|
Cerita kegagalan perusahaan click-only banyak
ditemui, bukan saja di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.
Gejala
banyaknya
perusahaan
click-only yang tidak panjang
umurnya melahirkan istilah baru untuk mereka: click-and-break.
Ujung-ujungnya mereka dilikuidasi atau dibeli oleh perusahaan
lain. Akuisisi ini semakin banyak
dilakukan oleh perusahaan-perusahaan brick-and-mortar yang
ingin masuk ke dalam modus e-bisnis, atau setidaknya berniat
untuk punya kehadiran di dunia internet dengan mutu yang
langsung baik. Muncullah istilah baru untuk perusahaan seperti
ini: mortar-and-click. Secara harfiah, arti istilah
baru ini memberikan konotasi perpaduan antara “beton” dan “klik”.
Sebuah bentuk konvergensi antara berbisnis dengan cara ekonomi
baru dan ekonomi lama. more ...
Cukup memprihatinkan khususnya buat Indonesia, ketika melihat
World Economic Forum (WEF) menyusun peringkat daya saing
pertumbuhan untuk 102 negara. Negara gemah ripah lohjinawi,
yang pada dekade 90-an masuk dalam kategori negara industri
baru, tergelincir dalam percaturan ekonomi dunia. Indonesia
pada tahun 2003, menempati peringkat ke 72, turun dari peringkat
69 di tahun 2002. Sementara indeks teknologi, Indonesia berada
pada peringkat 78 lebih baik dari beberapa Negara Afrika,
namun terburuk di Asia. more...
Suatu siang di suatu lunch meeting yang saya hadiri, seorang
Managing Director sebuah perusahaan distribusi farmasi mengakhiri
makan siangnya dengan minum pil yang dikeluarkan dari sakunya.
Sekilas saya lihat seperti obat sakit kepala yang didistribusikan
oleh perusahaannya. more ...
Pertanyaan “sederhana” yang banyak diajukan
kepada penulis adalah, “Apa yang harus dilakukan untuk
memproteksi aset informasi?” Pertama kali mendapat
pertanyaan semacam ini, penulis perlu waktu sejenak untuk
mencari kata-kata yang tepat (baca: bingung). Mungkin karena
tidak sabar mendengar jawaban, sipenanya lansung menimpali
dengan pertanyaan berikut “Apakah dengan Firewall dan
Anti Virus sudah cukup?”. Hal ini mengindikasikan wacana
(mindset) penanya terhadap pengamanan sistem informasi masih
terfokus pada teknologi. more ...
Sejak pertama kali model promosi lewat pop-up ditemukan,
ini cukup mengundang antusias pemilik bisnis maupun para
surfers yang mengunjungi suatu situs web. Mengingat sifatnya
yang mengagetkan itu membuat orang ingin mengetahui apa yang
muncul. Namun, karena penggunaan pop-up sering kali tidak
pada tempatnya, artinya pop-up lebih sering digunakan untuk
mempromosikan sesuatu daripada difungsikan untuk membangun
trust dan memberikan benefit kepada para pengunjung, maka
banyak pengunjung merasa muak dan kecewa. Akibatnya, mereka
langsung menutupnya, bahkan sebelum isi dari pop-up tersebut
tampil seluruhnya. more ...
|