Volume I Nomor 09 - Juli 2003
Call Center
 
 
SIDE BAR

Bagaimana Cara Men-setup Sistem

 

Pameran handphone atau ponsel terbaru kini ramai dilakukan. Teknologi baru, berupa speech to text ternyata telah diterapkan pada ponsel-ponsel terbaru. Anda sangat antusias melihat dan mencoba ponsel dalam suatu pameran. Dengan ponsel baru itu, pengguna cukup mendiktekan pesan yang ingin disampaikan, dan ponsel tersebut akan menerjemahkannya dalam tulisan yang siap dikirim sebagai SMS (short message service). Karena Anda terlihat sangat antusias melihat demo ponsel itu, petugas pameran meminta Anda mengisi daftar tamu.

Anda pulang dan sibuk kembali dengan aktivitas Anda sehari-hari. Walau ponsel itu menarik perhatian, Anda sebenarnya sudah tidak begitu ingat lagi. Inilah yang terjadi pada umumnya jika kita melihat pameran. Tertarik saat melihat pameran, dan kita lupa akan produk yang kita lihat itu keesokan harinya.

Tetapi, andaikata skenario ini yang terjadi, apa yang akan Anda lakukan? Dua hari setelah anda menonton pameran, tiba-tiba Anda mendapat kiriman brosur dan informasi tambahan tentang ponsel itu. Bahkan dikirimkan pula kajian ringkas produktivitas pribadi yang meningkat dengan memakai teknologi baru. Begitu Anda membuka e-mail, Anda menerima e-mail dari penjual ponsel tersebut. E-mail tersebut menjelaskan adanya web yang khusus membahas teknologi baru ini.

Dalam waktu lima hari, kembali Anda menerima bingkisan kecil berupa ballpoint yang bermerek ponsel itu. Anda yang tadinya lupa, saat itu pula Anda ingat kembali pada ponsel yang Anda minati itu.

Secara periodik, mulai dari 7 hari, 13 hari, hingga 20 hari, Anda menerima e-mail lagi. Bahkan pada e-mail kelima, Anda dapat men-download software gratis. Software ini berupa tools untuk mem-bookmark web. Anda saat itu, mulai memikirkan ponsel yang hebat itu. Bahkan jika anggaran Anda sudah siap, Anda siap membelinya.

Jika di masa sebelum Internet melakukan follow-up yang terus-menerus relatif sulit, maka sekarang ini e-mail merupakan senjata utama dalam melakukan follow up. E-mail untuk follow-up merupakan alat yang sangat hebat, tapi masih banyak perusahaan yang tidak memanfaatkan sarana ini.

E-mail ini akan berfungsi seperti fax-on-demand. Mungkin Anda pernah menggunakan sistem ini ketika Anda menggunakan fax untuk men-dial nomor tertentu. Dalam waktu singkat Anda menerima balasan melalui fax tersebut. Di masa lalu Anda hanya dapat menerima satu e-mail, tapi sekarang Anda dapat men-setup sistem, sehingga sistem itu akan mengirimkan e-mail yang berbeda-beda dengan waktu-waktu yang Anda tentukan sendiri.

Contoh, orang yang browsing ke web Anda tertarik pada produk Anda, namun ia masih berpikir-pikir kapan-kapan saja membeli barang itu. Ia mengisi e-mail yang disediakan pada web itu. Dengan e-mail yang sudah di-setup, calon pelanggan tersebut akan menerima e-mail saat itu setelah mengisi e-mail, satu hari sesudahnya, lima hari sesudahnya, dan seterusnya.

Dengan sistem seperti itu, apakah manfaat yang sesungguhnya? Sistem tersebut akan bekerja otomatis, karena ia bekerja dengan adanya trigger, yang berupa calon pelanggan yang mengirimkan alamat e-mail mereka. Anda cukup sekali saja men-setup, dan ia akan menjadi robot yang bekerja terus menerus mengirimkan pesan promosi dan informasi produk Anda tanpa kenal lelah.

Memberdayakan e-mail untuk bekerja seperti itu merupakan cara yang mudah untuk selalu mem-follow up prospek anda.

Inilah fakta-fakta yang perlu Anda pertimbangkan mengenai sistem seperti itu:
• Suatu studi yang dilakukan oleh Sales and Marketing Executive International menyimpulkan bahwa 81% penjualan terjadi setelah dilakukannya follow-up yang kelima.
• Lebih 80 persen orang yang meminta informasi produk atau jasa Anda akan membeli dalam jangka waktu satu tahun sejak ia meminta informasi tersebut.

Anda pasti tahu bahwa pesan pemasaran tidak cukup hanya sekali atau dua kali. Pesan itu harus diulang dan diulang terus agar calon pembeli tidak lupa pada produk yang kita tawarkan.

Pada kondisi pasar apapun, sebenarnya perilaku pembeli dapat kita golongkan menjadi lima jenis, yaitu: innovators, early adopters, early majority, late majority, dan laggards.

Innovators adalah orang-orang yang suka mengambil rIsiko dan berpetualang, dan mereka terdiri dari sekitar 2,5% dari keseluruhan pasar. Mereka biasanya menanggapi segera terhadap tawaran baru, dan tidak berpikir panjang.

Di lain pihak, early adopters menanggapi gagasan baru dan bertindak, namun mereka masih berhati-hati. Mereka sebesar 13,5 % dari pasar. Sedangkan kelompok ketiga dan keempat (early majority dan late majority) merupakan segmen terbesar. Early majority menerima gagasan baru sebelum rata-rata orang menerima gagasan itu. mereka merupakan 34% pasar. Late majority, sebesar 34% pasar merupakan orang-orang yang skeptis, bimbang, hati-hati dan lambat. Mereka membutuhkan waktu untuk berpikir, lebih suka membanding-bandingkan produk itu dengan pesaingnya. Segmen terakhir yaitu Laggards hanya mengambil tindakan setelah lewat waktu yang lama, biasanya setelah orang-orang memakai produk itu. Mereka terdiri dari 16 persen kue yang ada di pasar.

Perhatian kita harus tertuju kepada 68 persen terbesar itu. Kepada mereka tidak cukup hanya mengirimkan satu e-mail. E-mail berulang-ulang dan telaten merupakan kunci sukses menggarap mereka. Jika Anda harus mengirim e-mail secara berulang-ulang dengan pesan yang berbeda-beda kepada calon pelanggan yang sangat banyak, maka hal itu merupakan pekerjaan yang sangat tidak praktis. Untunglah, e-mail dapat disetel sesuai dengan pesan marketing kita. Kuncinya adalah bagaimana menghubungi pelanggan pada waktu yang tepat, konsisten, dan menarik. Anda harus mampu membentuk baja ketika baja itu sedang panas-panasnya.•

Dwi Suryanto
•Praktisi dan Pengamat New Economy tinggal di Bandung.

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved