Volume I Nomor 08 - Juni 2003

FILIPINA

Inovasi Infokom Untuk Industri Pariwisata


Kemajuan teknologi informasi (TI) kini tidak saja dirasakan industri jasa keuangan, manufaktur, logistik serta industri-industri lain yang IT intensive dalam pengelolaannya, namun industri yang sangat mengandalkan keramahan serta human touch, seperti industri pariwisata dan hospitality pun tak luput dari sentuhannya. Di kalangan negara-negara Asia Tenggara, Filipina adalah salah satu negara yang kini tengah berupaya memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan industri pariwisatanya dengan memanfaatkan TI, baik infrastruktur maupun aplikasinya. Contohnya Boracay, salah satu tempat tujuan wisata terkemuka di Filipina.

Baru-baru ini, Philippine Long Distance Telephone Co. (PLDT) dan Panay Telephone Corp. (Pantelco) menandatangani perjanjian kerjasama membantu pariwisata melalui penggunaan layanan teknologi informasi dan komunikasi inovatif.

Berdasarkan perjanjian ini, berbagai tempat tujuan wisata di Boracay, salah satu pulau di propinsi Aklan yang terletak 345 kilometer di selatan Manila dapat menyediakan layanan komunikasi data, seperti IP-VPN (Internet Protocol-Virtual Private Network), akses Internet dan layanan manajemen properti sehingga pengoperasiannya lebih efisien dan menguntungkan.

PLDT akan menyediakan solusi data, sementara Pantelco akan menyediakan sambungan ke seluruh pelosok Boracay dan bertindak sebagai channel partner di wilayah tersebut dengan menyediakan franchise untuk layanan local exchange. Kedua perusahaan ini juga bekerjasama menangani aktivitas pemasarannya.

Menurut vice president dan Head for Corporate Business Group PLDT, Alfredo Panlilio, dengan perangkat infokom yang tepat, bisnis yang terkait dengan pariwisata dapat tertolong untuk selalu bisa bersaing dengan pesaingnya di tempat-tempat tujuan wisata lainnya, baik di Asia maupun dunia.

“Ini adalah permulaan dari kerjasama yang saling menguntungkan, tidak saja antara PLDT dan Pantelco, namun juga dengan para pemilik tempat peristirahatan di Boracay,” ujar Nerissa Ramos, vice president dan Head of Business Solution PLDT.

Sementara Cedric Sazon, General Manager Pantelco menambahkan bahwa pengiriman atau diseminasi informasi yang memakan waktu lama dari resor-resor di Boracay ke kantor-kantor pusatnya di Manila atau ke tempat-tempat lainnya di Filipina menjadi suatu hal serius di industri pariwisata.

“Apa yang kami tawarkan kepada klien-klien potensial kami adalah apa yang tidak bisa mereka lakukan selama ini. Kami sudah memiliki teknologinya. Apa yang bisa mereka lakukan adalah melihat bagaimana mereka bisa memanfaatkannya untuk kepentingan mereka sendiri,” ujar Sazon.

PLDT meluncurkan paket solusi pertamanya untuk industri hospitality tahun lalu. Melalui sebuah kerjasama dengan Micros Fidelio, salah satu perusahaan piranti lunak terkemuka yang mengkhususkan diri untuk penyediaan solusi bagi industri hospitality, PLDT kini mampu menyediakan solusi total yang terdiri dari aplikasi manajemen properti hotel dan restoran, serta solusi-solusi jejaring.
Dengan kerjasama ini, PLDT, Pantelco dan Micros Fidelio kini mampu membawa solusi-solusi IP-VPN, akses Internet dan property management ke pasar pariwisata dan hospitality. •

INDIA

India Incar Enam Pasar TI Baru

Asosiasi perusahaan piranti lunak dan jasa teknologi informasi nasional (National Association of Software & Service Companies - Nasscom) India belum lama ini mengumumkan enam sektor baru, yang memiliki potensi pertumbuhan besar dan belum tergarap dengan baik oleh industri TI India.

Selain mempertahankan pasar yang sudah mapan, Nasscom, seperti diberitakan Financial Express India menyarankan untuk mulai memusatkan perhatiannya pada pasar TI yang kini tengah tumbuh, antara lain Product Data Management (PDM), Content Management (CM), Enterprise Application Integration (EAI), Business Intelligence (BI), aplikasi-aplikasi nirkabel (wireless) serta Straight Through Processing (STP).

Menurut Nasscom, pasar di sektor-sektor tersebut di atas kini tengah tumbuh dan menjadi sumber pertumbuhan bagi perusahaan piranti lunak dan jasa TI India. Pertumbuhan tahunan CAGR (compounded annual growth rate)-nya berkisar 11-44 persen, yang setara dengan 11-44 milyar dolar AS.

Sedang pasar global layanan piranti lunak kolaborasi PDM diproyeksikan tumbuh menjadi 11 milyar dolar 2006 mendatang. Meski para pemain besar seperti EDS, IBM, Integraph, NEC Systes dan Accenture sudah lebih dulu masuk, menurut India bisa bermain di dukungan dan pemeliharaan implementasi aplikasi, integrasi aplikasi satu dengan lainnya (CAD/ERP) dan migrasi data dari aplikasi lama ke aplikasi PDM.

Untuk Content Management, yang meliputi perencanaan, perancangan, implementasi, pelatihan dan dukungannya, India bisa melayani perusahaan yang sudah menggarap pasar ini seperti Accenture, EDS, CSC, IBM, Cap Gemini, E&Y dengan solusi-solusi manajemen, dukungan layanan platform interaktif, pengembangan aplikasi untuk set-top box, pengelolaan database dan datamining. Pasar CM sendiri, menurut Nasscom, pada 2006 mendatang akan bernilai 27 milyar dolar dengan CAGR 44 persen.

