Volume I Nomor 08 - Juni 2003
Call Center
 
 
foto-foto:
Dahlan Rebo Paing

Berbagai inisiatif untuk membangun komunitas masyarakat sebenarnya telah banyak dilakukan. Tapi, setelah beberapa tahun kemudian, apa yang telah dirintis tak jua berkembang sebagaimana yang diharapkan. Ada yang mati karena tak mampu menjaga dan mengembangkannya, dan ada yang lenyap karena memang inisiatifnya yang kurang “menggigit”. Belum lagi karena pembangunannya hanya ditempatkan sebagai kegiatan “proyek” sesaat, yang biasanya muncul menjelang pemilihan umum dilakukan.

Kalau pun ada yang bertahan hidup, tetapi keberadaannya tak cukup menjadi pendorong perkembangan sebagaimana diharapkan. Yang tampaknya masih cukup baik berjalan adalah inisiatif pengembangan pusat pelayanan kesehatan masyarakat atau yang dikenal sebagai Puskesmas.

Selain adanya inisiatif pemerintah, baik pusat maupun daerah, masyarakat sendiri pun sebenarnya mengembangkan berbagai inisiatif bagi pengembangan lingkungan dan komunitasnya sendiri. Tetapi umunya, lebih bertujuan membangun komunikasi sosial dan kemasyarakat dan jarang yang bertujuan peningkatan bisnis dan ekonomi di wilayahnya.

Meski kita mengetahui, inisiatif-inisiatif yang bermotif bisnis lainnya sebenarnya banyak juga dilakukan. Tetapi, biasanya, secara perlahan lenyap seperti lampu kehilangan seterum dan padam. Banyak aspek yang ternyata kurang mendukung bagi keberhasilannya.

Belakangan, kantor Menegristek bekerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan bermitra dengan perusahaan swasta mengembangkan pembangunan warung teknologi informasi (Warintek). Sampai sejauhmana inisiatif ini akan berhasil tentu akan sangat ditentukan sampai sejauhmana inisiatif tersebut akan memberikan “nilai lebih” dan “manfaat ekonomis” bagi masyarakat, selain tentu berperan juga dalam menjembatani kesenjangan teknologi/digital (digital divide).

Sebelumnya, inisiatif pengembangan Wartel/Warnet telah mendapat dukungan masyarakat, baik sebagai pengguna maupun sebagai pengembang dan pengelolanya. Sukses pengembangan Wartel/Warnet ini, selain berdampak pelayanan yang secara luas tersedia bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sentra-sentra ekonomi, meski masih skala kecil. Meskipun, dalam realitasnya ada Wartel/Warnet yang berskala ekonomi yang lebih dari rata-rata, tetapi hal ini masih belum menjadi pusat berlangsungnya aktivitas dan interaktivitas masyarakat, khususnya yang berada di suatu kawasan di mana Wartel/Warnet itu berada.

Namun, sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi, telekomunikasi dan komputer, muncul inisiatif baru yang akan bertujuan selain menjembatani ketimpangan digital, juga diharapkan akan menjadi pusat aktivitas dan interaktivitas, yang output-nya dapat berupa pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat. Sosial berupa peningkatan komunikasi di lingkungan komunitas atau antar komunitas, baik di dalam maupun di luar negeri, juga membangun jaringan bisnis dengan fokus pengembangan berasal dari komoditas yang ada dan berkembanga di daerah di mana pusat aktivitas dan interaktivitas itu ada.

Sebagian negara menyebutnya MCT (Multipurpose Community Telecenters), sebagain lainnya MCC (Multipurpose Community Centers). Apapun namanya, diharapkan pusat-pusat pengembangan komunitas ini dapat memberikan nilai tambah dan pengembangan bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat.
Kami menyadari pentingnya pembangunan pusat pengembangan komunitas ini dan itu kami sajikan dalam Cover Story. •TI

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved