Volume I Nomor 08 - Junii 2003
Selama ini, kita tahu, bahwa antara Telkom – penyedia komunikasi tetap (pontap) - dan operator penyedia komunikasi selular (ponsel) GSM (global system for mobile communications) tidak bersaing secara langsung, karena jasa yang dipasarkan berbeda. Tetapi, kalau pengguna ponsel meningkat sangat cepat, itu pun tidak mengurangi secara drastis pontap yang dikelola Telkom. Karena, sebagian besar pengguna ponsel juga masih menggunakan pontap, baik di rumah, di kantor atau di tempat-tempat lainnya.

Sebaliknya, kehadiran ponsel lebih memberikan alternatif dan juga ekstensi pasar, dan bukan mengancam keberadaan pontap. Telkom sendiri mengelola layanan itu, yakni melalui Telkomsel.

Saat ini, diperkirakan pengguna ponsel mencapai lebih dari 10 juta pengguna, jauh melebihi pengguna pontap yang 7 jutaan pengguna. Tetapi, pada saat yang sama, masih banyak anggota masyarakat yang belum kebagian layanan pontap ini. Masalahnya, apakah kapasitas terpasang Telkom telah habis, kita pun tidak tahu. Faktanya, pengguna ponsel meningkat terus. Selain mudah memperolehnya, ponsel memiliki mobilitas, yang tidak dimiliki pontap.

Dengan mobilitas ini, pengguna dapat menggunakannya dari mana saja ia berada. Bahkan sedang berjalan pun ia dapat menggunakan ponselnya. Fiturnya juga menarik , sehingga pengguna bersedia membayar lebih mahal.

Namun, belakangan ini siapa sangka bahwa ponsel, terutama GSM berhadapan langsung dengan layanan komunikasi nirkabel yang memiliki fitur bergerak secara terbatas (limited mobility) yang disebut TelkomFlexi.

TelkomFlexi merupakan layanan telepon tetap nirkabel (fixed wireless), baik untuk suara maupun data, yang memungkinkan pelanggan berkomunikasi di mana pun selama berada di area flexi. Penggunanya dikenai tarif sama dengan tarif pontap, tanpa biaya airtime sebagaimana pada ponsel. Dengan layanan ini pelanggan bisa melakukan komunikasi bergerak sepanjang berada di area flexi-nya.

Namun, secara teknologi, dengan menggunakan fitur automutasi, layanan ini dapat juga digunakan ke luar area flexi sepanjang masih dalam satu kode area tertentu , misalnya 021 (Jakarta).

Kemampuan inilah yang kini tampaknya tengah mengancam keberadaan operator GSM. Betapa tidak, karena sepanjang masih di suatu area, seorang pengguna masih akan dapat berkomunikasi dengan tingkat mobilitas tinggi, namun dengan biaya sama dengan penggunaan pontap. Hal ini akan sangat menarik masyarakat untuk menggunakan TelkomFlexi ini.

Selain itu, dari para pengguna ponsel yang sekarang ini ada, hanya 20 persennya saja yang selalu melakukan perjalanan ke luar kota, yang berarti berpindah ke kode area lain. Sementara 80 persen lainnya masih lebih banyak berada di satu kode area tertentu.

Tantangan ini terutama akan lebih memicu mereka-mereka yang banyak melakukan komunikasi di satu area karena adanya alternatif yang relatif sama namun dengan biaya yang lebih rendah. Meskipun ponsel memiliki kekayaan fitur, tetapi diperkirakan fitur-fitur itu bukan merupakan sesuatu yang utama dalam banyak kesempatan berkomunikasi. Sementara, layanan baru ini juga dapat digunakan untuk komunikasi data sebagaimana pada ponsel. Artinya, yang 80 persen ini yang diperkirakan akan menjadi sasaran layanan baru tersebut.

Layanan baru berbasis teknologi CDMA 2000-1X ini juga memungkinkan munculnya fitur-fitur yang lebih variatif melalui penciptaan value creation, yang akan berpihak kepada pengguna sepanjang tingkat affordability mereka benar-benar dipertimbangkan.

Hanya saja situasi ini akan memberikan inisiasi yang bukan saja kompetitif di antara para operator, tetapi juga memungkinkan penciptaan layanan-layanan baru yang semakin meningkat, yang diharapkan akan semakin menguntungkan posisi pelanggan.

Namun, perbincangan belakangan ini tampaknya lebih mengarah agar jangan terjadi lahan pertempuran (battleground) yang sama di antara keduanya, tetapi justru saling komplementer. Tetapi, kita harus sadar, bahwa perkembangan pesat teknologi sekarang ini harus menjadi pertimbangan penting untuk juga diikuti dengan kekuatan aturan (regulation power) yang memberikan kesempatan tumbuh yang relatif sama.

Karena hanya mengacu saja dengan teknologi, tanpa juga mempertimbangkan “ruang” bisnis yang cukup untuk perkembangannya, justru bukan tidak mungkin hanya akan mendorong “dominasi” yang sengaja atau tidak, semakin menyempitkan perkembangan bisnis di dalam negeri. Meski, saya setuju kepentingan pelanggan juga sangat perlu diperhatikan.
Efisiensi dan efektifitas dalam menjalankan bisnis itu sangat penting, pilihan dan layanan yang berbasis teknologi yang beragam juga sama pentingnya. Pemenuhan kebutuhan pengguna dengan “biaya” yang reasonable juga sangat penting dipertimbangkan. Namun, hidupnya bisnis di bidang tersebut juga sesuatu yang juga sangat penting. Karenanya, bijaklah menangani hal ini. Jika tidak, yang muncul adalah dominasi, yang juga sama-sama tidak kita kehendaki, karena hal itu akan merugikan banyak pihak.•
© 2003 eBizzAsia. All rights reserved