 |
IP Telephony:
Selain meningkatkan efektivitas karyawan, juga bisa
menghemat biaya operasional perusahaan. |
KOMUNIKASI suara tak hanya bisa dilakukan melalui jaringan
suara. Jaringan datapun kini bisa dimanfaatkan untuk komunikasi
suara. Meski melalui jaringan komunikasi data, kualitas suara
yang dihasilkan terbukti tetap optimal. Itulah wujud dari
sebuah teknologi yang dijuluki Internet Protocol (IP) Telephony.
Internet Protocol sendiri, sebelumnya, merupakan standar yang
digunakan untuk pengiriman data antar komputer saja. Namun,
dengan adanya IP Telephony, infrastruktur yang ada dapat digunakan
tidak hanya untuk komunikasi data, melainkan juga suara.
Pemanfaatan jaringan data untuk suara ini tentu saja akan
semakin menghemat biaya komunikasi. Hal tersebut, setidaknya,
telah dibuktikan oleh PT Multipolar Corporation Tbk. Perusahaan
yang bergerak di bidang solusi teknologi informasi (TI), terutama
untuk perbankan tersebut telah mengganti komunikasi telepon
PABX dengan IP Telephony.
Ternyata, hal itu memang meningkatkan efisiensi. “Karena
jaringan infrastruktur data dapat digunakan sekaligus untuk
jaringan suara, dalam hal ini untuk pembangunan jaringan cukup
satu kali saja guna memenuhi kedua fungsi tersebut,”
ujar Agus Susanto, Direktur PT Multipolar Corporation Tbk.
kepada eBizzAsia.
Efetivitas yang bisa didapatkan dengan IP Telephony ini antara
lain, lebih hemat biaya. Dengan satu jaringan jelas akan memudahkan
penanganannya, juga menghemat biaya administrasi. Artinya,
untuk kantor kecil mungkin hanya diperlukan satu administrator
saja untuk menangani jaringan komputer dan telepon sekaligus,
karena keduanya sudah terintegrasi dalam jaringan yang berbasis
IP ini.
Kemudahan lain yang bisa diambil dari IP Telephony adalah
adanya Unified Messaging. Kemungkinan pengembangan untuk penggabungan
penerimaan data dan suara dalam satu mail-box menjadi lebih
mudah. Misalnya, saat ini, untuk mendengar pesan yang ditinggalkan
oleh penelepon dapat langsung diakses melalui komputer dengan
membuka mailbox e-mail.
Fungsi IP Telephony hampir sama dengan semua fungsi-fungsi
standar dari PABX, seperti redial, call forwarding, transfer,
hold dan conference. Di samping itu, IP Telephony juga memiliki
fitur-fitur tambahan, seperti miss call, receive call dan
address book dimana kita bisa mencari ekstensi seseorang berdasarkan
nama langsung dari handset. Dengan system redundancy dalam
IP Telephony, dapat menghilangkan single point of failure,
yang biasa terjadi pada sistem PABX pada umumnya.
Handset yang digunakan dalam IP Telephony memiliki fungsi-fungsi
terintegrasi, seperti daftar extensi setiap pegawai dan daftar
telepon dari pelanggan atau mitra bisnis. Fungsi lain yang
bisa dimanfaatkan dalam IP Telephony adalah fungsi “ticker”
dimana pengguna dapat memasukkan pengumuman dan juga informasi-informasi
lainnya langsung ke telepon set. Selanjutnya, informasi tersebut
akan ditampilkan dalam format “ticker”.
Di sisi lain, karyawan juga dapat langsung membaca pengumuman
melalui telephone set. Mereka juga dapat memeriksa pesan yang
ditinggalkan penelepon langsung di komputernya, serta membantu
karyawan lebih fokus pada mailbox-nya untuk semua tipe korespondensi.
Dengan fungsi-fungsi tersebut, jelas akan meningkatkan efektivitas
karyawan.
Selain meningkatkan efektivitas karyawan, IP Telephony juga
lebih hemat biaya operasionalnya dibandingkan PABX. Jika dihitung-hitung,
dengan IP Telephony biaya perawatan infrastruktur dapat ditekan
seminimal mungkin. Penghematan bisa dilakukan karena jumlah
kabel yang ada di setiap user dapat dikurangi sekitar 33%
hingga 50% per user.
