Volume I Nomor 10 - Agustus-September 2003

Pembaca yang budiman,
Kami menyadari bahwa lingkungan jasa keuangan, terutama kalangan perbankan merupakan lembaga yang sangat agresif dan komprehensif menerapkan teknologi informasi (TI) dan teknologi perbankan. Tuntutan dari kebutuhan untuk memberikan layanan kepada konsumennya yang semakin meningkat dan juga tingkat kompetisi yang sangat kompetitif juga menjadi pemicu.

Namun, upaya yang mereka lakukan tidak semuanya berjalan mulus sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Lebih dari itu, penerapan TI dan teknologi perbankan yang boleh jadi sangat besar investasinya, juga rawan dari kemungkinan mengalami kegagalan dan bahkan, jika tidak dicermati dengan sungguh-sungguh, mereka juga menghadapi ancaman besar. Misalnya, jika terjadi sesuatu yang tak terduga, seperti gempa bumi, kebakaran atau hal lainnya yang dapat merusak seluruh kegiatan sistem yang mereka bangun dengan biaya besar itu.

Dalam konteks itu, menurut para pakar TI, hal itu tak hanya menyangkut masalah keamanan data dan transaksi, yang umumnya dijawab dengan diterapkannya sistem keamanan (security) dengan berbagai tingkat kecanggihan teknologi yang digunakan. Melainkan, lebih dari itu, bagaimana proses yang telah dijalankan juga memiliki ‘sistem back-up’ yang dapat segera dijalankan jika hal itu terjadi, yang sering juga disebut Disaster Recovery Plan (DRP) dan Disaster Recovery Center (DRC).

Tetapi, kenyataannya, tak banyak kalangan perbankan yang menyadari peran pentingnya hal tersebut. Atau, kalau menyadari, namun masih belum menganggapnya sebagai sesuatu yang mesti ada dalam menjamin keselamatan dan keamanan layanan yang mereka berikan. Yang lain, malah menganggap hal itu merupakan beban biaya yang belum semestinya ditanggung, karena biayanya hanya akan mengurangi revenue yang mereka dapatkan.

Di tengah berbagai pandangan dan anggapan semacam itu, kami mencoba menelusuri bagaimana sebenarnya kalangan perbankan nasional melihat dan menyikapi investasi mereka dalam penerapan TI dan teknologi perbankan, yang asasinya ditujukan untuk meningkatkan layanan dan daya saing mereka. Hal itu kami tempatkan dalam Liputan Utama kali ini dengan harapan hal itu akan dapat memberikan sesuatu yang berarti bagi para pembaca.

Namun, berbagai aplikasi lain juga kami sajikan dengan variasi yang menarik, sehingga dapat menjadi “warna-warni” dalam memahami perkembangan dan penerapan TI di dalam negeri, khususnya yang dilakukan oleh kalangan perbankan nasional.
Selain itu, dalam edisi ini kami tampil 132 halaman dan dalam menyambut HUT Pertama eBizzAsia, edisi sekarang mencakup Agustus-September 2003. Sedang edisi Ulang Tahun, Oktober 2003, juga akan terbit secara khusus dan lebih tebal. Semoga.

Editor
© 2003 eBizzAsia. All rights reserved