Volume II No 19 - Agustus 2004
 

Apple, Microsoft dan Sony
Bersaing Berebut Pengaruh

 

Persaingan para pemain besar di bisnis musik online semakin meningkat. Siapa yang akan mendapat pengaruh terbesar di pasar?

12 Juli lalu, Apple Computer Inc. menyatakan bahwa iTunes Music Store yang dibangunnya telah berhasil menjual lebih dari 100 juta lagu secara online . Lagu keseratus juta itu, "Somersault (Dangermouse remix)" dari Zero7 telah dibeli oleh Kevin Britten, 20 tahun, yang berasal dari Hays, Kansas pada hari Minggu, 1 Juli 2004. Untuk itu, Kevin berhak mendapatkan komputer PowerBook 17-inci buatan Apple, iPod 40 GB, sebuah sertifikat hadiah 10.000 lagu iTunes untuk mengisi iPod-nya dan kesempatan membuat Celebrity Playlist miliknya untuk dipublikasikan di iTunes Music Store.

iTunes Music Store dibangun Apple April 2003 memang untuk mendukung perkembangan iPod. iTunes menggunakan teknologi kompresi AAC ( advanced audio compression ), yang dipandang lebih efisien dibanding MP3 dan, sudah tentu, kompatibel dengan iPod. iPod sendiri, yang dengan kapasitas 40 GB mampu menyimpan 10.000 lagu, saat ini mendapat banyak peminat, terus meningkat penjualannya. Pada 2005 mendatang diprediksi iPod ini akan dimiliki oleh sekitar 5 juta orang di seluruh dunia. Meski hingga akhir 2004 ini, diperkirakan baru sekitar 1,28 juta yang terjual.

Namun, ke depan posisi Apple iPod ini akan menghadapi persaingan yang jauh lebih seru. Pasalnya, Bill Gates melalui Microsoft akan menanamkan investasi yang jauh lebih besar ke pasar musik digital. Sebelumnya, Microsoft juga telah memasarkan penggunaan Microsoft Media Player 9 yang berformat Windows Media Audio (WMA).

Diperkirakan akhir tahun ini Microsoft baru akan mengumumkan pembukaan online music store -nya guna menyaingi iTunes Music Store-nya Apple. Jika hal ini terealisasi, maka di puncak bisnis online music ini akan bertengger dua kekuatan besar yang saling bersaing dan menggunakan basis format yang berbeda.

Beberapa rumor mengatakan bahwa Microsoft akan menggandeng Best Buy, peritel elektronik online AS yang berkembang pesat, untuk menjual lagu ( tracks ) online dengan harga 89 sen dolar per lagu, sementara iTunes menjualnya 99 sen dolar. Masalahnya, bukan harga jual yang lebih rendah, melainkan para pengguna iPod, yang berformat AAC, tentu saja tidak dapat men download lagu-lagu dari situs Microsoft, yang berformat WMA. Format WMA ini, selain didukung oleh online store Microsoft, juga dapat di download dari Napster dan OD2.

Menurut Simon Dyson, seorang analis dari Informa Media , saat ini, memang, kompatibilitas belum menjadi masalah, tetapi nantinya hal itu diperkirakan akan menjadi masalah besar. Bayangkan saja, jika Microsoft menjadi situs download terbesar dan kompatibel dengan player terbesar, maka posisi iPod jelas akan terancam. “Itu akan membuat pemilik iPod mengalami mimpi buruk”, ujar Simon Dyson menambahkan.

Selain itu, Apple juga menghadapi ancaman dari Sony yang akan meluncurkan Sonny Connect dan digital music Network Walkman , yang dianggap lebih unggul dari iPod, terutama dalam kapasitas dan daya tahan baterenya hingga 30 jam. Format yang digunakan juga berbeda, yakni berbasis teknologi kompresi ATRAC3. Selain itu, beratnya pun 30% lebih ringan. Koneksinya ke komputer menggunakan USB 2.0. Yang menarik, perangkat buatan Sony ini mampu memainkan musik, baik dengan format MP3, WAV maupun WMA.

Namun, kalangan analis memperkirakan bahwa jalan Sony tak mudah, karena iPod kini menguasai 50% pangsa pasar. Selain itu, iTunes sudah cukup berhasil mendukung dan menarik peminat di seluruh dunia.

Selain itu, Sony pun masih harus menghadapi persaingan internal. Karena, divisi VAIO juga meluncurkan music player berkapasitas 40 GB. Kedua perangkat ini menggunakan system operasi yang sama, SonicStage, dan juga menghubung ke situs yang sama, Sonny Connect.

Pertarungan akan semakin seru, sehingga di masa datang, baik Apple, Sony, Microsoft maupun kompetitor lainnya harus membuat suatu perjanjian yang kokoh ( golden handcuffs ) dengan mega bintang, seperti Britney Spears atau Robbie Williams, yang lagu-lagunya banyak diminati orang, sehingga lagu mereka hanya tersedia di satu server saja.

Nantinya, ujar Dyson, seseorang yang memiliki player tertentu, bila salah memilih, akan tak berguna, karena terbatas hanya di satu format, padahal tak terdukung secara luas. Jadi, lagu-lagu yang ada di Napster misalnya, tidak ada di iTunes.

Idealnya, jika hal itu didukung teknologi yang canggih, standar yang terbuka dan format yang kompatibel, sehingga penyedia layanan online dapat menyediakan lagu-lagu secara global dari berbagai artis, dengan genre musik yang bervariasi, baik dari the big five maupun independen. Dan, yang lebih penting, selain harganya murah, juga dapat dimainkan di berbagai perangkat atau player yang berbeda- beda.

amun, saat ini, tampaknya, para pemain besar seperti Apple, Microsoft dan Sony, saling melirik langkah-langkah apa yang akan dibuat saat ini dan ke depan. Persaingan tampaknya semakin seru, dan saling mengambil langkah-langkah mematikan. Akankah nasibnya sama dengan pengalaman di masa lalu dalam persaingan antara Betamax dengan VHS? Insa

Foto-foto: Muflihun & istimewa

© 2003 - 2004 eBizzAsia. All rights reserved.