Peta
baru persaingan layanan akses Internet tampaknya akan berubah.
Hal ini ditandai dengan mulainya para penyedia layanan akses
Internet (ISP-Internet Service Provider) menyiapkan layanan
baru yang diperkirakan akan banyak diminati para pengguna.
Layanan akses Internet yang bersifat nirkabel (wireless) ini
akan bersifat terlokasir di lokasi-lokasi yang dianggap memiliki
komunitas pengguna yang besar, terutama yang tidak bersifat
menetap.
Lokasi di mana tersedianya layanan akses Internet dengan kapasitas
transfer data yang besar – hingga 512 kilo bits per
second (Kbps) - ini sering disebut sebagai HotSpot. T-Mobile
USA, yang merupakan bagian dari T-Mobile International group,
subsidiari usaha mobile telecommunication dari Deutsche Telekom
AG, bahkan menjanjikan kecepatan transfer data sebesar 50
kali lebih cepat dari akses dial-up.
HotSpot, yang merupakan layanan akses Internet kecepatan tinggi,
kini tampaknya menjadi ‘buzzword’ baru yang semakin
mendorong para ISP dan perusahaan telekomunikasi tak mau ketinggalan
kereta dalam menyediakannya. Lihat saja SingTel, perusahaan
telekomunikasi Sungapura, sebagaimana dituturkan oleh Vice
President Consumer Products, Hui Weng Cheong, bahwa perusahaannya
berencana akan membangun setidaknya 150 HotSpot (wireless
surf zone) hingga akhir tahun 2003 mendatang.
“Kami juga menyediakan infrastruktur wireless local
area network (WLAN) untuk para operator ISP lain berbasis
wholesale,” tambah Hui. Yang berarti lebih dari 300,000
pengguna SingNet dan lebih dari satu juta pelanggan layanan
paska bayar SingTel Mobile kini dapat mengakses Internet secara
nirkabel dengan kecepatan tinggi di lebih dari 100 HotSpots
di Singapura.
Setiap kawasan HotSpot ditandai dengan SingTel ‘Wireless
Surf Zone’ yang dapat dijumpai kawasan pusat-pusat bisnis,
begitu juga kawasan sekitarnya, kafe Starbucks, gerai Burger
King, Shangri-La Hotel, country clubs dan berbagai klub lainnya.
BAGAIMANA
CARA KERJANYA?
Pada suatu lokasi yang telah ditentukan, akan dipasang
sebuah perangkat Wi-Fi Access Point. Perangkat tersebut
memancarkan gelombang radio, yang akan ditangkap oleh
laptop atau PDA milik pengguna yang telah dilengkapi dengan
teknologi Wi-Fi (802.11b). Apabila pengguna membuka browser
Internet-nya dalam kawasan Hotspot, maka akan muncul halaman
utama Hotspot penyedia layanan, misalnya CBN. Kemudian,
pengguna harus memasukkan username dan login password-nya.
Setelah proses verifikasi selesai, pengguna pun terhubung
ke dunia maya.
Karenanya, sebenarnya para pengguna hanya membutuhkan
tiga hal untuk dapat memanfaatkan layanan HotSpot. Pertama,
Anda membutuhkan laptop atau handheld yang telah memiliki
Wi-Fi 802.11b wireless capability. Kalau laptop atau handheld
Anda telah memiliki berkemampuan akses wireless, Anda
dapat menggunakannya. Jika belum Anda dapat membeli Wi-Fi
802.11b wireless networking card.
Kedua, Anda membutuhkan browser yang berstandar Internet-ready
pada berbagai operating system. Tak ada tambahan software
khusus untuk menggunakannya.
Ketiga, Anda membutuhkan informasi biaya penggunaannya,
sesuai dengan jumlah waktu tertentu. Beberapa penyedia
HotSpot memiliki beragam pilihan yang dapat Anda tentukan,
sehingga memberikan kebebasan penuh kepada para penggunanya.
Misalnya paket ‘Pay as you go’ dan ‘Prepay’
untuk para pengguna yang temporer (hanya menggunakan sekali-sekali)
hingga paket bulnana atau langganan tahunan khususnya
untuk para pengguna yang sering akses, seperti yang ditawarkan
T-Mobile.• |
Sebelumnya, StarHub, yang menjadi pesaing SingTel, belum
lama ini telah pula meluncurkan Wireless Broadband Hub yang
menjangkau kawasan seluas 180,000 meter persegi (setara dengan
28 lapangan bola berstandar internasional) di sekitar kawasan
Suntec City Building. Kawasan yang dicakup StarHub dipandang
sebagai kawasan layanan Wireless ‘Hotzone’ yang
terbesar di Singapura saat ini.
