Perkembangan
printer kini tak lagi semata-mata sebagai perangkat peripheral,
melainkan telah menyatu sebagai suatu integrasi sistem dengan
perangkat lainnya.
Ke depan, berbagai media (input) akan sangat terkait dengan
output devices. Kemampuannya pun semakin menyesuaikan dengan
perkembangan media input-nya. Printer misalnya, kini sangat
terkait dengan PC, kamera digital, scanner dan sebagainya.
Kecenderungan paperless, pada saat yang sama tidak mematikan
kebutuhan mencetak dengan printer. Untuk hal-hal tertentu,
printer semakin banyak digunakan, baik di kantor maupun pribadi
di rumah. Mencetak foto misalnya, tidak lagi tergantung dengan
cara-cara konvensional melalui proses cuci-cetak film yang
membutuhkan waktu lama.
Untuk mengetahui bagaimana tren perkembangannya, eBizzAsia
mewawancarai Ignatius Winarto, Country Manager Indonesia,
Lexmark International dan Lia Octaviani, IT Manager, Sales
& Marketing Department, PT Samsung Electronics Indonesia
serta Retno Hardjanti, Marketing Manager, PT EPSON Indonesia.
Berikut petikannya.
 |
| Ignatius Winarto, Country
Manager Indonesia, Lexmark International |
Bagaimana Anda melihat tren
printer belakangan ini?
Kalau kita lihat perkembangan printer, kini terjadi paradigm
shift, dimana dulu orang mencetak karena memang belum ada
mesin fotokopi. Pada saat itu bisnis fotokopi booming sekali,
karena itu salah satu produk yang membantu keperluan kantor.
Sekarang, dengan adanya Internet, terjadi pergeseran, dimana
kita mengidam-idamkan suatu paperless office. Meski, kenyataannya,
kita tetap memerlukan hard copy.
Bukankah sekarang juga terjadi
integrasi?
Ya, sekarang terjadi integrasi. Tujuan integrasi sistem ini
adalah efisiensi, dimana kita bisa mereduce cost untuk kertas.
Juga, bagaimana output devices yang dihasilkan bisa menunjang
peripherals lain, seperti digital camera, atau scanner dengan
high capacity dan resolusi tinggi. Dengan begitu, output yang
dihasilkan merupakan hasil yang maksimal dan terbaik. Kalau
kita lihat trennya, dari sisi price performance, kemampuannya
akan semakin tinggi, sementara harganya semakin murah. Itu
kita bicara secara umum, tidak hanya peripherals, tapi semua
produk. Jadi kira-kira drive direction technology-nya ke arah
sana.
Jadi peran peripheral seperti
apa?
Kalau bicara peripherals, kini terjadi penggabungan. Seperti
halnya kita membicarakan suatu sistem, sekarang terjadi integrasi.
Peripherals juga mengalami integrasi. Integrasinya seperti
apa? Ya menyatunya sejumlah fungsi dalam satu mesin, misalnya
print, scan, fax dan copy. Mungkin fax sekarang kita tidak
membutuhkan lagi, karena ada e-mail. Dari hardcopy, kita bisa
mengirimnya melalui IP (internet protocol). Melalui networking,
orang sudah bisa menerimanya baik dalam bentuk e-mail maupun
dokumen PDF. That’s the whole idea.
Selain performance, apa lagi
yang meningkat?
Speed. Speed tidak hanya bisa diartikan secara harfiah cepat
sekali, tetapi bagaimana transfer data bisa menunjang produktivitas
dan efisiensi. That’s the future. Trennya ke arah sana.
Kalau melihat produk yang ada, tidak saja dari Lexmark, juga
produk-produk lainnya, itulah yang kini terjadi.
Bagaimana dengan Lexmark?
Lexmark adalah perusahaan yang memroduksi peripherals - output
devices. Mulai dari printer inkjet untuk home user dengan
laser untuk office user, dan juga dotmatrix, yang merupakan
legacy dari zamannya mesin ketik.
Dotmatrix masih cukup besar
pasarnya?
Untuk Indonesia masih sangat besar. Kira-kira 60-70 ribu unit
per tahun. Dotmatrix masih tetap bisa menunjang penggunaan
di kantor-kantor. Karena banyak SOHO maupun kantor yang untuk
mencetak billing-nya masih mengandalkan carbonized copy. Dan,
ini hanya bisa dilakukan dengan printer dotmatrix. Sekarang
pun sudah ada yang bisa menggunakan laser, tapi tentu saja
kendalanya adalah biaya. Contohnya, bila Anda memiliki small
office home office, Anda tidak membutuhkan laser printer yang
bisa carbonized. Jika Anda menerima tagihan credit card atau
telepon, itu sudah no signature required. Karena ketika Anda
membayar, next month billing-nya sudah tercantum bahwa Anda
sudah membayar.
Bagaimana kenyataannya di kalangan
bisnis?
Dilihat dari faktor eksternal ada penunjang dari perbankan.
Perbankan kita sudah maju. Kalau jaman dahulu kita transfer,
tiga sampai empat hari baru diterima. Atau kita mesti datang
ke kantor pelayanan Telkom atau PLN untuk membayar cash. Sekarang,
untuk membayar credit card, telepon dan sebagainya cukup melalui
ATM. Semua billing tersebut tidak perlu signature.
Posisi Lexmark sebagai penyedia
produk peripherals?
Sebagai produsen peripherals, kami tidak bisa hidup sendiri.
Mengapa? Karena ada input, kami output-nya. Kita mengikuti
tren input devices. Pertama digital camera, kedua, scanner.
Kalau Anda masih ingat, tahun 1997-an, yang namanya digital
camera itu masih 0,3 mega pixel. Sekarang sudah 9 mega pixels.
Dari segi output devices, Anda sudah memakai produk kami C910,
itu no problem. Berapa pun besar file-nya, memory-nya gede.
Dia bisa langsung output. Untuk penggunaan personal? Misalnya
Anda memiliki state of the art digital camera 5 mega pixel,
itu setara 4800x1200 dpi. Anda bingung mau bagaimana, padahal
Anda ingin mencetak sendiri. Lexmark kini mengeluarkan printer
dengan resolusi 4800x1200, tipe Z65. Itu jawaban kami.
Apa harus menggunakan glossy
paper?
Tidak. Plain paper juga bisa. Tetapi, tentu saja kalau Anda
menginginkan hasilnya seperti foto, sebaiknya menggunakan
photo paper atau glossy paper.
Itulah trennya?
Ya, yang ingin saya katakan, sebagai perusahaan peripherals
output devices, kita akan mengikuti tren produk-produk itu
(digital camera dan scanner). Even the lowest end inkjet printer
kami, itu sudah beresolusi 1200x1200 dpi. The next generation-nya
sudah 2400x1200 dpi. Kalau ditanya mengapa begitu, ya karena
kami tidak bisa tinggal diam. Itu kira-kira trennya dari sisi
home user.
Bagaimana harganya?
Tren digital semakin murah. Price performance makin tinggi.
Performance makin tinggi bukan berarti price-nya makin tinggi.
Ini hanya terjadi pada produk-produk profesional. Untuk digital
camera itu kita kategorikan sebagai office use. Tapi untuk
home user, Anda bisa lihat yang telah terjadi dengan printer.
Lima tahun lalu, sebuah printer 4ppm harganya bisa 300 dolar.
Sekarang, kami memiliki produk high-end yang harganya tidak
lebih dari 250 dolar, dengan 21 ppm black dan 17 ppm color.
Kompatibilitasnya dengan operating
system?
No problem. Mau Macintosh, Windows atau you name it. Karena
kami sebagai perusahaan yang memokuskan pada peripherals output
device, kami harus bekerja sama dengan mereka, karena kami
tidak hidup sendiri. Artinya kami memiliki ketergantungan
dengan PC, digital camera maupun scanner. Kami harus menggabungkan
berdasarkan operating system yang ada.
Untuk office use, seberapa
besar variasi yang disediakan?
Untuk office use, tiga empat tahun lalu kami sudah memiliki
multi function product. Bisa print, faks dan copy. In fact,
kini produknya sudah mencapai generasi ketiga. Kendalanya
mungkin masalah harga. Mengenai integrated solution, khususnya
untuk office use, kami juga memiliki beberapa solusi terintegrasi.
Nah kembali lagi, kalau ditanya secara umum, secara spesifik
setiap perusahaan itu sifatnya unik, misalnya untuk banking
atau insurance. •TI |