Anda
tentu tahu dan sering mendengar mengenai kualitas. Selain
karena semakin banyak dibicarakan, kualitas juga sangat terkait
dengan produk, proses atau jasa. Hanya saja, kualitas sering
juga disebut sebagai mutu. Tetapi, apakah itu kualitas atau
mutu, saya lebih senang mengartikannya sebagai “segala
sesuatu hal yang lebih baik dari harapan pelanggan”.
Pertanyaan yang sering kita dengar adalah mengapa semua perusahaan
umumnya harus berkompetisi dalam kualitas? Dan, bukannya harga?
Yang pasti perusahaan tidak dapat selalu melakukan kompetisi
dalam harga (pricing), karena kompetisi harga akan tidak ada
habisnya.
Sebaliknya, dengan tujuan utama meningkatkan profitabilitas
perusahaan di era kompetisi yang semakin ketat dan untuk lebih
memiliki keseimbangan hidup, sudah sewajarnya semua perusahaan
berlomba-lomba mengutamakan kualitas dari proses dan produk
yang dijualnya ke pelanggan.
Mengapa kualitas itu penting? Saat ini, kita menyaksikan bahwa
kompetisi merupakan suatu kenyataan atau fakta yang harus
kita terima dalam dunia bisnis. Karenanya, untuk menghadapi
kompetisi dalam keadaaan ekonomi yang semakin ketat, semua
perusahaan dituntut untuk dapat melakukan segala sesuatu secara
lebih baik dengan sumber daya yang lebih sedikit dan tidak
hanya lebih cepat, tetapi bahkan dengan kualitas yang lebih
tinggi. Dan ingat, bahwa semua ukuran tersebut diukur dari
sudut pandang pelanggan, bukannya perusahaan.
Bagi perusahaan, kualitas dapat memiliki arti yang lebih luas.
Atau, dengan kata lain, kita dapat mengartikan perusahaan
yang berkualitas sebagai berikut:
1. Apabila perusahaan tersebut mampu mengambil semua kesempatan
bisnis yang dapat dilakukan oleh perusahaan dari pelanggan
yang ada (existing customers) dan pelanggan potensial (future
customers).
2. Apabila perusahaan tersebut mampu melakukan eliminasi biaya
yang tidak penting (eliminate the cost of poor quality).
3. Karena kedua hal di atas mengarah kepada suatu rumusan
“PROFIT x IMAGE = Rupiah yang didapat hari ini dan ke
depan”. Atau dengan kata lain bahwa keuntungan yang
kita dapatkan hari ini dan ke depan adalah bagaimana kita
mampu melakukan efisiensi kerja yang baik dan terutama mampu
mengambil kesempatan bisnis, baik itu dari pelanggan yang
ada sekarang (Profit) dan pelanggan potensial (Image).
Voice
of the Customer |
Inti
Masalah/Key Issues |
Kebutuhan
Customer (CTQ’s) |
| Saya selalu disuruh menunggu atau ditransfer ke orang
yang salah.” |
Customer ingin langsung dihubungkan dengan orang yang
tepat dengan cepat. |
Tidak ada kesalahan dalam transfer telepon. Lama customer
menunggu maksimal 30 detik. |
“Saya selalu menerima tagihan pada tanggal yang
berbeda setiap bulannya.”
|
Customer ingin menerima tagihan bulanan secara konsisten. |
Customer menerima tagihan setiap tanggal 20 setiap bulannya. |
| “Pemrosesan aplikasi terlalu lama.” |
Customer ingin proses aplikasi kredit yang tepat. |
Proses persetujuan kredit tidak lebih dari 8 jam. |
Voice of Customer
Berulang kali saya menekankan mengenai pentingnya kita memperhatikan
pelanggan. Mengapa?
Jawabnya sederhana, karena yang memakai dan memutuskan untuk
memakai pelayanan atau produk perusahaan kita adalah pelanggan,
dan bukannya kita sendiri. Sesuatu yang terlihat sederhana,
tetapi mungkin masih sulit dijalankan. Sayangya, kita sering
melupakan hal yang sangat mendasar ini. Kita selalu melihat
bahwa “rasanya pelanggan memerlukan ide saya, tetapi
bukan keinginan pelanggan tersebut yang harus saya buat”.
Mengapa hal ini terasa sangat sulit? Untuk itu, kita harus
mampu mengidentifikasi beberapa hal penting berikut:
1. Apa yang dibutuhkan pelanggan dari proses kerja kita?
2. Bagaimana proses kerja kita dilihat dari sudut pandang
pelanggan?
3. Apa yang menjadi ukuran kualitas dari pelanggan yang menjadi
target pasar kita?
4. Bagaimana pelanggan melihat pelayanan dan produk yang kita
lakukan?
5. Apa yang diinginkan dari pelanggan kita terhadap kinerja
proses performance yang ada?
6. Apakah kita mampu melakukan lebih baik dari kompetisi?
Masalahnya tidak sederhana bukan? Sebagai contoh, hanya untuk
mampu mengindentifikasi keinginan pelanggan saja kita harus
dapat melakukan beberapa tahapan identifikasi seperti dalam
tabel.
“Mampu mengidentifikasi keinginan pelanggan merupakan
hal yang kritikal dalam langkah memberikan kepuasan kepada
pelanggan, yang berarti juga hal yang kritikal dalam memperoleh
profit bagi perusahaan”.
“The Quality Imperative Is To Both Capture The
Opportunity That Derives From Excellent Quality And Eliminate
The Cost Of Poor Quality. Quality Is Everyone’s Responsibility!”
- Gary Wendt
Aditya Syahrizal
•pengamat & praktisi Total Quality Management, dan
telah meraih Black Belt Certified.
|