Tak hanya itu, koneksi antar peralatan juga menjadi lebih
sedikit. Jika sebelumnya untuk dapat menggabungkan voice mail
server dan e-mail system diperlukan channel/saluran khusus,
maka dengan jaringan IP Network, maka solusi unified messaging
sudah terintegrasi dalam satu server. Biaya upgrade PBX/ACD
yang sering dilakukan, mengingat usia pemakaian dan sifatnya
yang proprietary, tak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi.
 |
| Agus Susanto, Direktur PT
Multipolar Corporation Tbk. |
Lebih rendahnya biaya perawatan administrasi jaringan suara/data
mendorong meningkatnya produktivitas karyawan yang melakukan
perawatan jaringan tersebut dengan sistem manajemen network
yang lebih terintegrasi. Dalam beberapa situasi peningkatan
produktivitas staf berkisar 10%–40%. Dengan semakin
efektifnya staf dari sisi perawatan jaringan, secara otomatis
biaya yang dikeluarkan untuk jumlah staf juga dapat ditekan.
Jika dihitung secara global, maka penghematan yang bisa dilakukan
berkisar 22% berasal dari saluran komunikasi, 34% dari biaya
perawatan peralatan dan saluran komunikasi, dan 44% dari biaya
administrasi jaringan.
Di Multipolar, implementasi ini sudah dimulai sejak dua tahun
lalu dan dilakukan secara bertahap. Untuk menangani sistem
ini Multipolar bekerjasama dengan Cisco. Penggunaannya tidak
berbeda dengan sistem telepon biasa, terutama dalam fungsi-fungsi
dasarnya, sehingga memudahkan karyawan dalam menggunakan sistem
tersebut. “Dilihat dari menunya sistem IP Telephony
ini sangat user-friendly dan tidak menyulitkan karyawan dalam
penggunaannya,” jelas Agus Susanto.
Sebagai perusahaan pertama yang mengimplementasikan IP Telephony
sebagai pengganti sitem PABX, memberikan tantangan tersendiri.
“Tantangan itu antara lain, berupa penyediaan sumber
daya manusia yang dapat menangani sistem ini secara total,
mengingat kami adalah yang pertama kali menggunakan sistem
tersebut di Indonesia,” ujar Agus Santoso. Demikian
juga dari sisi teknis, untuk mengembangan sistem tersebut
menjadi lebih andal, juga memberi tantangan pengalaman tersendiri,
tambahnya.
Untuk memperkaya fungsi IP Telephony, juga dikembangkan apa
yang disebut Architecture for Voice, Video and Integrated
Data (AVVID). Rancangan dari CISCO ini dikembangkan untuk
membantu memberikan jawaban atas berbagai tantangan yang ada
di lingkungan bisnis, terutama pengembangan solusi-solusi
yang berbasiskan teknologi Internet. AVVID bukan semata-mata
penggabungan suara, gambar dan data atau yang sering disebut
sebagai “converge network”.
Lebih dari itu, dengan AVVID pembangunan infrastruktur dapat
dilihat sebagai upaya yang mendukung pengembangan bisnis yang
lebih baik. Misalnya, pengembangan aplikasi customer care,
supply change management yang membutuhkan service network
yang bersifat end-to-end, high availability, security, scalability,
quality dan performance. AVVID merupakan bagian yang lebih
besar dari IP Telephony dan sekaligus suatu framework dimana
berbagai solusi CISCO dapat saling diintegrasikan untuk keperluan
bisnis.
Secara bisnis AVVID cukup efektif digunakan. Di industri keuangan
misalnya, AVVID dengan pendekatan IP Contact Center Solution
terbukti mampu meningkatkan layanan pelanggan.
Selain itu, industri keuangan yang juga sangat berhati-hati
terhadap keamanan jaringan datanya, membutuhkan AVVID security
solution, sehingga dapat secara efektif memberikan perlindungan
data dan suara. •wi |