T-Mobile malah menyediakan layanan HotSpot di lebih dari
2,000 lokasi-lokasi publik yang menarik, antara lain di bandara-bandara,
airline clubs dan Starbucks Coffeehouses terpilih lainnya.
Layanan akses Internet kecepatan tinggi yang dikembangkan
T-Mobile menggunakan jejaring dengan full T1 connection di
setiap lokasinya. Akses Internet dapat dilakukan dengan menggunakan
berbagai perangkat yang sudah Wi-Fi 802.11b wirelessly-enabled,
baik itu itu laptop, PDA (personal digital assistant) dan
berbagai perangkat mobile lainnya.
Nantinya, layanan HotSpot ini akan dikembangkan menjadi leboh
dari 5.000 lokasi hingga akhir 2003, termasuk lebih dari 400
Borders Books & Music; 100 klub-klub dan lounges American
Airlines, Delta Air Lines dan United Airlines, serta 2.600
Starbucks Coffeehouses.
HotSpot memang lebih banyak ditujukan untuk mereka-mereka
yang sering berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Misalnya Anda seorang yang sering berada di berbagai lokasi
pusat bisnis, yang dalam menunjang kegiatan pekerjaan membutuhkan
akses Internet karena ada kebutuhan terhadap transfer data
yang besar dan berkecepatan tinggi.
Dapat juga saat Anda tengah berada di bandara menunggu pesawat,
Anda dapat dengan mudah mengakses data yang Anda perlukan
melalui Internet. Layanan HotSpot ini juga dapat Anda lakukan,
misalnya, ketika Anda tengah berada di luar negeri dan menunggu
di bandara, baik saat akan berangkat maupun saat akan kembali.
Untuk mengantisipasi kebutuhan yang terus meningkat, WayPort,
perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat, bekerjasama dengan
tak kurang dari 460 hotel, empat bandara dan sekitar 13 pusat
bisnis. Selain itu, WayPort juga diperkirakan akan memiliki
peluang untuk menggelembungkan pengakses HotSpot melalui kerjasamanya
dengan IBM melalui ujicoba penggunaan 1 juta IBM ThinkPad
selama 30 hari secara cuma-cuma.
Tidak seperti WayPort, WiFi Metro menganggap bahwa kalangan
bisnis yang sering bepergian merupakan konsumen yang ideal
bagi HotSpot ini. Ketika peluncuran Januari lalu, WiFi Metro
telah membuka layanan HotSpot di 60 lokasi, termasuk enam
blok “hotzone” di San Jose. Pemiliki WiFi Metro,
Arturo Pereyra menyatakan bahwa WiFi Metro menargetkan 43
juta business travelers, selain sekitar 78 juta mobile workers,
misalnya pharmaceutical sales representatives.
Sejumlah restoran terpilih dalam jaringan restoran McDonald
di kota New York City saat ini juga telah menyediakan HotSpot.
Program percontohan ini melibatkan sekitar 10 restoran McDonald
di Manhattan dan direncanakan akan ditingkatkan menjadi beberapa
ratus restoran di tiga pasa utama Amerika hingga akhir tahun
2003 ini.
Yang menarik, untuk waktu tiga bulan mendatang, para pelanggan
McDonald yang membeli Extra Value Meal di New York akan mendapatkan
kesempatan menggunakan laptop mereka untuk mengakses Internet
kecepatan tinggi selama 1 jam gratis. Pelanggan juga dapat
menyewa layanan tersebut untuk 1 jam dengan biaya sebesar
3 dolar AS. Diperkirakan ada sekitar 78 juta calon pengguna
potensial yang akan menggunakan layanan HotSpot McDonald ini.
Pusat
Belanja Terbesar Cina juga Menyediakan HotSpot
Salah satu Shopping Mall terbaru di Shanghai, Cina dan
sejumlah pusat pameran kini telah menyediakan akses Mobile
broadband Internet, baik untuk para pengunjung, tenants
dan peserta pameran melalui sistem Operator Wireless LAN
dari Nokia. Super Brand Mall di Shanghai menyediakan sejumlah
fitur sistem public wireless LAN yang cukup lua. Pusat
perbelanjaan terbesar di Shanghai ini tak tanggung-tanggung
dalam menyediakan titik akses, yakni sebanyak 67 titik
(HotSpot) yang mencakup enam gedung yang masing-masingnya
berlantai sepuluh.
Instalasi disediakan oleh Shanghai Mobile Communications
Company Ltd (SMCC) dengan menggunakan Nokia Operator Wireless
LAN technology.
Pusat perbelanjaan yang memiliki luas 240,000m2 ini dibangun
berdasarkan suatu konsep yang membuatnya mampu menjadi
tempat penyelenggaran sejumlah kegiatan dan pameran yang
bervariasi bagi masyarakat Cina, khususnya Shanghai.
