Volume I Nomor 08 - Juni 2003
Call Center
 
 
SIDE BAR

Kriteria yang Harus Dipenuhi

 

Kini, kita menyaksikan bisnis on-line di Internet mulai memenuhi janjinya. Meski tingkat pertumbuhannya moderat, sekitar 10-20% tahun 2001-2002, dunia perbankan dan keuangan yang paling hati-hati dalam menerapkan inisiatif e-Commerce, telah mulai meningkat keyakinannya dalam menerapkan jasa keuangan melalui Internet, sebagaimana diterapkan oleh Bank BCA melalui klikBCA, dan juga bank HSBC, dan ABN AMRO.

Internet, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, telah memberi kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas bagi korporasi arus utama di Amerika, sebagai pengguna Internet terdepan. Dengan menggunakan Internet perusahaan merampingkan produksi, reduksi inventaris, memangkas biaya, meluaskan penjualan, dan mengikuti perkembangan pelanggan.
Disisi lain, spam, atau surat sampah yang tak diinginkan dan membanjir secara cepat, mengakibatkan sistem komputer mengalami hang, dan membuat jengkel pengguna internet seluruh dunia, karena hampir setengah e-mail saat ini adalah spam. Dampak kerugian ekonomi akibat spam ini luar biasa.

Bagaimanapun perkembangan adopsi bisnis on-line akan berjalan evolutif, diperoleh dengan adanya ’trust’ atau kepercayaan pengguna sebagai umpan balik positif dari upaya penyempurnaan komponen pendorongnya, yaitu konektivitas, kecepatan, keamanan, kenyamanan, dan aturan main yang legal dan adil.

Pertumbuhan dinamis dari pemanfaatan teknologi informasi (TI) dan komunikasi dalam kegiatan bisnis, cepat atau lambat akan mendorong daya saing ekonomi di kawasan pertumbuhan ekonomi, seperti ASEAN. Kita sudah memiliki konsep bahwa segmen utama dunia usaha di Indonesia dan kawasan ASEAN adalah Usaha Kecil dan Menengah (UKM), mengingat kawasan ini relatif masih muda di dalam kancah bisnis global. Sehingga, dipandang perlu UKM ini diberdayakan agar siap menyongsong liberalisasi regional dan global melalui sistem perdagangan on-line yang terpercaya (trusted).

Oleh karena itu muncul inisiatif untuk menggalang jaringan MCC (Multipurpose Community Center) seperti sme-center sebagai jaringan simpul bisnis UKM yang saling tersambung on-line untuk kegiatan perniagaan ke pasar domestik maupun antar ekonomi. Tantangannya bagaimana interaksi antar pelaku usaha secara on-line bisa memberikan tingkat kepercayaan yang memadai.

Kepercayaan sebagai Fondasi Bisnis
Trust atau kepercayaan merupakan kombinasi dari teknologi, layanan, dan proses bisnis. Ketiadaan kepercayaan maka tidak ada bisnis. Kepercayaan meliputi pula kerahasiaan, keamanan, keutuhan, ketersediaan, dan pelayanan kastamer.

Oleh karena itu, negara tetangga kita yang paling maju TI-nya seperti Singapore membentuk NTC (National Trust Council) dengan tujuan agar mendorong kegiatan bisnis on-line memenuhi kaidah-kaidah kepercayaan yang menjadi kepedulian kastamer. Kepedulian kastemer terhadap bisnis on-line, setidaknya menyangkut empat hal, yaitu kerahasiaan (privacy), keamanan, kehadiran fisik (physicality), dan ketiadaan aturan baku.

Sebuah tulisan di New York Times mengungkapkan bahwa: “...trusting a web site is like following a helpful stranger in Morocco, who offers to take you to the best rug store in town”. Kekhawatiran pengguna terhadap bisnis on-line cukup dalam dan rumit, bukan hanya masalah adanya aturan legal tentang kerahasiaan, tetapi sudah menjadi ketakutan meluas untuk memberi informasi tentang pribadi atau nomor kartu kredit. Orang akan ragu memberikan informasi dirinya sampai mereka mempercayai situs web-nya.

Oleh karenanya, layanan melalui situs-situs web yang ingin dipercaya harus secara aktif mempromosikan upaya mereka kepada kastamernya untuk menghilangkan ketakutan menjadi kepercayaan.
Trust di dunia on-line dikomunikasikan dengan beberapa cara, antara lain:
Seal of approval : yaitu segel atau simbol seperti VISA, VeriSign, yang dirancang untuk memberikan jaminan pada pengunjung bahwa sistem keamanan telah diterapkan;
Brand : yaitu nama atau merek, khususnya perusahaan yang menjanjikan penyajian suatu reputasi layanan yang baik;
Navigation : kemudahan untuk mendapatkan apa yang dicari pengunjung;
Fulfilment : menunjukkan secara jelas bagaimana sebuah pesanan akan diproses, dan memberi informasi bagaimana jika terjadi masalah;
Presentation : suatu rancangan atribut yang menunjukkan kualitas dan profesionalisme;
Technology : penggunaan teknologi mutakhir yang mengesankan profesionalisme, meskipun lebih sulit digunakan.

Kepercayaan di dunia on-line lebih dinamis dibanding dunia fisik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa fakta, antara lain: fraud dunia on-line, 12 kali lebih besar dari offline (Garner Interactive); Kekhawatiran akan fraud menjadi alasan utama untuk tidak belanja secara online (Web Assured Survey); Pada bulan Maret 2003, 43% e-mail adalah spam yang tidak memiliki alamat jelas bahkan palsu (Brightmail Inc). Sementara di dunia fisik, kepercayaan, dihasilkan oleh koneksi pribadi dan kedalaman hubungan (relationship).

5 Prinsip dan Kriteria Layanan Terpercaya
Prinsip layanan yang terpercaya menurut AICPA meliputi lima aspek yaitu: Keamanan (Security), Ketersediaan (Availability), Keutuhan proses (Processing Integrity), Perlindungan on-line (On-line Privacy), dan Kerahasiaan (Confidentiality).
Keamanan: layanan sistem informasi terlindung dari akses yang tidak berhak yang tunduk pada kebijakan keamanan perusahaan atau lembaga;
Ketersediaan: Layanan sistem tersedia untuk dioperasikan dan digunakan, dan tunduk pada kebijakan ketersediaan dari perusahaan atau lembaga;
Keutuhan Proses: proses kesisteman terlaksana dengan lengkap, akurat, tepat waktu, dan sesuai kewenangan.
On-line Privacy: Informasi pribadi diperoleh sebagai hasil e-Commerce dikumpulkan, digunakan, diungkapkan, dan dipelihara sesuai dengan kebijakan perusahaan atau lembaga.
Kerahasiaan: Informasi ditetapkan sebagai bersifat rahasia dan terlindung sesuai dan tunduk pada kebijakan kerahasian lembaga atau perusahaan.•

Indra M. Utoyo • General Manager eBusiness, Divisi Multimedia PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved