Volume I Nomor 07 - Mei 2003
Call Center
Penyedia jasa Internet di berbagai belahan dunia kini rame-rame menyediakan akses Internet berkecepatan tinggi secara nirkabel di tempat-tempat umum. “Wireless Hotspot”, begitulah julukannya, kini menjamur di berbagai tempat seperti di bandara, shopping mall, kafe, restoran cepat saji dan tempat-tempat kongkow lainnya. Sekedar ikut-ikutan, atau potensinya memang menggiurkan?
 
SIDE BAR

Mengenal Lebih Dekat Wireless LAN
 
foto-foto:
Dahlan Rebo Paing

Peta baru persaingan layanan akses Internet tampaknya akan berubah. Hal ini ditandai dengan mulainya para penyedia layanan akses Internet (ISP-Internet Service Provider) menyiapkan layanan baru yang diperkirakan akan banyak diminati para pengguna. Layanan akses Internet yang bersifat nirkabel (wireless) ini akan bersifat terlokasir di lokasi-lokasi yang dianggap memiliki komunitas pengguna yang besar, terutama yang tidak bersifat menetap.

Lokasi di mana tersedianya layanan akses Internet dengan kapasitas transfer data yang besar – hingga 512 kilo bits per second (Kbps) - ini sering disebut sebagai HotSpot. T-Mobile USA, yang merupakan bagian dari T-Mobile International group, subsidiari usaha mobile telecommunication dari Deutsche Telekom AG, bahkan menjanjikan kecepatan transfer data sebesar 50 kali lebih cepat dari akses dial-up.
HotSpot, yang merupakan layanan akses Internet kecepatan tinggi, kini tampaknya menjadi ‘buzzword’ baru yang semakin mendorong para ISP dan perusahaan telekomunikasi tak mau ketinggalan kereta dalam menyediakannya. Lihat saja SingTel, perusahaan telekomunikasi Sungapura, sebagaimana dituturkan oleh Vice President Consumer Products, Hui Weng Cheong, bahwa perusahaannya berencana akan membangun setidaknya 150 HotSpot (wireless surf zone) hingga akhir tahun 2003 mendatang.

“Kami juga menyediakan infrastruktur wireless local area network (WLAN) untuk para operator ISP lain berbasis wholesale,” tambah Hui. Yang berarti lebih dari 300,000 pengguna SingNet dan lebih dari satu juta pelanggan layanan paska bayar SingTel Mobile kini dapat mengakses Internet secara nirkabel dengan kecepatan tinggi di lebih dari 100 HotSpots di Singapura.

Setiap kawasan HotSpot ditandai dengan SingTel ‘Wireless Surf Zone’ yang dapat dijumpai kawasan pusat-pusat bisnis, begitu juga kawasan sekitarnya, kafe Starbucks, gerai Burger King, Shangri-La Hotel, country clubs dan berbagai klub lainnya.

BAGAIMANA CARA KERJANYA?

Pada suatu lokasi yang telah ditentukan, akan dipasang sebuah perangkat Wi-Fi Access Point. Perangkat tersebut memancarkan gelombang radio, yang akan ditangkap oleh laptop atau PDA milik pengguna yang telah dilengkapi dengan teknologi Wi-Fi (802.11b). Apabila pengguna membuka browser Internet-nya dalam kawasan Hotspot, maka akan muncul halaman utama Hotspot penyedia layanan, misalnya CBN. Kemudian, pengguna harus memasukkan username dan login password-nya. Setelah proses verifikasi selesai, pengguna pun terhubung ke dunia maya.

Karenanya, sebenarnya para pengguna hanya membutuhkan tiga hal untuk dapat memanfaatkan layanan HotSpot. Pertama, Anda membutuhkan laptop atau handheld yang telah memiliki Wi-Fi 802.11b wireless capability. Kalau laptop atau handheld Anda telah memiliki berkemampuan akses wireless, Anda dapat menggunakannya. Jika belum Anda dapat membeli Wi-Fi 802.11b wireless networking card.

Kedua, Anda membutuhkan browser yang berstandar Internet-ready pada berbagai operating system. Tak ada tambahan software khusus untuk menggunakannya.

Ketiga, Anda membutuhkan informasi biaya penggunaannya, sesuai dengan jumlah waktu tertentu. Beberapa penyedia HotSpot memiliki beragam pilihan yang dapat Anda tentukan, sehingga memberikan kebebasan penuh kepada para penggunanya. Misalnya paket ‘Pay as you go’ dan ‘Prepay’ untuk para pengguna yang temporer (hanya menggunakan sekali-sekali) hingga paket bulnana atau langganan tahunan khususnya untuk para pengguna yang sering akses, seperti yang ditawarkan T-Mobile.•

Sebelumnya, StarHub, yang menjadi pesaing SingTel, belum lama ini telah pula meluncurkan Wireless Broadband Hub yang menjangkau kawasan seluas 180,000 meter persegi (setara dengan 28 lapangan bola berstandar internasional) di sekitar kawasan Suntec City Building. Kawasan yang dicakup StarHub dipandang sebagai kawasan layanan Wireless ‘Hotzone’ yang terbesar di Singapura saat ini.