Enterprise Application Integration (EAI) adalah pasar yang juga berpotensi besar dengan nilai 43,4 milyar dolar tahun 2005 mendatang. India memiliki peluang besar untuk menggarap berbagai segmen di sektor EAI, seperti pengintegrasian platform dengan menggunakan middleware, integrasi dan manajemen data, integrasi business logic dan transaksi serta integrasi proses.

Business Intelligence pun tidak lepas dari bidikan Nasscom. Dengan CAGR 12 persen, pasar sektor BO, yang kini dikuasai IBM, Cognos, Oracle, SAP dan Accenture ini diperkirakan akan menyentuh angka 18,1 milyar dolar tahun 2005 mendatang. Perusahaan India memiliki peluang antara lain di integrasi sistem, implementasi aplikasi, kustomisasi, dukungan dan pemeliharaan, data warehousing/mining serta konsultasi.

Teknologi nirkabel yang kini tengah naik daun juga menjadi incaran India. Dengan nilai pasar global sebesar 37,5 milyar dolar pada tahun 2006 mendatang, India bisa memasuki segmen-segmen tertentu di aplikasi nirkabel, seperti pengembangan protocol, desain jejaring, integrasi ke legacy system, pengembangan aplikasi jejaring nirkabel, dan implementasi, dukungan serta pemeliharaan aplikasi-aplikasi vertikal tertentu.

Sektor terakhir yang belum tergarap dengan baik, namun memiliki potensi di masa depan, adalah otomasi end-to-end dari proses trading, atau Straight Through Process (STP). Di pasar STP yang diproyeksikan tumbuh menjadi 6,3 milyar dolar tahun 2004 mendatang, India berpotensi menguasai segmen pengembangan, pemeliharaan serta dukungan untuk aplikasi yang customised, serta mengerjakan alih daya untuk pemrosesan transaksinya.•

CINA

Cina Promosikan Platform Linux untuk Korporat


“Oracle China, perusahaan subsidiary Oracle Corporation, dan perusahaan lokal terkemuka yang bergerak di bidang sistem operasi dan aplikasi berbasis Linux, Red Flag Software Co., Ltd., baru-baru ini melakukan perjanjian aliansi strategis untuk menyebarkan solusi-solusi berbasis Linux di negeri Tirai Bambu tersebut.

Para pengguna korporat di Cina nantinya akan bisa menerapkan infrastruktur Oracle Unbreakable di platform Linux buatan Red Flag, namun tetap menerima dukungan teknis penuh. Aliansi strategis antara kedua penyedia Linux terkemuka di Cina ini diharapkan membawa keuntungan bagi para pelanggan dengan membantu mereka mengurangi biaya operasi komputasi perusahaan secara dramatis, namun tetap mempertahankan kinerja, kehandalan dan security ptingkat tinggi.

Sejauh ini, Oracle China Development Center dan Red Flag telah menyelesaikan sertifikasi Oracle9i Database yang berjalan di sistem operasi Red Flag Linux. Kedua perusahaan tersebut kini dalam proses mensertifikasi jajaran produk Oracle lainnya, yang akan berjalan di sistem operasi terbaru Red Flag Data Center Linux, antara lain Oracle9i Application Server, Oracle Collaboration Suite dan Oracle e-Business Suite.

Aliansi ini juga memungkinkan para pelanggan memperoleh dukungan teknis dengan cepat dan terintegrasi dari kedua perusahaan ini dari laboratorium pendukung yang akan didirikan Oracle Software Research and Development Center (Beijing) Co., Ltd. dan Red Flag dalam waktu dekat ini. Oracle China Development Center yang berlokasi di Beijing ini akan memainkan peran penting dalam pengembangan produk, sertifikasi, litbang dan dukungan teknis bagi Oracle dan Red Flag yang tengah mempromosikan Linux secara agresif di Cina.

“Pemerintah Cina mendorong berbagai organisasi dan perusahaan untuk menerapkan Linux karena cost effectiveness-nya yang tinggi serta kinerjanya yang superior,” ujar Hu. Ia pun menambahkan bahwa tujuan kerjasamanya dengan Red Flag dan beberapa penyedia aplikasi lokal adalah memberikan berbagai produk, aplikasi dan layanan Linux kelas dunia, yang sesuai dengan kebutuhan para pengguna di Cina.

Linux, menurut laporan International Data Corporation (IDC) yang berjudul “Worldwide Relational and Object-Relational Database Management Systems Software Forecast and Analysis, 2002-2006” merupakan platform yang paling pesat pertumbuhannya di dunia. Khusus untuk pasar relational database yang menggunakan platform Linux, menurut IDC dalam tahun 2006 mendatang akan tumbuh menjadi sebesar 5,1 milyar dolar AS.

Beberapa laporan lainnya yang dilakukan para pengamat industri dan keuangan juga melaporkan bahwa penggunaan server berbasis Linux pun tumbuh cukup pesat, yaitu sekitar 50 persen per tahunnya. Di Cina sendiri, menurut Evans Data Chinese Development Survey, hampir 65 persen pengembang piranti lunak Cina diperkirakan akan membuat aplikasi-aplikasinya berbasis platform Linux.
Pesatnya pertumbuhan Linux di Cina juga diakui Liu Bo, presiden dan CEO Red Flag Software. “Linux diterapkan dengan laju yang begitu tinggi di Cina, sementara produk-produk (berbasis Linux) untuk korporat pun telah cukup matang dan siap digunakan. Jadi aliansi ini tidak saja merupakan tonggak terpenting bagi Red Flag dan Oracle, namun juga bagi perkembangan Linux di Cina,” ujarnya.•

Go to next page

 
 
© 2003 eBizzAsia. All rights reserved