Volume II No 19 - Agustus 2004



DR. Ir. Richardus Eko Indrajit M.Sc., M.B.A.
dilahirkan di Jakarta pada 24 Januari 1969. Menyelesaikan studi sarjananya di Jurusan Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada 1992. Setelah memperoleh gelar insinyur di bidang teknik komputer, Eko berhasil mendapatkan beasiswa dari Pertamina untuk melanjutkan studi pasca sarjananya di Amerika. Pada 1993, Eko diterima di Harvard University dan berhasil mendapatkan gelar Master of Applied Computer Science pada 1995. Pada saat yang sama, Eko belajar pula di Boston University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Sekembalinya ke tanah air, Eko bergabung dengan sebuah perusahaan konsultan multinasional sambil mengambil program jarak jauh Master of Business Administration di Leicester University, Inggris. Kemudian Eko mengambil program riset doctoral dari University of the City of Manila dan berhasil mendapatkan gelar Doctor of Business Administration pada pertengahan 1999. Saat ini, selain bekerja sebagai konsultan independen yang telah membantu sejumlah perusahaan swasta di berbagai jenis industri dan institusi pemerintahan dalam merencanakan dan mengembangkan teknologi informasinya Eko juga aktif mengajar di beberapa universitas terkemuka di Indonesia, seperti Program Pasca-Sarjana Universitas Bina Nusantara-Curtin University, Program Sarjana ITS Surabaya Program Magister Komputer Teknologi Informasi Universitas Indonesia, dan Institut Kesenian Jakarta. Di samping mengajar Eko berperan secara aktif sebagai konsultan dan peneliti khusus Kelompok Kerja Ketahanan Nasional dan Wakil Ketua Kelompok Kerja Sistem Manajemen Nasional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Tak kurang dari 12 buku telah ditulisnya, yang mencakup Teknologi Informasi, eBusiness, Supply Chain Management (SCM), Linux, Penuntun Mencari Informasi di Internet, dan lain sebagainya.•


Cara Efektif Meyakinkan Bos

Terima kasih sebelumnya. Saya akan menanyakan beberapa hal berikut, harapan kami Pak Eko berkenan menjawabnya: Sebenarnya perusahaan kami sudah menerapkan TI dan beberapa aplikasi, meski belum optimal. Bagaimana caranya (yang jitu) untuk meyakinkan Bos bahwa perlu adanya peningkatan penerapan TI, yang sudah tentu akan terkait dengan biaya/investasi baru. Hal-hal apa yang menurut Pak Eko dapat menjadi hal penting yang mungkin akan menjadi concern Bos saya untuk itu? Apakah perlu menghadirkan konsultan, atau kami para manajer ini perlu berembug lebih dahulu dan mengajukan usulan ke Bos. Atau, adakah cara yang efektif?

Martha Alesandra, Product Development Manager, Bekasi

Untuk dapat secara efektif meyakinkan bos, hal yang perlu dilakukan adalah memahami bagaimana jalan pikiran seorang pimpinan perusahaan, terutama pandangannya terhadap teknologi informasi (TI) dan bidang usaha (bisnis) yang digelutinya. Paling tidak ada beberapa kiat yang dapat digunakan untuk meyakinkan perlunya dilakukan peningkatan penerapan dan pengembangan teknologi informasi, seperti:

  • Pimpinan perusahaan setiap hari selalu concern dengan strategi usaha para pesaing bisnisnya (kompetitor), sehingga jika yang bersangkutan dapat secara gamblang melihat bagaimana para kompetitornya berlomba-lomba melakukan investasi di bidang TI, maka secara tidak langsung yang bersangkutan akan “tergoda” untuk mempelajari kemungkinan pengembangan TI di perusahaannya.
  • Pimpinan perusahaan biasanya memiliki “perusahaan idola” (di tingkat regional atau internasional) yang menjadi cermin diarahkannya pengembangan bisnis yang dimiliki saat ini. Dengan melakukan studi perbandingan ke perusahaan tingkat dunia tersebut, yang bersangkutan akan melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana TI secara signifikan berperan dalam menopang keberhasilan usaha organisasi yang bersangkutan.
  • Pimpinan perusahaan sering melakukan perbandingan kinerja atau benchmarking terhadap proses bisnis yang dimiliki dengan para pesaing utamanya. Jika dapat dibuktikan bahwa dengan diterapkannya TI dapat meningkatkan kinerja usaha proses bisnis tersebut secara lebih cepat, lebih baik, lebih murah dibandingkan dengan kompetitor utama, maka jelas investasi pembangunan perangkat teknologi ini tidaklah akan sia-sia karena memiliki manfaat yang jelas.
  • Pimpinan perusahaan harus bertanggung jawab kepada pemegang saham atau pemilik usaha yang ditekuninya sehubungan dengan kinerja atau performa perusahaan dari waktu ke waktu (misalnya pada saat Rapat Umum Pemegang Saham). Seringkali justru pemegang saham inilah yang memiliki pengetahuan mengenai bagaimana TI dapat meningkatkan kinerja perusahaan, sehingga sebagai pemilik modal, “perintah” kepada pimpinan perusahaan untuk memperhatikan dan mempelajari hal tersebut kerap kali cukup efektif dampaknya.
  • Pimpinan perusahaan sadar pula akan cukup banyaknya stakeholders yang harus dipuaskan kebutuhannya, agar bisnisnya dapat berkembang dengan baik dan tidak mengalami gangguan yang berarti. Mereka yang berkepentingan ini antara lain adalah pelanggan, karyawan, pemerintah, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Jika salah satu saja dari mereka memiliki kebutuhan yang terkait dengan perlu dikembangkannya TI di perusahaan, maka jelas pimpinan perusahaan harus memperhatikannya.•
© 2003 - 2004 eBizzAsia. All rights reserved.