Dalam
sebuah buku yang terbit Oktober 2003 lalu, yang
berjudul ‘The Naked Corporation: How the
Age of Transparency Will Revolutionize Business’,
Don Tapscott dan David Ticoll, menampilkan suatu
argumentasi yang menarik. Keduanya menyoroti
bahwa sesungguhnya tidak ada kontradiksi antara
suatu bisnis yang baik dengan nilai-nilai kejujuran
dan keterbukaan. Suatu persepsi yang mungkin
di banyak orang akan ditangkap secara sangat
berbeda, ada yang setuju dan ada yang tidak.
Namun, ada suatu kekuatan yang saat ini telah menjadi
tekanan baru terhadap perusahaan dan persaingan. Kekuatan
transparansi yang sangat kuat, yang saat ini mendapatkan
momentum untuk mendorongkan berbagai perubahan di lingkungan
perusahaan.
Ditegaskan bahwa transparansi telah bergerak ke titik
pusat berbagai perubahan. Transparansi dan nilai-nilai
korporat sangat potensial meningkatkan nilai pasar (market
value). Selain itu, transparansi merupakan sesuatu yang
sangat penting, baik bagi mitra bisnis, menurunkan biaya
transaksi antar perusahaan dan memungkinkan suatu kerjasama
dalam perdagangan.
 |
Tharsikin Insa |
Di sisi lain, keduanya juga menjelaskan bagaimana transparansi
telah menyebabkan suatu power shift terhadap pelanggan,
karyawan, masyarakat, mitra bisnis dan bahkan pemegang
saham. Juga, bagaimana dan di mana informasi membludak
dan bagaimana perusahaan-perusahaan dari berbagai industri
telah menempatkan transparansi tidak hanya sebagai tantangan,
melainkan juga peluang.
Sebagai peluang, maka setiap upaya untuk membangun transparansi
sekaligus merupakan naikan anak tangga untuk melakukan
berbagai kegiatan usaha secara tepat dan benar. Secara
tepat, karena segala sesuatunya akan disesuaikan dengan
kebutuhan dan porsinya masing-masing, baik besar maupun
kecil. Benar, dilakukan berdasarkan kaedah-kaedah yang
diterima umumnya industri, serta sistem nilai yang dipegang,
baik itu terkait dengan bisnis, pemegang saham, pelanggan
maupun masyarakat.
Dengan transparansi, kalau kita mau lebih dalam merasakannya,
ada peluang semua pihak yang terkait dengan bisnis, baik
itu karyawan, pemegang saham, pelanggan maupun investor,
untuk mendapatkan informasi secara terbuka mengenai perusahaan,
produk, jasa dan sebagainya. Tentunya, hal itu akan terkait
dengan nilai penting dan relevansinya terhadap tatanan
organisasi, sehingga masing-masing akan memperoleh akses
terhadap informasi yang sesuai.
Sebaliknya, transparansi semakin mendorong ke dalam,
semua yang terlibat dalam proses internal perusahaan,
untuk menjalankan berbagai kegiatan bisnis secara tepat
dan benar. Selain adanya kebijakan, juga dibutuhkan data
dan informasi yang bukan saja yang dibutuhkan, melainkan
juga berasal dari sumber data dan informasi yang tepat.
Sehinga, dengan begitu, data dan informasi yang diperoleh
dan ditampilkan merupakan data dan informasi yang valid
dan benar.
Dalam kaitan itu, peran teknologi informasi (TI) bukan
saja sangat penting, melainkan strategis. TI memungkinkan
terjadinya pengelolaan usaha yang berbasis data dan informasi
yang saling terkait, sehingga membentuk suatu jaringan
di mana data dan informasi dapat diperoleh dari banyak
tempat, dipilah-pilah, dihimpun dan kemudian disusun
dalam suatu bentuk pelaporan. Dengan TI, bukan saja mampu
dilakukan modifikasi dan kustomisasi yang diinginkan,
melainkan juga memungkinkan dibuatnya berbagai keputusan
dan kebijakan yang didukung oleh tersedianya data yang
akurat dan mencukupi.
Semua itu, akan juga berdampak pada pembuatan keputusan-keputusan
strategis, yang pada gilirannya akan memberikan nilai
tambah yang sangat penting bagi kegiatan usaha. Dan transparansi,
berarti juga memberikan kesempatan pada pihak lain, baik
di dalam maupun di luar perusahaan, untuk memahami secara
baik apa yang tengah terjadi dan bagaimana perusahaan
tersebut dijalankan.
Karenanya, transparansi yang didukung oleh diterapkannya
TI akan semakin mendorong setiap pengambil kebijakan
di dalam perusahaan untuk berhati-hati dalam membuat
suatu keputusan dan mengambil tindakan. Karena apapun
yang dilakukan akan dapat dengan mudah dipantau pihak
lain yang terkait. Dengan begitu, transparansi tidak
saja merupakan tantangan yang harus dihadapi, melainkan
jika dilakukan dengan bijak justru akan membuka berbagai
peluang baru.• |