Volume II No 19 - Agustus 2004

Online Music: Dari Tren ke Transformasi

Ketika Napster, yang didirikan Shawn Fanning pada 1999, muncul pertama kali di jagat maya, tak banyak orang serius menanggapinya. Saat itu, meski secara sporadis sudah ada situs yang menyediakan musik digital (MP3), namun masih terbatas. Napster jelas berbeda, karena ia merupakan situs web yang khusus menyediakan musik-musik digital online dalam jumlah besar dari berbagai artis, termasuk dari “the big five” dan dapat di download secara gratis. more

Ancaman Mematikan Industri Rekaman Dunia

Berbagai model bisnis distribusi musik (dan film) online, belakangan ini tampaknya akan menjadi ancaman serius industri rekaman dunia. Akankah industri rekaman (konvensional) mengalami kepunahan? more

Tak Ada Jalan untuk Mengelak

Perkembangan teknologi dan munculnya berbagai model bisnis baru distribusi musik (dan film) online merupakan tren besar ke depan. Siapa mau ikut? more

Bersaing Berebut Pengaruh

Persaingan para pemain besar di bisnis musik online semakin meningkat. Siapa yang akan mendapat pengaruh terbesar di pasar? more

Masih Jauh Dari Jangkauan

Hiruk pikuk distribusi musik online ini tampaknya belum berpengaruh di tanah air. Selain pengguna internetnya masih sedikit dibanding jumlah penduduk (apalagi jumlah pelanggannya), sebagian besar masyarakat kita masih cukup puas menikmati audio berkualitas analog dari kaset. Saat ini, industri rekaman lokal masih lebih disibukkan urusan menghadapi pembajakan rekaman yang tak kunjung reda, ditambah lagi masalah cukai yang akan diterapkan pada media rekam, baik magnetik (kaset) maupun optik (CD, DVD). more

© 2003 - 2004 eBizzAsia. All rights reserved.