THAILAND
Thailand Berambisi Menjadi Hub Web Services Global
Kementerian Infokom Thailand belum lama ini meneken kerjasama dengan Microsoft ( Thailand ) untuk menggulirkan inisiatif pemromosian teknologi web service. Langkah ini meliputi pelatihan sekitar 30.000 tenaga ahli web service terampil dan merangsang penggunaan teknologi ini di lembaga-lembaga pemerintahan.
Menurut Menteri Infokom Thailand , Dr Surapong Suebwonglee, sasaran proyek ini adalah juga sekaligus memromosikan negeri itu sebagai suatu hub web service internasional. Menurutnya, web services akan menjadi teknologi penting di masa depan, dan bangsa Thai, khususnya dari kalangan software house perlu mengambil peluang itu dengan memupuk keahlian di bidang tersebut.
“Ketika berbicara mengenai India , pikiran kita akan mengacu pada industri enterprise software -nya. Ketika bicara call center , kita akan menyebut Filipina dan India . Kini, kami menginginkan orang memandang Thailand sebagai pakar di bidang web services ,” tegas Surapong.
Pemerintah Thai merencanakan untuk berinvestasi pada pelatihan, mendorong lembaga-lembaga pemerintahan untuk menggunakan aplikasi web service dan mengalokasikan dana untuk para developer piranti lunak.
Dalam tiga tahun, pemerintah negeri gajah putih itu menargetkan sekitar 20.000 guru sekolah dan 90.000 murid sekolah akan memiliki pengetahuan mengenai web services . Selain itu, sekitar 60.000 mahasiswa juga akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi.
Pemerintah Thailand juga berharap bisa mendapatkan sekitar 2000 pengembang piranti lunak bersertifikasi, 9000 pekerja TI lokal yang bersertifikasi dan sekitar 600 staf internasional bersertifikasi dalam teknologi web service , tambah Surapong.
Secara global, web services , suatu teknologi piranti lunak yang memungkinkan berbagai aplikasi yang berbeda platform saling ‘berbicara' dan bertukar data satu sama lain, belakangan ini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Menurut catatan IDC, anggaran belanja TI seluruh dunia untuk web services akan meningkat secara dramatis, dari 7 persen dari anggaran menjadi 48 persen pada 2007.
Sementara itu, perusahaan riset pasar lainnya, Gartner juga melaporkan bahwa nilai industri web services secara keseluruhan pada 2010 akan mencapai 32 miliar dolar AS.
Namun diluar prediksi yang cukup optimis itu, suatu studi yang dilakukan Microsoft di Thailand mengungkapkan bahwa hanya sekitar 23 persen software house di Thailand memiliki pengalaman dalam mengembangkan web service , dibandingkan para pengembang Asia Pasifik, yang 56 persennya berketrampilan web services . bp/aa
HONG KONG
Jejaring IP Phone untuk Perhotelan
Anggaran TI yang ketat, bukan menjadi halangan bagi suatu perusahaan untuk investasi dalam perangkat teknologi. Apalagi ketika implementasinya memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.
Adalah Langham Place Hotel, salah satu hotel di Hong-Kong yang berani berinvestasi cukup besar pada sistem TI, sekitar 4,5 juta dolar AS, untuk memberi wajah baru pada industri hospitality .
Sejak tahun 1997, industri perhotelan di wilayah bekas koloni Inggris itu mengalami penurunan profit yang cukup besar. Krisis ekonomi yang mendera Asia , dampak serangan 11 September, dan, yang terdahsyat, dampak wabah SARS membuat industri ini kelimpungan.
Namun, berkat perjanjian Closer Economic Co-operation Arrangement (CEPA) dengan Cina dan kelonggaran travel policy di Cina, industri perhotelan Hong--Kong kini mulai menikmati masa-masa terbaik sejak tahun 1997.
“Perekonomian membaik dan kami harus memastikan bahwa kami mampu menangkap setiap peluang bisnis yang tumbuh,” ujar Brett Butcher, managing director , Langham Place Hotel.
Untuk memberi layanan ke para tamu secara lebih efisien dan lebih hemat, pihak hotel melakukan penyerdehanaan struktur organisasinya. Untuk mendukung struktur organisasi yang lebih ringkas ini, Langham Place menggelar jejaring komunikasi IP, yang terdiri atas telepon kabel maupun nirkabel di seluruh lokasi gedung.
“Kami ingin memberi suatu layanan suara dan data Wi-Fi di seluruh lokasi hotel, dimana para pebisnis yang bermalam disini bisa menikmati tingkat konektivitas dan kenyamanan sama dengan yang mereka dapatkan di kantor mereka,” ujar Butcher.
Hotel ini menggunakan teknologi jejaring komunikasi IP dari Cisco System, seperti switch Cisco Catalyst dengan Cisco Call Manager untuk menggantikan sistem PBX tradisional, serta Cisco Aironet untuk akses nirkabelnya.
Setiap kamar memiliki sebuah IP phone dengan layar sentuh warna untuk akses cepat ke informasi mengenai cuaca, berita dan harga saham serta siaran radio berbasis Web.
Telepon ini juga memungkinkan para tamu mengirim pesan e-mail dan meminta layanan tamu. Pihak Langham Place juga menyediakan IP phone mobile , tetapi hanya untuk tamu yang menempati kamar eksekutif atau kelas atas lainnya.
Tak hanya tamu yang menikmati fasilitas ini. Menurut Butcher, para staf penjualan dan manajerialnya juga dilengkapi dengan IP phone mobile , yang bisa mereka bawa ke berbagai lokasi di dalam hotel untuk menerima atau melakukan panggilan telepon. “Dengan demikian mereka selalu dapat dihubungi, dan tidak ada lagi miss call ,” ujar Butcher.
Aplikasi IP ini juga mendukung layanan di front office , serta terhubung ke back office . Para petugas front desk maupun food and beverage misalnya, dilengkapi dengan perangkat PDA, yang memungkinkan mereka terhubung secara nirkabel ke database tamu dan melakukan check-in untuk seorang tamu atau menerima pesanan makanan dari para tamu dimana saja dan kapan saja.
Investasi TI yang dilakukan Langham Place Hotel ini tidak hanya terbatas pada infrastruktur dan perangkat bergerak saja, tetapi juga pada solusi komunikasi VoIP. Solusi yang dinamakan Click-to-Talk ini memungkinkan tamu, para kolega, teman dan sanak keluarganya menelepon ke hotel secara gratis, dari manapun di dunia, melalui Internet dan Web browsernya. Cukup dengan mengklik sebuah ikon pada situs web hotel, para tamu bisa langsung terhubung dengan call center hotel .
Fasilitas call center yang disebut SMART ( Single-Touch, Multi-Action Response Team ) ini merupakan langkah maju Langham Place untuk menyediakan satu wadah tunggal untuk seluruh layanan tamu. Ketika seorang tamu membutuhkan suatu layanan, ia tinggal menggunakan mobile atau fixed IP phone -nya. Selanjutnya, sembilan orang staf SMART Center akan mengatur pesanan tamu dan mempersiapkan pesan elektronik ke staf layanan terkait.
Sekalipun demikian, ketika berbicara masalah return on investment (ROI) proyek TI ini, Jorgen Christensen, direktur penjualan dan pemasaran Langham Place mengatakan cukup sulit untuk mengkuantifikasi manfaat intangible -nya.
“Namun, yang pasti, seluruh investasi ini akan memberikan hasil berupa peningkatan efisiensi pengoperasian hotel dan memperbaiki kualitas layanan kami,” ujarnya. cmp/aa
INDIA
India Langsung Lompat ke 4G
Pemerintahan koalisi baru India yang dimotori partai Kongres telah menggariskan perubahan menyeluruh terhadap kebijakan telekomunikasi India ke depan.
Pemerintah India mengambil ancang-ancang merangkul teknologi nirkabel 4G dan memberi dorongan lebih besar untuk memasyarakatkan TI.
Menurut menteri TI dan Telekomunikasi India yang baru, Dayanidhi Maran, pihaknya merencanakan untuk melakukan lompatan layanan teleponi bergerak langsung ke teknologi 4G. Saat ini, untuk mobile telephony , India menggunakan teknologi GSM (2G) dan CDMA.