T-Mobile malah menyediakan layanan HotSpot di lebih dari 2,000 lokasi-lokasi publik yang menarik, antara lain di bandara-bandara, airline clubs dan Starbucks Coffeehouses terpilih lainnya. Layanan akses Internet kecepatan tinggi yang dikembangkan T-Mobile menggunakan jejaring dengan full T1 connection di setiap lokasinya. Akses Internet dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai perangkat yang sudah Wi-Fi 802.11b wirelessly-enabled, baik itu itu laptop, PDA (personal digital assistant) dan berbagai perangkat mobile lainnya.

Nantinya, layanan HotSpot ini akan dikembangkan menjadi leboh dari 5.000 lokasi hingga akhir 2003, termasuk lebih dari 400 Borders Books & Music; 100 klub-klub dan lounges American Airlines, Delta Air Lines dan United Airlines, serta 2.600 Starbucks Coffeehouses.

HotSpot memang lebih banyak ditujukan untuk mereka-mereka yang sering berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Misalnya Anda seorang yang sering berada di berbagai lokasi pusat bisnis, yang dalam menunjang kegiatan pekerjaan membutuhkan akses Internet karena ada kebutuhan terhadap transfer data yang besar dan berkecepatan tinggi.

Dapat juga saat Anda tengah berada di bandara menunggu pesawat, Anda dapat dengan mudah mengakses data yang Anda perlukan melalui Internet. Layanan HotSpot ini juga dapat Anda lakukan, misalnya, ketika Anda tengah berada di luar negeri dan menunggu di bandara, baik saat akan berangkat maupun saat akan kembali.

Untuk mengantisipasi kebutuhan yang terus meningkat, WayPort, perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat, bekerjasama dengan tak kurang dari 460 hotel, empat bandara dan sekitar 13 pusat bisnis. Selain itu, WayPort juga diperkirakan akan memiliki peluang untuk menggelembungkan pengakses HotSpot melalui kerjasamanya dengan IBM melalui ujicoba penggunaan 1 juta IBM ThinkPad selama 30 hari secara cuma-cuma.

Tidak seperti WayPort, WiFi Metro menganggap bahwa kalangan bisnis yang sering bepergian merupakan konsumen yang ideal bagi HotSpot ini. Ketika peluncuran Januari lalu, WiFi Metro telah membuka layanan HotSpot di 60 lokasi, termasuk enam blok “hotzone” di San Jose. Pemiliki WiFi Metro, Arturo Pereyra menyatakan bahwa WiFi Metro menargetkan 43 juta business travelers, selain sekitar 78 juta mobile workers, misalnya pharmaceutical sales representatives.

Sejumlah restoran terpilih dalam jaringan restoran McDonald di kota New York City saat ini juga telah menyediakan HotSpot. Program percontohan ini melibatkan sekitar 10 restoran McDonald di Manhattan dan direncanakan akan ditingkatkan menjadi beberapa ratus restoran di tiga pasa utama Amerika hingga akhir tahun 2003 ini.

Yang menarik, untuk waktu tiga bulan mendatang, para pelanggan McDonald yang membeli Extra Value Meal di New York akan mendapatkan kesempatan menggunakan laptop mereka untuk mengakses Internet kecepatan tinggi selama 1 jam gratis. Pelanggan juga dapat menyewa layanan tersebut untuk 1 jam dengan biaya sebesar 3 dolar AS. Diperkirakan ada sekitar 78 juta calon pengguna potensial yang akan menggunakan layanan HotSpot McDonald ini.

Pusat Belanja Terbesar Cina juga Menyediakan HotSpot

Salah satu Shopping Mall terbaru di Shanghai, Cina dan sejumlah pusat pameran kini telah menyediakan akses Mobile broadband Internet, baik untuk para pengunjung, tenants dan peserta pameran melalui sistem Operator Wireless LAN dari Nokia. Super Brand Mall di Shanghai menyediakan sejumlah fitur sistem public wireless LAN yang cukup lua. Pusat perbelanjaan terbesar di Shanghai ini tak tanggung-tanggung dalam menyediakan titik akses, yakni sebanyak 67 titik (HotSpot) yang mencakup enam gedung yang masing-masingnya berlantai sepuluh.

Instalasi disediakan oleh Shanghai Mobile Communications Company Ltd (SMCC) dengan menggunakan Nokia Operator Wireless LAN technology.

Pusat perbelanjaan yang memiliki luas 240,000m2 ini dibangun berdasarkan suatu konsep yang membuatnya mampu menjadi tempat penyelenggaran sejumlah kegiatan dan pameran yang bervariasi bagi masyarakat Cina, khususnya Shanghai.

Mengapa pusat perbelanjaan ini tertarik untuk menyediakan layanan HotSpot, tak lebih karena selain arenya sangat luas, Super Brand Mall juga memilki are pameran seluas 8,000 m2 yang berada di lantai 7 dan 9. Lantai 5 Super Brand Mall ini memiliki banyak pilihan restoran dengan aneka macam masakan, sehingga sangat tepat disediakan layanan HotSpot. Di lantai ini saja, setidaknya ada sekitar 20 titik akses yang telah dipasang.

Menurut Francis Shen, Vice President Business Development, Shanghai Kinghill Ltd, Super Brand Mall’s management company, bahwa “Ini merupakan satu-satunya kawasan pusat ritel dan akan menarik minat para eksekutif bisnis untuk datang sewaktu makan siang dan setelah jam kerja untuk menunggu kemacetan lalulintas usai. Karenanya, kami menyediakan HotSpot untuk memberikan nilai tambah bagi pengunjung Mall ini. Selain itu, kami juga akan membangun Internet café, yang kami harapkan mereka akan menyiapkan akses yang benar-benar bagus, sehingga akan semakin menarik pengunjung mall dan juga ke kafe tersebut.•

Namun McDonald tak hanya melihat pelanggannya, melainkan karyawannya juga dapat mengakses layanan yang sama. Misalnya untuk “Berbagi informasi di antara ratusan karyawan bergerak (mobile) yang dengan penuh dedikasi melayani pelanggan dan restoran kami,” ujar David Weick, chief information officer, McDonald’s Corporation.

Di Indonesia sendiri, tampaknya pengembangan HotSpot akan semakin banyak diminati. Hal ini ditandai dengan meningkatnya (30 perusahaan atau sekitar 50% dari perusahaan penyedia jasa akses Internet (PJI) yang mendaftarkan untuk mendapatkan hak penggunaan frekuensi 2,4 Gigahertz (GHz) untuk koneksi wireless LAN (local area network). Meski penggunaannya tidak semata-mata untuk keperluan HotSpot, namun diperkirakan HotSpot akan menjadi peluang baru yang akan mereka kembangkan.

Saat ini ISP yang sudah mulai mengembangkan HotSpot antara lain CBN.net, yang layanannya dapat di akses di kawasan Coffee Club, Plaza Senayan. Sedang Polaris.net bekerjasama dengan Palem’s Café, juga menyediakan HotSpot di kawasan Sogo Plaza Senayan. Tak lama lagi, layanan yang sama juga akan dapat di nikmati di Palem’s Café di Plaza Indonesia.

Sayangnya, saat ini CBN HotSpot masih merupakan layanan tambahan yang hanya diberikan kepada para pelanggan CBN. Dengan kata lain, layanan ini merupakan salah satu usaha CBN untuk memberikan value added kepada para pelanggannya. Dengan begitu, Anda yang telah menjadi pelanggan CBN, baik layanan Dial-up, Internet Kabel, ADSL, maupun layanan koneksi dedicated saja yang dapat menikmati layanan ini dengan mengaktifkannya terlebih dahulu melalui CBN Member Center di situs web CBN.

Meskipun telah banyak perusahaan yang telah mengembangkan HotSpot, namun kalangan analis masih meragukan perkembangan pasar HotSpot ini. Menurut mereka, “Pengembang HotSpot masih mengalami kesulitan menarik jumlah pengguna, karena perusahaan telekomunikasi umumnya melihatnya dalam konteks jumlah. Artinya kalau jumlahnya masih sedikit, maka optimisme pengembangan HotSpot boleh jadi akan mengalami pengenduran.

Dalam Gartner Symposium/ITxpo 2003 di San Diego, perusahaan riset dan konsultan Gartner menyatakan bahwa meskipun jumlah pengguna WLAN (wireless local are network) di Amerika Utara mencapai 4,2 juta tahun ini dan diperkirakan meningkat menjadi 31 juta tahun 2007, namun peluang bisnisnya masih kecil, sehingga penyedia HotSpot masih menunggu hingga pasanya lebih matang.

Di sisi lain, Ken Dulaney, vice president and research director, Gartner, mengungkapkan bawa “100,000 HotSpot yang akan terbangun dalam kurun waktu lima tahun mendatang bukan sesuatu yang dapat segera terwujud.” Namun, kalangan perusahaan penyedia HotSpot berharap pertumbuhannya akan dipicu oleh meningkatnya aplikasi-aplikasi yang membutuhkan koneksi broadband. Nantinya, HotSpot diperkirakan akan benar-benar menjadi hot•

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved