seperti music video streaming, mobile trailers dan karaoke melalui situs Entertain.tv dan TTTOnline.net, bekerja sama dengan operator akses broadband True dan TT&T.

Operator broadband TT&T dikabarkan juga akan memperluas infrastruktur ADSL-nya. Rencananya, TT&T akan meningkatkan cakupan layanan dari 30,000 port ADSL-nya di daerah wisata seperti Chiang Mai, Phuket dan Pattaya, serta daerah lainnya. Saat ini, TT&T sudah memiliki 10,000 pelanggan dan menargetkan tambahan 50,000 pelanggan tahun 2005 ini.

Sementara operator broadband lainnya, True juga menargetkan untuk melipatgandakan pelanggannya menjadi 200,000 pelanggan di tahun 2005. Selain itu, True belum lama ini juga telah menggelar layanan IPTV sendiri, UBCi, yang menyediakan tiga saluran TV interaktif, jelas Natawut Amornvivat, assistant director dan head of broadband and Internet, True .

Menurut dia, sekalipun layanan on-demand dan TV interaktif akan marak, perkembangannya tidak mudah. “Pasalnya, TV interaktif membutuhkan sebuah set-top-box , untuk memberikan tambahan fungsi pada pesawat televisi,” ujarnya.

Yanyong dari RS Promotion juga sependapat bahwa teknologi ini masih membutuhkan polesan agar bisa populer. “Perlu dikembangkan set-top-box dan user interface yang lebih mudah digunakan,” ujarnya.

aat ini, untuk menikmati siaran televisi interaktif masih dibutuhkan akses Internet dan sebuah komputer, dimana hal ini diakui Dr. Avudh dari Shin Satellite sebagai kendala. “Siaran TV tidak akan pernah tergantikan oleh media baru, karena yang dibutuhkan adalah sebuah remote control untuk mengoperasikannya,” ujar Avudh, sambil menambahkan bahwa TV interaktif akan menjadi media alternatif. aa

foto: muflihun

© 2003 - 2005 eBizzAsia. All rights reserved.