Volume I Nomor 08 - Juni 2003
Ada banyak cara untuk memantau kendaraan Anda, salah satunya
Vi-Track dan Infotrack. Apa keunggulan dan
keuntungannya?
 
foto-foto:
Dahlan Rebo Paing

Jika Anda pernah menonton film Minority Report, yang dibintangi superstar Tom Cruise dan si jelita Samantha Marton, tentu Anda masih ingat adegan di mana John Anderton (Tom Cruise), masuk ke dalam sebuah toko pakaian, tiba-tiba terpampang sebuah iklan layar lebar dan muncul gambar seorang wanita. Tak lama kemudian terdengar sapaan yang sangat akrab untuk memberikan informasi khusus kepada Anderton bahwa di toko tersebut tersedia produk baru yang menarik, yang modelnya pernah dibeli sebelumnya.

Salah satu adegan film garapan sutradara Steven Spielberg itu menunjukkan aplikasi teknologi LBS (Location Based Services), dimana teknologi ini mampu menggabungkan suatu layanan (content), misalnya, hotel, tempat ibadah, rumah sakit, restoran, dengan mendeteksi lokasi terakhir penggunanya.
Menariknya, LBS ini bisa memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk mengakses melalui SMS (Short Message Services) dengan mengetik satu pesan pendek (short code) diikuti oleh informasi yang diinginkan kemudian lokasi atau obyek terdekat yang dapat diketahui. Semuanya bisa dijalankan cukup melalui ponsel, sehingga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Saat ini, jika ingin berperan layaknya Tom Cruise dalam film Minority Report, Anda pun bisa melakukannya. Namun, tidak persis sama tentunya. Soalnya, teknologi yang digunakan berbeda, meski manfaatnya sama. Alat itu kini bisa memantau ke mana pun Anda pergi, karena ia memanfaatkan teknologi berbasis satelit untuk pemantauan posisi yang terjangkau secara global atau yang sering dikenal dengan GPS (Global Positioning System).

Untuk menggunakan teknologi ini, diperlukan peralatan yang disebut GPS receiver. Piranti ini mempunyai kemampuan untuk menentukan koordinat kecepatan dan history (rute yang telah dilalui) atau yang membawanya.

Selain itu, ada juga teknologi GSM (Global System for Mobile Communications) seperti yang digunakan pada telepon seluler (ponsel). Teknologi ini memungkingkan terciptanya telepon yang mudah dibawa-bawa atau mobile. Perpaduan dua perangkat ini yang kemudian memungkinkan penggunaan sistem pelacakan navigasi yang canggih ini.

GPS Tracking System
Saat ini, kedua perangkat teknologi itu dikembangkan menjadi tracking system navigator bagi para pemilik kendaraan. Adalah PT Garasindo Inter Global (Garasindo), perusahaan yang bergerak di bidang jasa industri otomotif, yang kini memiliki perangkat yang dapat memantau, mencegah tindak kejahatan, sebagai alat komunikasi, pemandu arah jalan dan layanan informasi serta fasilitas umum.

Untuk meluncurkan produk ini, Garasindo bekerjasama dengan 4 perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Di antaranya adalah Indosat M3 yang men-support untuk jejaring GSM, Eneren Technology yang mengembangkan sistem, dan Media Altas Indonesia yang fokus pada pengembangan petanya.

Alat yang disebut Vehicle Interactive Tracking System (Vi-Track) ini merupakan perangkat teknologi navigasi dengan menggunakan satelit GPS dan GSM. Perangkat yang muatan teknologinya 60 persen local content dan 40 persen dari luar negeri ini terdiri dari GSM engine, GPS, locker system, antena dual band, Microphone, voice button dan panic button, lampu serta speakers.

Turia Fitriano Helmy, General Manager PT Garasindo Inter Global

Produk ini kemudian disambungkan ke dalam aki mobil untuk dipantau oleh satelit GPS. Dengan menggunakan alat ini, maka para pengguna mobil bisa mengetahui posisi kendaraannya tengah ada di mana.

Salah satu layanannya adalah memantau posisi dan kecepatan kendaraan, baik secara real time maupun history (waktu lampau) melalui ponsel atau Internet kapan dan di mana saja.

Turia Fitriano Helmy, General Manager PT Garasindo Inter Global, mengatakan, jika dikategorikan dari sisi features-nya dalam Vi-Track Community, sebenarnya ada empat fungsi utama dari perangkat ini. Pertama, pemantauan. Kedua, komunikasi. Ketiga, security. Keempat, layanan operator.

“Berdasarkan hasil survai, yang dominan dilakukan adalah antara pemantauan dan security. Dan ini tidak jauh berbeda. Mengapa lebih dominan? Karena dengan pemantauan ini kita bisa mengetahui posisi mobil sedang ada di mana”, ujar Fitriano kepada eBizzAsia.

Lebih lanjut, pria lulusan STEKPI ini menjelaskan, kalau security itu kita bisa membantu dari segi teknologi. Jadi kita punya teknologi yang bisa mematikan mesin. Namun masalahnya, seberapa luas asistensi kita terhadap masalah security ini. Soalnya, alat ini tidak dimaksudkan bahwa dengan menggunakan Vi-Track, jika mobil hilang pasti ketemu.

