IT & Communications Volume I Nomor 06 - April 2003
Call Center
Runtuhnya konglomerasi semakin mendorong inisiatif memberdayakan UKM. Akankah penerapan TI ini
benar-benar menjadikan UKM
lebih baik?
 
foto-foto:
Dahlan Rebo Paing
Lucas Tjahja Prawira, Medium Business Manager Microsoft Indonesia

Dewasa ini, sejumlah perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI) di Indonesia mulai menggarap solusi bisnis untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM) atau istilah kerennya Small Medium Bussines (SMB). Di antaranya adalah SAP, IBM, Hawlett Packard dan Microsoft. Hal itu lebih didorong oleh bahwa sektor industri UKM cukup potensial dan memiliki jaringan yang luas.

Menurut Lucas Tjahja Prawira, Medium Business Manager Microsoft Indonesia, yang disebut Small Business Company adalah perusahaan yang jumlah PC-nya kurang dari 49 buah. Sedang Medium Business antara 50-500 PC, yang kebutuhannya diperkirakan sama. Jadi, SMB yang dimaksud Microsoft bukan seperti pabrik tahu atau tempe. Melainkan, jika dilihat dari jumlah PC-nya, isinya sudah lengkap, ada windows server, database, e-mail.

Selain itu, perusahaan ini akan membantu meningkatkan penggunaan produknya dan mencoba mengembangkan model-model lain, yang sesuai dengan keginginan costumer.

Es teller 77, salah satu perusahaan francise yang menjual es teler dan mie baso, merupakan contoh yang menarik. Pasalnya, meski jumlah PC yang mereka gunakan baru sekitar 30-an, namun jika dilihat dari omsetnya, mereka cukup lumayan. Dan, mereka sudah memanfaatkan teknologi Microsoft yang asli. Jika pelanggan menggunakan ERP dan CRM server, tak peduli apa mereknya, Microsoft bisa meng-up grade-nya.

Perusahaan ini juga memberikan kesempatan kepada end-user untuk memanfaatkan fitur-fitur piranti lunak dengan potongan harga sampai 20 persen. Potongan harga ini berlaku untuk setiap program Open License. “Dengan Open License harganya menjadi lebih murah,” ungkap Megawaty Khie, Director Small and Medium Bussiness Microsoft Indonesia. Pembelian produk Open License ini minimal 5 license. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk mengurangi pembajakan dan sekaligus mendorong penggunaan produl-produk legal.

Teguh A. P. Zaini, Country Manager MFG/DIST/FSS Territory PT IBM Indonesia

Software untuk UKM
IBM juga tak mau ketinggalan. Menurut Teguh A. P. Zaini, Country Manager MFG/DIST/FSS Territory PT IBM Indonesia, costumer yang besar disebut Cluster Account, dan costumer kecil disebut Territory, yang jumlah karyawannya sekitar 50 orang. Namun, ada juga perusahaan yang karyawannya sedikit, tapi omset-nya cukup besar.

Dari hasil survai IBM menjukkan bahwa kontribusi GSMB (Group Small Medium Business) ini mencapai 20-30%. Karenanya, IBM memiliki dukungan yang memfokuskan diri pada GSMB ini. “Kami juga mencari orang-orang yang bisa membantu memasarkannya ke UKM”, ujar Teguh.

Dalam merealisasikan hal itu, IBM bekerja sama dengan Industry Solution Vendor (ISC) dalam pemanfaatan platform IBM. Untuk UKM dengan karyawan hingga 1.000 orang, perusahaan ini menawarkan solusi IBM Express, yang terdiri atas produk-produk piranti lunak DB2, Lotus, Tivoli, dan WebSphere. DB2 Express adalah database baru dengan fungsi yang disesuaikan untuk pasar menengah dengan harga awal di bawah 1.000 dollar AS. Sedang Lotus Domino Utility Server Express dan Lotus Domino Collaboration Bundle Express berisi aplikasi-aplikasi e-mail dan kolaboratif.

Sementara Tivoli Storage Resource Manager Express Edition adalah solusi terbuka, terintegrasi dan otonomis bagi perusahaan yang ingin mengelola sarana penyimpanan data mereka secara optimal. Produk-produk middleware ini menggunakan standar terbuka agar mudah diintegrasikan dengan platform piranti lunak dan keras yang sudah ada.

Budi Sabekti, Channel Director Hewlett-Packard Indonesia

Piranti lunak yang bersifat terbuka ini akan menjadi fondasi pengintegrasian platform yang sudah ada secara lebih mudah dan murah. Karena sifatnya yang khusus untuk UKM, maka dipastikan produk-produk dalam paket ini mudah di-install, dikelola, diintegrasikan, dan dioperasikan.

“Penawaran ini membantu perusahaan-perusahaan menengah dalam memenuhi kebutuhan bisnis inti mereka, seperti pengelolaan data, sarana penyimpanan data, kolaborasi dan messaging,” ujar Achirul Djamal, Country Manager SW, IBM Indonesia. Juga bermanfaat dalam pengelolaan keuangan dan akunting, serta customer relationships dan supply chain.

Produk untuk UKM

Lebih dari 54% belanja TI perusahaan-perusahaan di Amerika Utara (termasuk piranti keras, piranti lunak dan jasa-jasa) kini datang dari perusahaan-perusahaan dengan jumlah karyawan kurang dari 1000 orang. Itu mungkin jawaban dari pertanyaan mengapa banyak vendor teknologi saat ini getol melirik UKM.

Hal itu diakui pula oleh Budi Sabekti, Channel Director Hewlett-Packard Indonesia. Baginya, potensi bisnis UKM ini cukup besar, jumlahnya pun melebihi bisnis corporate. Itu pula kenapa, produk-produk Hewlett-Packard (HP) juga dapat digunakan, baik oleh UKM maupun corporate.

Menurut Budi, tren penggunaan teknologi informasi di dunia bisnis sesuatu yang tidak bisa dipungkiri dan harus diikuti oleh siapapun, baik bisnis besar maupun kecil. HP sendiri mulai menggarap bisnis ini pertengahan era 90-an, dimana Internet sebagai suatu infrastruktur mulai banyak dimanfaatkan dalam bisnis. • rf

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved