 |
Volume I Nomor
10 - Agustus-September 2003 |
| Implementasi
TI: Taruhan Besar Perbankan |
| Mungkin
judul artikel ini tak berlebihan dalam menggambarkan keberanian
dan ke’pionir’an kalangan perbankan
nasional dalam memicu daya saingnya melalui implementasi
teknologi informasi (TI) yang dinilai sangat intensif dan
maju. Betapa tidak, selain nilai investasinya yang cukup
besar, penyediaan sumberdaya manusia yang meningkat, produk-produk
baru yang semakin banyak, juga, pada saat yang sama, mereka
pun dihantui dengan kegagalan. |
| Dengan
Teknologi Menggaet Nasabah |
| Penerapan
teknologi informasi di lingkungan perbankan berjalan sangat
intensif dan membutuhkan investasi yang tidak kecil. Bagaimana
mereka melakukannya dan apa keuntungannya bagi nasabah? |
| Dari
Back Office ke Front Office |
| Kalangan
perbankan sibuk membenahi kegiatan operasionalnya melalui penarapan
TI. Haruskah back office yang lebih dahulu dibenahi baru front
office? |
| Pentingnya
Standarisasi TI |
| Sejak
deregulasi perbankan tahun 1988 (Pakto ‘88) memang banyak
perubahan drastis di perbankan Indonesia. Tidak saja dari sisi
permodalan, tapi juga teknologi ikut menyertai di dalamnya. |
| Integrasi
Sistem Demi Efisiensi |
| Kalau
sebelumnya sistem yang dimiliki masih terpisah-pisah, kini
kalangan perbankan terus berupaya mengintegrasikannya. Bagaimana
mereka melakukannya? |
| Infrastrukturnya
Banyak yang Belum Memadai |
| Sebagai
penyedia layanan teknologi informasi, Multipolar termasuk vendor
yang kerap memberikan solusi bisnis bagi teknologi perbankan
di Indonesia. Beberapa bank papan atas, termasuk Bank Indonesia,
menjadi kliennya. Bagaimana kecendrungan teknologi perbankan
ke depan berikut infrastruktur dan kenyamanan nasabah melakukan
transaksi? Dicky Moechtar, Direktur PT. Multipolar Corporation
Tbk, menguraikannya kepada Rully Ferdian dari eBizzAsia akhir
Juli lalu. |