“Standar 3G telah berkembang, namun terbukti tidak hemat biaya. Oleh karenanya kami merencanakan untuk melompati generasi ini dan langsung mengembangkan teknologi 4G. Kami pun akan mendirikan sebuah National Centre for Excellence untuk bidang ini,” sambutnya.
Pada 2006 mendatang, Maran merencanakan untuk mengadopsi IPv6 di India guna mengakomodasi peningkatan jumlah pengguna, dan mengatasi masalah security .
“Kami yakin fasilitas komunikasi dan TI sangat relevan di India . Fasilitas ini harus menyentuh kehidupan rakyat di pedesaan,” ujar Maran. Saat ini, menurutnya, ada sekitar 50.000 desa di India yang tidak memiliki fasilitas telepon. “Kami ingin agar mereka semua bisa terhubung, paling tidak saat sekarang ini.”
Maran juga berencana menghubungkan seluruh ISP di India ke suatu Internet Exchange nasional untuk penjaluran trafik yang efisien, penghematan biaya dan meningkatkan kualitas layanan.
Menurutnya, empat titik Internet akan dioperasikan untuk melayani trafik domestik. Saat ini, hanya 25 ISP di negeri itu yang terhubung. Pemerintahan baru ini juga akan memperluas proyek Media Lab Asia untuk mengembangkan PC murah dan piranti komunikasi lainnya. Saat ini, penetrasi PC di India di bawah 10 per 1000 penduduk, sementara pelanggan Internet masih jauh di bawah angkat dua juta.
Menyikapi rencana pemerintah baru ini, Ashok Soota, chairman and managing director , Mindtree Consulting , salah satu perusahaan konsultasi TI di India mengatakan bahwa pemerintah India juga perlu memperluas aktivitas penelitian dan pengembangan ke sektor swasta dan mendorong keterhubungan antara pihak industri dan akademis. cmp/aa
MALAYSIA
Linux Mendompleng PC Murah
Linux membuat terobosan dalam industri PC Malaysia dengan lebih dari dua pertiga PC yang terjual melalui skema PC murah menggunakan sistem operasi berbasis open source tersebut.
Menurut asosiasi komputer dan multimedia Malaysia, Pikom, PC berbasis Linux mencapai 71,5 persen dari 10,000 unit PC murah yang terjual selama enam minggu pertama sejak kampanye PC murah diluncurkan. Sementara PC murah lainnya mengusung Windows XP versi Melayu, yang hanya tersedia melalui skema PC murah ini.
Deputi ketua Pikom, Lee Boon Kok mengatakan bahwa tingginya permintaan paket PC Linux ini disebabkan harganya yang cukup atraktif. Dengan membayar 988 ringgit atau sekitar 2,3 juta rupiah, pengguna mendapatkan PC berbasis Linux yang dibundel dengan productivity suite OpenOffice. Harga ini lebih murah dibandingkan menggunakan paket Windows yang berharga sekitar 1.200 ringgit atau 2,8 juta rupiah.
Skema PC murah yang digelar Pikom dan didukung kementerian energi, sumberdaya air dan komunikasi Malaysia ini bertujuan meningkatkan penetrasi PC, yang menurut Pikom saat ini berkisar 15 persen, menjadi sekitar 25 persen.
Selama kurun waktu 15 Maret sampai 30 April lalu, Pikom dikabarkan berhasil menjual 10.000 unit PC murah senilai lebih dari 10 juta ringgit atau sekitar 23 miliar rupiah. Sebelumnya dikabarkan bahwa Pikom menargetkan untuk menjual sekitar 500 ribu PC sampai akhir tahun ini.
Skema PC murah yang digelar Pikom ini dipandang sebagai pengisi kekosongan yang ditinggalkan skema pengadaan PC murah sebelumnya, yang dioperasikan Employees Provident Fund (EPF). Skema yang diinisiasi pemerintah Malaysia diluncurkan pada tahun 2000 lalu. Dalam waktu setahun, EPF menyetujui sekitar setengah juta aplikasi pendanaan senilai 1,4 miliar ringgit atau sekitar 3 triliun rupiah untuk mendapatkan PC murah. Namun, skema pendanaan PC murah ini dicabut menyusul begitu banyaknya keluhan, mulai dari lambatnya pengiriman barang atau bahkan barang tidak terkirim sama sekali, para vendor menginstall piranti lunak bajakan pada PC serta penyalahgunaan dana pinjaman dari EPF untuk kepentingan lain. cmp/aa
Malaysia Sediakan Akses Broadband Secara Massal
Pemerintah Malaysia awal Juli lalu mengumumkan rencana untuk menjembatani kesenjangan digital di Malaysia dengan menyediakan akses broadband ke masyarakat luas.
Menteri energi, sumberdaya air dan komunikasi Malaysia , Datuk Seri Lim Keng Yaik menyoroti begitu terbatasnya cakupan broadband , khususnya di daerah pedesaan. Dengan populasi sekitar 25 juta jiwa, menurut Lim, Malaysia memiliki tingkat penetrasi Internet – termasuk penggunaan akses broadband – hanya 4 persen.
“Jika pemerintah hanya menggantungkan pada sektor swasta untuk menyediakan akses broadband , proses penyebaran ini akan berjalan lambat,” ujar Lim.
Lim mengatakan bahwa ia tengah memyiapkan suatu rencana, yang akan mencakup pemanfaatan infrastruktur pemerintah yang sudah ada seperti Schoolsnet, e-Government dan MyRen ( Malaysian Research and Education Network ) guna memastikan konektivitas broadband ini mencapai critical mass-nya.
Namun Lim menambahkan bahwa rencana masih harus mendapatkan persetujuan dari kabinet, namun ia berharap perencanaan ini akan selesai secepatnya.
Menurut Lim, proyek penyebaran akses broadband ini akan menyedot dana ratusan juta ringgit dan sebagian akan didanai Malaysia's Universal Service Program, yang bertujuan meningkatkan penetrasi layanan telekomunikasi dasar di daerah-daerah yang tidak terlayani maupun kurang terlayani akses telekomunikasi. cna/aa
FILIPINA
Filipina Perluas Jejaring e-Learning
Departemen sains dan teknologi Filipina (DOST) akan menghubungkan jejaring sekolah dan institusi riset lokalnya ke sebuah jejaring e-learning regional bernama ASEAN Virtual Institute of Science and Technology (AVIST), yang menawarkan kursus teknologi tingkat lanjut.
DOST, saat ini, menjalankan Philippine Research Education and Government Information Network (PREGINET), sebuah jejaring broadband nasional yang memungkinkan anggotanya mengakses database institusi riset milik pemerintah dan berbagai universitas negeri di Filipina. Pengelolaan PREGINET diserahkan ke Advanced Science and Technology Institute ( ASTI ), lembaga dibawah DOST. Saat ini, jejaring tersebut memiliki anggota 84 organisasi, jelas Dennis Villorente, pejabat ASTI . Beberapa dari anggotanya berasal dari kalangan swasta dan mereka membayar sejumlah biaya bulanan ke DOST.
Sementara itu, AVIST (www.avist.org) dirancang sebagai jejaring virtual untuk melayani warga dari kesepuluh anggota ASEAN yang ingin mengembangkan kemampuan profesionalnya. Situs percontohan AVIST dikembangkan oleh Asian Institute of Technology di Thailand. Saat ini, AVIST menawarkan berbagai kursus percontohan seperti Sustainable Ecotourism Development , Bioinformatika serta kursus pengenalan mengenai manajemen teknologi dan inovasi.
Villorente mengatakan bahwa AVIST akan mulai menawarkan kursusnya ke publik pada Agustus ini. Ia pun menambahkan bahwa AVIST diharapkan akan menjadi komplemen bagi PREGINET yang sudah menjadi saluran layanan e-learning untuk DOST dan ASTI . Jaringan e-learning lokal tersebut saat ini menawarkan kursus-kursus teknologi tingkat lanjut seperti networking dan mikroelektronika. cw/aa |