 |
| Lucas Tjahja Prawira, Medium
Business Manager Microsoft Indonesia |
Dewasa ini, sejumlah perusahaan besar yang bergerak di bidang
teknologi informasi (TI) di Indonesia mulai menggarap solusi
bisnis untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM) atau istilah
kerennya Small Medium Bussines (SMB). Di antaranya adalah
SAP, IBM, Hawlett Packard dan Microsoft. Hal itu lebih didorong
oleh bahwa sektor industri UKM cukup potensial dan memiliki
jaringan yang luas.
Menurut Lucas Tjahja Prawira, Medium Business Manager Microsoft
Indonesia, yang disebut Small Business Company adalah perusahaan
yang jumlah PC-nya kurang dari 49 buah. Sedang Medium Business
antara 50-500 PC, yang kebutuhannya diperkirakan sama. Jadi,
SMB yang dimaksud Microsoft bukan seperti pabrik tahu atau
tempe. Melainkan, jika dilihat dari jumlah PC-nya, isinya
sudah lengkap, ada windows server, database, e-mail.
Selain itu, perusahaan ini akan membantu meningkatkan penggunaan
produknya dan mencoba mengembangkan model-model lain, yang
sesuai dengan keginginan costumer.
Es teller 77, salah satu perusahaan francise yang menjual
es teler dan mie baso, merupakan contoh yang menarik. Pasalnya,
meski jumlah PC yang mereka gunakan baru sekitar 30-an, namun
jika dilihat dari omsetnya, mereka cukup lumayan. Dan, mereka
sudah memanfaatkan teknologi Microsoft yang asli. Jika pelanggan
menggunakan ERP dan CRM server, tak peduli apa mereknya, Microsoft
bisa meng-up grade-nya.
Perusahaan ini juga memberikan kesempatan kepada end-user
untuk memanfaatkan fitur-fitur piranti lunak dengan potongan
harga sampai 20 persen. Potongan harga ini berlaku untuk setiap
program Open License. “Dengan Open License harganya
menjadi lebih murah,” ungkap Megawaty Khie, Director
Small and Medium Bussiness Microsoft Indonesia. Pembelian
produk Open License ini minimal 5 license. Hal ini sekaligus
sebagai upaya untuk mengurangi pembajakan dan sekaligus mendorong
penggunaan produl-produk legal.
 |
| Teguh A. P. Zaini, Country
Manager MFG/DIST/FSS Territory PT IBM Indonesia |
Software untuk UKM
IBM juga tak mau ketinggalan. Menurut Teguh A. P. Zaini, Country
Manager MFG/DIST/FSS Territory PT IBM Indonesia, costumer
yang besar disebut Cluster Account, dan costumer kecil disebut
Territory, yang jumlah karyawannya sekitar 50 orang. Namun,
ada juga perusahaan yang karyawannya sedikit, tapi omset-nya
cukup besar.
Dari hasil survai IBM menjukkan bahwa kontribusi GSMB (Group
Small Medium Business) ini mencapai 20-30%. Karenanya, IBM
memiliki dukungan yang memfokuskan diri pada GSMB ini. “Kami
juga mencari orang-orang yang bisa membantu memasarkannya
ke UKM”, ujar Teguh.
Dalam merealisasikan hal itu, IBM bekerja sama dengan Industry
Solution Vendor (ISC) dalam pemanfaatan platform IBM. Untuk
UKM dengan karyawan hingga 1.000 orang, perusahaan ini menawarkan
solusi IBM Express, yang terdiri atas produk-produk piranti
lunak DB2, Lotus, Tivoli, dan WebSphere. DB2 Express adalah
database baru dengan fungsi yang disesuaikan untuk pasar menengah
dengan harga awal di bawah 1.000 dollar AS. Sedang Lotus Domino
Utility Server Express dan Lotus Domino Collaboration Bundle
Express berisi aplikasi-aplikasi e-mail dan kolaboratif.
Sementara Tivoli Storage Resource Manager Express Edition
adalah solusi terbuka, terintegrasi dan otonomis bagi perusahaan
yang ingin mengelola sarana penyimpanan data mereka secara
optimal. Produk-produk middleware ini menggunakan standar
terbuka agar mudah diintegrasikan dengan platform piranti
lunak dan keras yang sudah ada.
 |
| Budi Sabekti, Channel Director
Hewlett-Packard Indonesia |
Piranti lunak yang bersifat terbuka ini akan menjadi fondasi
pengintegrasian platform yang sudah ada secara lebih mudah
dan murah. Karena sifatnya yang khusus untuk UKM, maka dipastikan
produk-produk dalam paket ini mudah di-install, dikelola,
diintegrasikan, dan dioperasikan.
“Penawaran ini membantu perusahaan-perusahaan menengah
dalam memenuhi kebutuhan bisnis inti mereka, seperti pengelolaan
data, sarana penyimpanan data, kolaborasi dan messaging,”
ujar Achirul Djamal, Country Manager SW, IBM Indonesia. Juga
bermanfaat dalam pengelolaan keuangan dan akunting, serta
customer relationships dan supply chain.
Produk untuk UKM
Lebih dari 54% belanja TI perusahaan-perusahaan di Amerika
Utara (termasuk piranti keras, piranti lunak dan jasa-jasa)
kini datang dari perusahaan-perusahaan dengan jumlah karyawan
kurang dari 1000 orang. Itu mungkin jawaban dari pertanyaan
mengapa banyak vendor teknologi saat ini getol melirik UKM.
Hal itu diakui pula oleh Budi Sabekti, Channel Director Hewlett-Packard
Indonesia. Baginya, potensi bisnis UKM ini cukup besar, jumlahnya
pun melebihi bisnis corporate. Itu pula kenapa, produk-produk
Hewlett-Packard (HP) juga dapat digunakan, baik oleh UKM maupun
corporate.
Menurut Budi, tren penggunaan teknologi informasi di dunia
bisnis sesuatu yang tidak bisa dipungkiri dan harus diikuti
oleh siapapun, baik bisnis besar maupun kecil. HP sendiri
mulai menggarap bisnis ini pertengahan era 90-an, dimana Internet
sebagai suatu infrastruktur mulai banyak dimanfaatkan dalam
bisnis. • rf |