Volume II No 17 - Mei - Juni 2004
  Indra Utoyo

Alihdaya di Telco: Upaya ko-evolusi era kompetisi
 
 

Kompetisi dan perkembangan teknologi yang cepat di Industri telekomunikasi memberi tantangan pada setiap pelakunya untuk memiliki kelincahan dan keluwesan dalam merespon dinamika pasar. Efisiensi pengelolaan semakin menjadi mantra wajib untuk tumbuh dan bertahan. Di samping itu, lingkungan industri yang dinamis mengakibatkan pengelolaan kompetensi sumber daya manusia menjadi sangat menantang. Fenomena ”many but not enough” sangat terasa bagi perusahaan jasa telekomunikasi (Telco), khususnya pelaku incumbent seperti TELKOM Indonesia, BT, France Telecom, dan operator dominan lainnya.

Industri jasa telekomunikasi memiliki ciri yang khas yaitu layanannya dibutuhkan tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sehingga kapabilitas pelayanan yang prima dengan produk yang beragam merupakan seni tersendiri. Pengelolaan layanan membutuhkan kompetensi operasi layanan dan penanganan gangguan yang memadai dengan memadukan berbagai elemen layanan meliputi jaringan akses, jaringan transmisi, perangkat produk, perangkat pelanggan, customer care , billing dan lain sebagainya.

Salah satu pelajaran berharga dari fenomena Gelembung Teknologi 3 tahun lalu adalah tantangan untuk mendefinisikan kembali apa kompetensi inti dari sebuah perusahaan jasa telekomunikasi. Bukan hanya dalam hal mana kemampuan terbaik yg bisa dilakukan, mana yang belum dilakukan dengan baik, tetapi yang paling penting adalah pada area mana perusahaan ingin unggul (excellent) di masa depan.

Sebuah kajian yang dilakukan konsultan stratejik Booz Allen Hamilton (BAH) terhadap 40 pimpinan perusahaan telekomunikasi tentang sikap mereka menghadapi perubahan, menunjukkan bahwa sebagian besar pimpinan Telco menyadari perlunya mengubah persepsi dimana dan bagaimana mereka menambah nilai. Kurang lebih 90% dari Telco pendatang baru, melakukan alihdaya ( outsource ) dengan porsi yang cukup besar dari operasi jaringan mereka, sistem informasi serta infrastruktur billing-nya. Area-area yang 5 tahun lalu dipandang sebagai kekuatan utama atau strategis dari telco. Sementara bagi Telco lama (incumbent), satu dari lima operator berencana untuk mengalihdayakan area tersebut dalam waktu dekat.

Indra M. Utoyo • Deputy Head, Telkom Multimedia Division, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Foto-foto: dok. ebizzasia

Artikel selengkapnya bisa Anda jumpai di majalah eBizzAsia volume II nomor 17 bulan Mei-Juni 2004. Untuk mendapatkannya Anda bisa hubungi Ibu Liliek di (021) 7193264

© 2003 - 2004 eBizzAsia. All rights reserved.