Volume I Nomor 10 - Agustus-September 2003
Teknologi Perbankan: Competitive Advantage?
Jos Luhukay • Pengamat dan Praktisi Ekonomi Baru.
Teknologi perbankan yang diterapkan dengan baik memberikan competitive advantage kepada sebuah bank. Setiap bank mempunyai akses yang sama atas teknologi yang ada, namun yang mampu memanfaatkannya dengan benar adalah mereka yang berhasil meraciknya ke dalam sebuah konfigurasi yang fungsional dan efisien, yang diimplementasikan dengan seksama, yang mendukung produk dan layanan yang ciamik serta dioperasikan dengan tepat-guna.
Kontribusi Pelanggan dalam Kemajuan Bisnis Perusahaan
Aditya Syahrizal, pengamat & praktisi Total Quality Management, dan telah meraih Black Belt Certified.
Di dunia bisnis yang semakin kompetitif seperti saat ini, menemukan suatu produk unggulan yang benar-benar tepat sasaran adalah suatu cara yang efektif dalam mendapatkan pangsa pasar yang ideal. Kunci keberhasilan dari kemampuan suatu produk dalam melakukan penetrasi market adalah bagaimana produk tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan dan perilaku calon pembelinya. Sehingga produk tersebut akan mampu lebih cepat dan lebih banyak dapat dijual.
Layanan Internet & Mobile di Industri Perbankan: Upaya Dekonstruksi Bisnis
Indra M. Utoyo • General Manager eBusiness, Divisi Multimedia, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
ndustri perbankan, secara alami adalah bisnis yang sangat kompetitif dan dibangun atas dasar kepercayaan nasabah. Ditengah lingkungan bisnis yang dinamis, tantangan dunia perbankan sangat jelas, yaitu bagaimana layanan bank tetap menguntungkan. Bagaimana meningkatkan kapasitas sumber daya agar mencapai pertumbuhan yang lebih baik.
eBanking Versi Bank Kecil
Dwi Suryanto, Praktisi dan Pengamat New Economy tinggal di Bandung
Persoalan yang dihadapi oleh bank kecil atau BPR bukan hanya kecukupan modal (capital adequacy ratio-CAR), pembentukan brand yang kuat, SDM yang handal, tapi juga akses teknologi yang terbatas. Dengan keterbatasan itu, tentu terpikir bagaimana mencari sarana yang memungkinkan mereka bersaing setara, syukur lebih baik dibanding bank besar lainnya.
Implikasi Basel II Terhadap Pengamanan Sistem Informasi Perbankan Indonesia
Agus Pracoyo, channel manager / security consultant pada PT. Indokom Primanusa
Bulan Mei lalu Bank Indonesia mengeluarkan peraturan nomor 5/8/PBI/2003 tentang “Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum” yang akan berlaku mulai 1 Januari 2004. Tujuan dikeluarkannya peraturan ini adalah agar Bank umum di Indonesia menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko yang sejalan dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bank for International Settlement yang dikenal dengan kesepakatan Basel II.

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved.