Jos Luhukay
Transformasi flattening atau horizontalization, dimana jumlah lapisan hirarki berkurang dan rentang kendali bertambah lebar, saat ini jamak terjadi pada perusahaan-perusahaan yang beralih ke pola ekonomi baru, dimana kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship) menjadi sesuatu yang penting, bukan saja untuk berekspansi, melainkan juga untuk bertahan dalam peralihan ekonomi global. Kemampuan ini bukan saja diperlukan pada peringkat perusahaan, melainkan juga pada setiap pimpinan dan manajer perusahaan tersebut. Secara perorangan, kemampuan seperti ini akan menciptakan shareholders value dalam konteks yang seringkali lebih bersifat intra-preneurial, ketimbang entre-preneurial.
Agus Pracoyo
Kata “audit” mungkin tidak asing bagi telinga kebanyakan orang, tetapi terminologi Audit TI seolah-olah menjadi jargon baru bagi sebagian orang, karena mereka beranggapan kalau bicara soal audit, ya audit finansial. Selain kata audit, beberapa terminologi yang muncul ke permukaan dalam pemberitaan media massa sehubungan dengan TI KPU beberapa waktu lalu, terutama masalah keamanan sistem informasi, adalah uji penetrasi atau penetration testing dan assessment . Beberapa orang mempertukarkan istilah-istilah tersebut, yang sebenarnya berbeda.
Indra Utoyo
Kompetisi dan perkembangan teknologi yang cepat di Industri telekomunikasi memberi tantangan pada setiap pelakunya untuk memiliki kelincahan dan keluwesan dalam merespon dinamika pasar. Efisiensi pengelolaan semakin menjadi mantra wajib untuk tumbuh dan bertahan. Di samping itu, lingkungan industri yang dinamis mengakibatkan pengelolaan kompetensi sumber daya manusia menjadi sangat menantang. Fenomena ”many but not enough” sangat terasa bagi perusahaan jasa telekomunikasi (Telco), khususnya pelaku incumbent seperti TELKOM Indonesia, BT, France Telecom, dan operator dominan lainnya.
Bob Julius Onggo
Orang pemasaran dari dulu hingga sekarang telah menggunakan surat-surat promosi yang dikirim langsung ke orang-orang yang bersangkutan. Hal ini dimungkinkan karena adanya database alamat dan nama-nama orang yang bersangkutan, yang diperoleh dengan berbagai cara. Karena departemen pemasaran erat hubungannya dengan departemen PR, maka cocok kalau bab ini dikaitkan penggunaan direct mail online dengan PR. Dan seraya berkembangnya teknologi internet, maka media ini dapat digunakan untuk berpromosi atau berkomunikasi langsung dengan publik secara mudah. Bedanya, promosi ini dapat dikirimkan lewat e-mail dan langsung diterima di inbox resipien yang bersangkutan.
Andi Anugrah
Membangun budaya pelayanan dalam call center merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Masing-masing call center harus memiliki ciri khas yang mencerminkan lingkungan kerja dan kualitas pelayanannya. Budaya pelayanan dapat mengarah ke budaya negatif atau positif tergantung dari komitmen manajemen yang mengelolanya. |