“Ilustrasinya begini. Sama saja saya menggunakan alarm mobil, tapi tetap saja hilang. Tapi kita berusaha mengantisipasi tindak kejahatan”, tegas Fitriano seraya mencontohkan jika aki mobilnya dipotong, maka alat ini akan mengirimkan sinyal kepada pemilik mobil melalui handphone dan juga kepada operator.

Jika pemilik kendaraan tidak menghubungi operator, maka operator yang akan menghubungi dan mengatakan bahwa mobil dalam keadaan running on batrey. Hal ini bisa terjadi jika aki mobil dipotong atau air aki yang sudah drop. Bahkan, jika alat ini dirusak sekalipun, kita bisa mengetahui last position dari keberadaan mobil ini.

Namun, tidak sembarang orang bisa memasang produk ini. Pasalnya, yang mengetahui posisi alat ini di mobil hanya pemilik mobil saja, dan tentu sepengetahuan kru Garasindo yang jadi montirnya. Di samping itu, dia juga harus memiliki user ID, PIN (personal identification number) dan password untuk bisa log-in ke Internet.

Soalnya, kalau mobil hilang, pemilik mobil pasti akan menghubungi operator, dan operator akan request sembari menanyakan user ID dan data pendukung lainnya kepada pemilik mobil. Bahkan, pada saat pembicaraan dengan operator pun, suara kita akan direkam layaknya Internet Banking.

Tracking untuk eBusiness
Selain Vi-Track, PT Infoasia Teknologi Global Tbk, yang bergerak di bidang Innovative Technology and Communication, ini juga memiliki produk yang sama, yaitu Infotrack. Alat ini memberikan informasi operasional dari kendaraan ataupun sarana bergerak lainnya untuk diketahui statusnya dengan menggunakan perpaduan antara satelit GPS sebagai media untuk mendapatkan data, arah serta kecepatan kendaraan.

“Untuk melacak keberadaan mobil bisa menggunakan monitor, laptop, PDA (alat bantu digital personal), dan handphone. Kita juga bisa memanggil mobil dengan menggunakan data yang dihubungkan dengan monitor yang ada di Infoasia”, ujar Handoyo Suparmo, VP & GM Operations PT Infoasia Teknologi Global Tbk.

Handoyo Suparmo, VP & GM Operations PT Infoasia Teknologi Global Tbk.

Bedanya hanya pangsa pasar. Infotrack ditujukan bagi perusahaan logistik dan distiribusi, jasa transportasi seperti Taksi, bus, penyewa truk, atau kereta api. Karenanya, alat komunikasinya pun terhubung ke Pusat Kontrol Perusahaan, antara lain dengan menggunakan sarana jejaring Inmarsat-C Satelit, GSM, Radio UHF/VHF dan Geo Spatial System Technology serta Smartrack software asset management, yang dipadukan dengan sistem Pemetaan Digital.

Kepada eBizzAsia Handoyo menjelaskan, penerapan teknologi GPS bagi perusahaan ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja perusahaan. Soalnya, teknologi ini dapat memperkecil kebocoran-kebocoran secara lebih dini. “Vi-Track itu bukan kompetitor kita, karena market-nya berbeda. Kita lebih banyak ke corporate. Karena kemampuan alat ini tidak hanya untuk tracking, tapi lebih ke eBusiness”, tambahnya.

Handoyo mencontohkan, sebelum perusahaan mengimplementasikan sistem GPS, pemilik perusahaan tidak dapat memonitor kendaraan mereka di jalan. Tetapi, dengan diterapkannya tracking system ini, maka pemilik perusahaan bisa memonitor seluruh kendaraan yang mereka miliki, termasuk memonitor kebiasaan seorang supir, bahan-bakar, dan kondisi kendaraan.

Untuk mengimplementasikan produk ini, Infoasia menggandeng penyelenggara jasa telekomunikasi selular dan teknologi informasi terkemuka maupun satelit serta software development dan Smart modem provider baik di Indonesia maupun di dunia secara real time. Di antaranya adalah Indosat Multi Media Mobile - IM3 (Indonesia), Lockheed Martin (USA), Xiantic Satellite Services (Australia), Telenor Satellit Services Inc (Norway), Absolute Communications (New Zealand) dan Falcom (Germany).

Masalah security, semuanya ditanggung oleh perusahaan. Pasalnya, database alat ini dipegang oleh perusahaan. Namun jangan khawatir, security-nya cukup canggih, seperti untuk IP-base telecommunication. Infoasia sendiri menempatkan diri sebagai sarana untuk meneruskan data yang harus diterima oleh perusahaan, seperti password.

“Kita tidak bisa mengubah sistem, karena kalau diubah satu sistem maka akan mengubah semuanya. Hanya klien saja yang tahu. Seperti di perbankan, hanya nasabah yang tahu”, jelas Handoyo seraya menambahkan jika ada gangguan software bisa diatasi. Tetapi jika alat itu rusak, misalnya karena tabrakan, maka tidak bisa diperbaiki lagi. • rf

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved