>>
Sesuai dengan fungsinya, hotel merupakan sebuah
tempat tinggal sementara, yang biasanya dihuni para pelancong
dan yang paling banyak adalah para pebisnis, tentunya. Namun,
kini fungsi hotel di kota-kota besar sudah semakin berkembang.
Bukan sekedar tempat istirahat para pebisnis yang sedang melakukan
business trip, tetapi hotel juga dapat dimanfaatkan langsung
sebagai tempat berbisnis.
Tentu saja, meskipun hotel dapat pula digunakan sebagai tempat
berbisnis namun sesungguhnya sangat berbeda jika dibandingkan
dengan kantor sebenarnya. Namun, pergeseran gaya hidup, membuat
hotel tak ubahnya bak sebuah kantor. Sudah bukan barang baru
lagi jika sebuah perusahaan memutuskan untuk mengadakan rapat,
seminar ataupun pelatihan bagi karyawannya dengan memilih
sebuah hotel sebagai tempatnya. Melihat hal itu, manajemen
hotel berlomba-lomba melengkapi fasilitas layanan hotelnya,
agar para tamu bisa melakukan aktivitas bisnisnya senyaman
mungkin.
Di era serba “e” sekarang ini, sudah tentu kalangan
perhotelan pun tak mau ketinggalan untuk mengimplementasikannya.
Yang pasti, penerapan penggunaan jaringan internet di hotel,
dewasa ini, bukan sekedar menyediakan informasi lewat website,
tetapi banyak hal lainnya. Internet, selain dibutuhkan oleh
hotel untuk mengelola bisnisnya, juga yang tak kalah pentingnya
adalah jaringan koneksi internet bagi para tamu mereka. Boleh
dibilang, sejak setahun belakangan ini, berbagai hotel papan
atas di Jakarta berlomba-lomba menyiapkan service tambahan
bagi para tamunya agar nyaman melakukan aktivitas bisnis dari
hotelnya, dengan tersedianya koneksi Internet.
Coba saja Anda bermalam di JW Marriott Hotel, Jakarta. Hotel
yang September 2002 lalu baru saja memperoleh predikat The
Best New Business Hotel in Asia yang dipersembahkan oleh The
Business Asia Magazine dan Bloomberg TV Asia Pasifik ini,
dengan kesadaran penuh menyediakan akses layanan internet
di seluruh kamar hotel yang berlokasi di jalan Lingkar Mega
Kuningan, Jakarta Selatan ini.
Seluruh kamar yang berjumlah 333 termasuk di dalamnya 254
Duluxe Rooms, 43 Executive Rooms, 26 Premier Suites dan ruangan-ruangan
lainnya memiliki fasilitas koneksi Internet. Caranya mudah,
para tamu dapat langsung plug-in komputer miliknya ke koneksi
yang telah disediakan. Dengan begitu, mereka bisa secara langsung
akses ke internet. “Kami menyasar para pelaku bisnis
untuk menjadi tamu kami, karena itulah kami sadar betul betapa
akses internet sangat diperlukan. Sampai saat ini, 90 % tamu
kami adalah orang asing yang berasal dari Asia, Eropa dan
Amerika. Mereka biasanya melakukan perjalanan bisnis dan bermalam
di hotel kami. Kebetulan, lokasi kami juga berdekatan dengan
beberapa kedutaan asing, sehingga banyak juga tamu-tamu diplomat
asing yang bermalam di sini,” kata Mellani Solagratia,
Public Relation Manager JW Marriott Hotel Jakarta kepada e-BizzAsia.
 |
| Mellani Solagratia, PR Manager
JW Marriott Hotel Jakarta |
Layanan akses internet di kamar JW Marriott sudah ada sejak
hotel ini berdiri, September 2001 silam. “Dulu mungkin
pelaku bisnis cukup puas dengan akses telepon, tapi sekarang
untuk menunjang aktivitas bisnisnya bukan sekedar telepon
saja. Telepon memiliki kelemahan, selain biaya yang mahal,
juga yang cukup mengganggu adalah perbedaan waktu di Indonesia
dengan negara asal pelaku bisnis yang menjadi tamu JW Marriott.
Mau tidak mau internet menjadi solusinya,” tambah Mellani.
“Bisa saya katakan, cyber room di hotel kami bukanlah
dalam arti sesungguhnya. Biasanya, di kamar seperti itu, layar
komputer bisa digunakan sekaligus sebagai layar televisi dan
video. Bahkan ada yang secara otomatis bisa memberikan berbagai
informasi tentang hotel yang bersangkutan. Di JW Marriott,
kami hanya menyediakan jaringan. Bahkan, untuk komputernya
pun sampai saat ini belum kami sediakan. Jika ada tamu yang
membutuhkan koneksi internet maka ia harus memiliki laptop
sendiri,” Mellani menambahkan.
Menurut Mellani, ada alasan khusus mengapa hingga sekarang
JW Marriott tidak menyediakan PC ataupun notebook di kamar.
Seringkali, pengguna yang berganti-ganti dapat menyebabkan
kerusakan, dan untuk menghindari hal itu maka JW Marriott
memutuskan untuk tidak menyediakan PC terlebih dahulu. “Namun,
bukan berarti kita tidak akan menyediakan. Departemen TI kami
sudah memutuskan akan tiba waktunya PC disediakan di kamar-kamar
hotel. Dan untuk itu, kami memiliki spesifikasi PC apa yang
akan digunakan. Berdasarkan perencanaan kami, PC yang akan
dipakai di JW Marriott haruslah keluaran Compaq dengan kapasitas
prosesor Pentium empat,” tutur Mellani.
Saat ini, untuk mendapatkan layanan akses internet yang berkapasitas
128 kbps untuk jaringan internasional dan 10 Mbps untuk lokal,
tamu JW Marriott Hotel Jakarta cukup mengeluarkan uang sebesar
Rp. 150 ribu per-harinya. Dengan uang sebesar itu, sang tamu
bebas menggunakan akses sepanjang hari. “Memang harus
diakui, layanan ini pun bukan tanpa kendala. Tapi lebih sering
masalah yang muncul adalah busy line pada waktu-waktu tertentu,”
aku Mellani.
Hotel lainnya yang juga menyediakan layanan serupa adalah
Hotel Borobudur. Hotel yang bertempat di Jalan Lapangan Banteng,
Jakarta Pusat ini bahkan lewat promosinya mengklaim telah
menyediakan layanan cyber room. Tentu saja, layanan cyber
room di hotel Borobudur selain bertujuan komersil, namun yang
sudah digembar-gemborkan adalah salah satu bentuk komitmen
untuk melayani tamu dengan sebaik-baiknya.
“Para tamu kami yang sering menginap di hotel Borobudur,
terutama yang datang dari kalangan pebisnis kini dapat menikmati
fasilitas internet langsung dari kamar mereka. Tentu saja,
dengan tersedianya jaringan koneksi internet ini, mereka tidak
perlu bersusah payah mendatangi business center kami yang
memang terbatas jumlah komputernya,” kata Yanti Sri,
salah seorang Humas Hotel Borobudur.
Dengan moto high speed internet access around the clock, menurut
Yanti, layanan cyber room merupakan fitur tambahan yang diperuntukkan
bagi para tamu kategori bisnis. Meski menggunakan koneksi
berkecepatan tinggi, serunya fitur layanan ini dibebaskan
dari biaya alias gratis untuk memperoleh akses per-jam, biaya
sambungan ataupun batasan waktu. “Kami belum memutuskan
sampai kapan layanan ini tidak dikenakan biaya. Bisa saja,
di kemudian waktu kami merubah kebijakan ini,” tambah
Yanti.
Untuk lebih memanjakan para tamu hotel Borobudur, selain menyediakan
akses mereka juga menyediakan hardware-nya. Menurut Yanti,
meskipun dibutuhkan namun seringkali para pebisnis repot untuk
selalu menenteng laptop kemana-mana. Karena pertimbangan itulah
semua cyber room menggunakan PC dengan flat screen. Namun,
jika tamu tetap ingin menggunakan perangkat miliknya, hotel
Borobudur telah menyediakan soket plug and play yang bisa
digunakan tanpa biaya tambahan. Hm, asyik kan.
 |
| Sri Ayuningsih, Public Relation
Manager Sahid Jaya Hotel |
Sahid Jaya Hotel juga tidak mau ketinggalan dengan hotel
lainnya dengan menyediakan layanan serupa. Dengan menggandeng
PT Roonets Indonesia, sejak 18 Februari 2002, provider asal
Korea tersebut memperkenalkan penerapan sistem teknologi informasi
yang disebut dengan TBIS (Tourism and Business Information
System).
Roonets telah melakukan instalasi TBIS untuk 88 kamar dari
670 kamar yang tersedia di hotel tersebut. “Kami gembira,
ternyata feedback yang kami terima sungguh menyenangkan. Layanan
ini telah menjadikan bukti bahwa Sahid Jaya Hotel merupakan
hotel yang dinamis. Kami sadar, para pebisnis baik yang datang
dari luar ataupun dalam negeri sangat membutuhkan layanan
internet dimana pun mereka berada. Dengan tersedianya layanan
ini, kami dengan serius memberikan kemudahan bagi mereka.
Sehingga mereka bisa mengakses internet selama 24 jam tanpa
kesulitan,” kata Sri Ayuningsih yang biasa disapa Ayu
ini kepada e-BizzAsia.
Masih menurut Ayu, yang menjabat sebagai Public Relation Manager
Sahid Jaya Hotel ini, investasi seluruhnya dikeluarkan oleh
Roonets. Dengan total investasi sebesar US$ 250.000,- untuk
instalasi 93 PC, para tamu yang menggunakan layanan tersebut
harus merogoh koceknya sebesar US$ 10 per hari, namun mereka
bisa menggunakan layanan internet ini selama 24 jam penuh
sepuasnya. Layanan ini ditangani dengan serius oleh Sahid
Jaya Hotel, terbukti tiap PC memiliki spesifikasi yang telah
ditetapkan, yakni Pentium III untuk processor, Smart Ultra
ATA DAM66 10 G, Embedded 10/100 TX PCI untuk NIC, kapasitas
RAM 64MB SDRAM yang dapat ditingkatkan sampai 512MB, dan Monitor
flat screen 15.1 inci.
Implementasi TBIS di Sahid Jaya Hotel diharapkan menjadi solusi
terbaik bagi para pengguna layanan itu. Dilengkapi dengan
TBIS browser, power on/off otomatis, penjawab e-mail otomatis,
penerima pesan yang cepat, solusi perbaikan otomatis (PC Clear),
PnP untuk menghubungkan notebook dengan PC dan beberapa layanan
lainnya.
Tak bedanya dengan JW Marrott, selain 88 kamar Sahid Jaya
Hotel juga melengkapi 22 function room-nya dengan koneksi
internet. “Ini melibat kebutuhan tamu kami yang semakin
mendesak. Dengan fasilitas ini, ketika para tamu ingin melakukan
rapat, seminar ataupun kegiatan bisnis lainnya di function
room kami, mereka tetap bisa mengakses internet untuk menunjang
bisnis mereka,” tutup Ayu. •jl
|