Mengapa pusat perbelanjaan ini tertarik untuk menyediakan
layanan HotSpot, tak lebih karena selain arenya sangat
luas, Super Brand Mall juga memilki are pameran seluas
8,000 m2 yang berada di lantai 7 dan 9. Lantai 5 Super
Brand Mall ini memiliki banyak pilihan restoran dengan
aneka macam masakan, sehingga sangat tepat disediakan
layanan HotSpot. Di lantai ini saja, setidaknya ada sekitar
20 titik akses yang telah dipasang.
Menurut Francis Shen, Vice President Business Development,
Shanghai Kinghill Ltd, Super Brand Mall’s management
company, bahwa “Ini merupakan satu-satunya kawasan
pusat ritel dan akan menarik minat para eksekutif bisnis
untuk datang sewaktu makan siang dan setelah jam kerja
untuk menunggu kemacetan lalulintas usai. Karenanya, kami
menyediakan HotSpot untuk memberikan nilai tambah bagi
pengunjung Mall ini. Selain itu, kami juga akan membangun
Internet café, yang kami harapkan mereka akan menyiapkan
akses yang benar-benar bagus, sehingga akan semakin menarik
pengunjung mall dan juga ke kafe tersebut.• |
Namun McDonald tak hanya melihat pelanggannya, melainkan
karyawannya juga dapat mengakses layanan yang sama. Misalnya
untuk “Berbagi informasi di antara ratusan karyawan
bergerak (mobile) yang dengan penuh dedikasi melayani pelanggan
dan restoran kami,” ujar David Weick, chief information
officer, McDonald’s Corporation.
Di Indonesia sendiri, tampaknya pengembangan HotSpot akan
semakin banyak diminati. Hal ini ditandai dengan meningkatnya
(30 perusahaan atau sekitar 50% dari perusahaan penyedia jasa
akses Internet (PJI) yang mendaftarkan untuk mendapatkan hak
penggunaan frekuensi 2,4 Gigahertz (GHz) untuk koneksi wireless
LAN (local area network). Meski penggunaannya tidak semata-mata
untuk keperluan HotSpot, namun diperkirakan HotSpot akan menjadi
peluang baru yang akan mereka kembangkan.
Saat ini ISP yang sudah mulai mengembangkan HotSpot antara
lain CBN.net, yang layanannya dapat di akses di kawasan Coffee
Club, Plaza Senayan. Sedang Polaris.net bekerjasama dengan
Palem’s Café, juga menyediakan HotSpot di kawasan
Sogo Plaza Senayan. Tak lama lagi, layanan yang sama juga
akan dapat di nikmati di Palem’s Café di Plaza
Indonesia.
Sayangnya, saat ini CBN HotSpot masih merupakan layanan
tambahan yang hanya diberikan kepada para pelanggan CBN. Dengan
kata lain, layanan ini merupakan salah satu usaha CBN untuk
memberikan value added kepada para pelanggannya. Dengan begitu,
Anda yang telah menjadi pelanggan CBN, baik layanan Dial-up,
Internet Kabel, ADSL, maupun layanan koneksi dedicated saja
yang dapat menikmati layanan ini dengan mengaktifkannya terlebih
dahulu melalui CBN Member Center di situs web CBN.
Meskipun telah banyak perusahaan yang telah mengembangkan
HotSpot, namun kalangan analis masih meragukan perkembangan
pasar HotSpot ini. Menurut mereka, “Pengembang HotSpot
masih mengalami kesulitan menarik jumlah pengguna, karena
perusahaan telekomunikasi umumnya melihatnya dalam konteks
jumlah. Artinya kalau jumlahnya masih sedikit, maka optimisme
pengembangan HotSpot boleh jadi akan mengalami pengenduran.
Dalam Gartner Symposium/ITxpo 2003 di San Diego, perusahaan
riset dan konsultan Gartner menyatakan bahwa meskipun jumlah
pengguna WLAN (wireless local are network) di Amerika Utara
mencapai 4,2 juta tahun ini dan diperkirakan meningkat menjadi
31 juta tahun 2007, namun peluang bisnisnya masih kecil, sehingga
penyedia HotSpot masih menunggu hingga pasanya lebih matang.
Di sisi lain, Ken Dulaney, vice president and research director,
Gartner, mengungkapkan bawa “100,000 HotSpot yang akan
terbangun dalam kurun waktu lima tahun mendatang bukan sesuatu
yang dapat segera terwujud.” Namun, kalangan perusahaan
penyedia HotSpot berharap pertumbuhannya akan dipicu oleh
meningkatnya aplikasi-aplikasi yang membutuhkan koneksi broadband.
Nantinya, HotSpot diperkirakan akan benar-benar menjadi hot•
|