Volume I Nomor 11 - Oktober 2003
 

5 Langkah Meningkatkan
Bisnis Perusahaan

 

“Setiap perbaikan proses kerja di semua lini akan berdampak positif pada perusahaan secara keseluruhan!”

Aditya Syahrizal, Pengamat & praktisi Total Quality Management, dan telah meraih Black Belt Certified.
Email: aditya_syah@hotmail.com

Continuous Improvement. Melakukan aktivitas yang lebih baik setiap saat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian setiap karyawan di perusahaan merupakan impian semua pemimpin perusahaan. Karena, dengan begitu akan membuat perusahaan memperoleh kemajuan yang lebih nyata.

Pada artikel ini saya ingin sedikit memberi gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh setiap individu atau pun kelompok dalam melakukan perbaikan proses kerja di tempatnya masing-masing.

Langkah Pertama
Dalam menyelesaikan suatu masalah harus secara terstruktur dan sistematis, bersama-sama dengan anggota tim yang ada guna melakukan identifikasi awal terhadap hal-hal berikut:

1. Tanyakan, apa yang menjadi titik permasalahan sebenarnya? Kelihatannya mudah, tetapi karena persepsi atau pandangan masing-masing orang berbeda, dalam melihat masalahnya pun bisa jadi berbeda. Dengan semua melihat pada hal yang sama, maka akan semakin memperkaya wawasan kita dalam melihat permasalahan tersebut.

2. Setelah lebih jelas melihat hal tersebut, maka tim harus berani membuat target awal dalam melakukan perbaikan. Kalau melakukan perbaikan tersebut secara bersama-sama, maka akan menjadi apa dan berapa, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, proses kerja kita selanjutnya? Membuat target yang kuantitatif tentu saja akan membuat proyek kita menjadi lebih baik.

3. Ceritakan sedikitnya 2-3 alinea mengenai latar belakang dari proyek yang akan kita kerjakan. Dengan menceritakan secara lebih detil dan struktural akan membuat semua anggota tim lebih jelas memahami mengenai apa yang menjadi titik permasalahan dan apa yang harus dilakukan kemudian.

4. Pastikan juga bahwa cakupan (scope) dari masalah yang akan dibahas, harus jelas ujung pangkalnya. Jangan sampai persoalan melebar, sehingga nantinya kita sendiri yang justru mengalami kebingungan mengenai hal itu. Tentukan dengan jelas kapan awal dan akhir dari permasalahan itu, jangan terlalu sempit dan jangan terlalu melebar.

5. Coba diperhitungkan nilai ‘cost & benefit’ dari proyek itu kalau dilakukan secara benar dan optimal. Gunakan beberapa asumsi yang mendekati titik permasalahan yang ada. Cost dapat berarti biaya yang dikeluarkan dalam proyek tersebut, sementara benefit dapat berupa aspek kuantitatif dan kualitatif yang akan diperoleh.

6. Jangan lupa menentukan target waktu dalam menyelesaikan proyek tersebut. Tanpa adanya batasan waktu yang jelas akan membuat proyek boleh jadi tidak selesai pada waktu yang diharapkan.

Setelah mengidentifikasi keenam hal di atas, selanjutnya melangkah ke hal yang tersulit dari langkah pertama ini, yaitu mengidentifikasi Voice of Customer, atau apa yang menjadi keinginan pelanggan dalam proyek perbaikan ini. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara survei atau focus group, misalnya. Salah satu metoda yang dapat digunakan dalam mencoba menggambarkan keseluruhan proyek improvement tersebut adalah: kenali customer Anda – kenali apa output yang mereka inginkan – identifikasi start end proses kerja Anda untuk mengeluarkan output yang diinginkan pelanggan Anda – identifikasi input yang dibutuhkan agar proses Anda mampu menjalankan proses kerja tersebut – dan identifikasi siapa supplier yang menyuplai input yang Anda butuhkan. Sederhana memang, tapi sesungguhnya akan membuat Anda menjadi jauh lebih mengerti mengenai proses Anda.

Inti dari langkah pertama ini adalah bagaimana melakukan pemetaan terhadap proses kerja yang akan ditingkatkan (improved).

Langkah Kedua
Langkah awal dari tahap kedua ini adalah kemampuan memperoleh data dan ukuran dari setiap ‘input – proses – output‘ yang terjadi di proses kerja yang ada saat ini. Identifikasi proses kerja tersebut, kenali pula apa input dan output-nya. Kemudian, tentukan parameter data yang ada di ‘input – proses – output’ yang terjadi. Kumpulkan datanya selengkap mungkin. Akan sangat membantu bagi semua anggota tim, bila data yang di kumpulkan tersebut digambarkan dalam bentuk grafik. Grafik ini akan sangat membantu memperlihatkan profil dari proses kerja yang terjadi saat itu dalam mengeluarkan output kerja proses Anda sekarang.

Inti dari langkah kedua ini adalah untuk mengukur dan mengerti mengenai proses kerja yang terjadi saat ini di tempat Anda.

Langkah Ketiga
Setelah mampu mengidentifikasi proses kerja yang terjadi, Anda juga harus mampu menggambarkan flow of work dari proses kerja yang terjadi saat ini. Gambarkan secara sederhana urutan proses kerja mulai dari titik awal hingga proses tersebut berakhir. Kenali “Moments of Truth”, yaitu saat dimana proses Anda bersinggungan dengan pelanggan. Hal itu merupakan sesuatu yang penting, mengingat saat ini akan menentukan titik kepuasan pelanggan Anda melalui proses kerja yang ada. Coba identifikasi pula mana-mana proses kerja yang sebenarnya tidak bermanfaat di mata pelanggan. Kenali proses mana yang menjadi titik terpenting bagi pelanggan Anda. Setelah Anda mampu mengenali hal tersebut, maka anda dapat melakukan stratifikasi data untuk menemukan prioritas perbaikan pada proses kerja Anda itu.

Coba Anda lakukan root cause analysis untuk mengetahui akar penyebab dari keluhan yang muncul dari berbagai data yang telah Anda kumpulkan. Ajukan pertanyaan beberapa kali untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi penyebab dari permasalahan tersebut. Verifikasi akibat yang muncul tersebut dengan data yang telah Anda kumpulkan. Lihat apakah itu memang didukung oleh data atau hanya karena perasaan Anda saja. Ingat, yang baik adalah apabila hal itu didukung sepenuhnya oleh data yang ada!

Coba hitung dan bayangkan bila permasalahan yang sudah diverifikasi tadi diperbaiki, seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan Anda?

Inti dari langkah ketiga ini adalah kemampuan menganalisa data dan proses kerja Anda guna menentukan permasalahan dan keuntungan yang diperoleh dari perbaikan kerja yang dilakukan.

Langkah Keempat
Langkah berikutnya adalah gunakan semua cara dan metoda yang Anda fahami, tentu saja bersama-sama dengan semua anggota tim. Bahkan, Anda pun dapat mengundang semua orang yang Anda anggap perlu untuk berfikir keras mengenai ide apa saja yang dapat dilakukan untuk memperbaiki permasalahan tersebut.

Prinsip yang perlu diperhatikan: semua ide yang muncul adalah baik, tidak ada ide yang tidak baik!

Jangan lupa menggambarkan proses kerja baru yang dapat memberikan perbaikan kepada permasalahan tersebut. Lakukan sumbang saran antara anggota tim untuk memastikan bahwa perbaikan yang ada dapat memperbaiki masalah yang muncul di langkah Ketiga.

Setelah semua meyakini mengenai ide perbaikan tersebut, lakukan implementasi perbaikan dalam skala implementasi yang terbatas (pilot project). Mengapa pilot project? Dengan pilot project, proses perbaikan akan lebih mudah termonitor dan terjaga tingkat risikonya. Lakukan monitoring penuh untuk melihat pilot project tersebut berjalan. Implementasi dalam skala terbatas ini biasanya dapat dilakukan selama 3 minggu hingga 3 bulan. Setelah melalui pengamatan yang terukur, implementasi ini dapat dilakukan secara keseluruhan di semua area.

Inti dari langkah keempat ini adalah melakukan perbaikan terhadap permasalahan yang ada dan melakukan implementasi terhadap ide terbaik yang muncul.

Langkah Kelima
Setelah implementasi berjalan, kumpulkan data dan lakukan monitoring terhadap hasil implementasi dan itu mutlak dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil improvement itu sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita dari anggota tim, yaitu apakah menyelesaikan permasalahan yang ada dan mampu mencapai target awal yang ditentukan oleh tim dan disetujui oleh sponsor dari proyek tersebut. Monitoring terhadap hasil improvement harus dilakukan secara kontinu, mengingat dari sinilah kita akan mengetahui bahwa improvement itu sukses atau tidak.

Gambarkan proses capability dari proses yang terjadi, apakah sesuai dengan harapan atau tidak. Lihat defect yang terjadi.

Semakin kecil defect yang terjadi, akan memperlihatkan bahwa proses improvement yang Anda lakukan telah mampu menjawab permasalahan yang terjadi.

Tentu saja, seperti telah disinggung pertama kali mengenai continuous improvement, bahwa perbaikan yang dilakukan sifatnya continuous dan terus bergerak, sehingga hasilnya akan tetap menjadi perbaikan pada saat berikutnya. Quality Is A Never Ending Journey .. Right?
Inti langkah kelima ini adalah melakukan monitoring secara kontinu terhadap hasil improvement yang telah dilakukan.

“Extend Skills And Knowledge In Process Improvement Activities In Order To Be Consistently And Completely Exceeding Customer Expectations Every Time” •

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved.