|
Accelrys,
sebuah perusahaan pembuat piranti lunak riset, yang
juga merupakan anak perusahaan Pharmacopeia Inc. mulai
memperkenalkan paket PLM yang ditujukan bagi perusahaan-perusahaan
farmasi.
Agile Software Inc. juga meluncurkan PLM yang ditujukan
untuk membantu produsen peralatan medis untuk memperbaiki
proses agar memenuhi standar FDA dan mengatasi masalah-masalah
yang terkait dengan kesesuaian dokumen. Ke depan, Agile
juga akan menggarap pasar farmasi dan CPG.
Vendor ERP juga tak mau ketinggalan. Oracle misalnya,
mengatakan bahwa pihaknya akan memokuskan produk-produk
PLM berfitur penuh ke pasar life science. Sementara
SAP melihat peluang besar PLM di perusahaan-perusahaan
manufaktur proses, dan mulai akhir tahun lalu memperkenalkan
aplikasi yang dibuat di atas teknologi integrasi NetWeaver
untuk menggabungkan data dari sistem perusahaan lain
dengan data produk, kata Stephan Schindewols, vice
president PLM, SAP.
EDS memperluas jajaran produk Teamcenter PLM-nya,
tidak saja hanya mencakup industri otomotif dan dirgantara,
namun juga industri CPG. Sementara MatrixOne Inc. memperkenalkan
Specification Central untuk industri CPG, peralatan
medis, dan perusahaan life-science.
Di sisi lain, kalangan industri pengguna PLM pun tidak
berpangku tangan dalam pengembangan aplikasi PLM ini.
Contohnya adalah yang ditempuh perusahaan CPG terkemuka
dunia Procter & Gamble Co, yang juga mengambil
bagian dalam pengembangan aplikasi PLM yang dibuat
EDS maupun MatrixOne Inc.
Ketika P&G mencari solusi semacam ini di pasar
sekitar dua tahun lalu, tidak ada satu pun yang cocok
dengan karakteristik industrinya. P&G akhirnya
mengambil langkah bekerjasama dengan EDS dan MatrixOne
untuk membuat piranti lunak vertikal di atas platform
yang sudah ada. Saat ini, P&G menjalankan sistem
PLM berskala dunia, yang mengelola sekitar 400.000
spesifikasi, termasuk formula produk, informasi kemasan,
proses-proses yang digunakan untuk membuat produk dan
menguji bahan mentah, dan memenuhi regulasi di semua
negara di mana perusahaan tersebut berbisnis.
Sebelumnya, perusahaan tersebut mengandalkan lebih
dari 30 sistem di seluruh dunia untuk mengelola data
ini, termasuk e-mail dan bahkan kertas. Sehingga pengembang
produk sampo baru misalnya, tidak selalu mengetahui
bahwa cetakan yang mereka gunakan untuk membuat kemasan
telah melalui proses uji berbulan-bulan sesuai ketentuan
FDA. Sistem baru ini, yang telah digunakan sekitar
11.000 karyawan, merupakan sebuah “sarana yang
bagus untuk mengetahui dengan tepat apa yang kita produksi,
dimana kita berproduksi, kemasan apa yang kita gunakan,
dan di mana produk akan dijual,” kata Dan Blair,
direktur worldwide technical standards and systems,
P&G.
PLM diharapkan bisa memenuhi tuntutan pasar yang bergerak
sangat dinamis. Di tengah- persaingan usaha yang begitu
ketat, sangat penting selalu berada di depan, apalagi
yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pelanggan.
Selama bertahun-tahun, Huber Engineered Materials,
sebuah produsen produk-produk seperti silica dan silicate,
yaitu bahan-bahan yang menambahkan sifat abrasif dan
rasa ke pasta gigi, menempuh cara coba dan buktikan:
buat produk baru, kemudian temukan pasarnya. Namun,
dengan semakin singkatnya waktu dari proses pengenalan
produk sampai menjadi komoditas, perusahaan pun harus
berubah.
Jalan yang harus ditempuh PLM mungkin masih panjang.
Beberapa peluang pun masih terbuka lebar. EDS misalnya,
kini tengah membidik pasar farmasi, karena pemetaan
genome manusia diperkirakan menyebabkan lonjakan data
di perusahaan obat-obatan, kata John Howaniec, presiden
solusi industri PLM di EDS. PLM akan menjadi alat yang
tepat untuk membantu mempertahankan data tersebut dan
mempercepat penemuan obat-obatan baru, katanya. Ini
merupakan inovasi yang bisa memberikan manfaat bagi
banyak orang. co/iw/aa
|