Special Note Volume I Nomor 05 - Maret 2003
Berada di kota Metropolitan seperti Jakarta, tempat tinggal sementara, misalnya hotel, sudah menjadi
kebutuhan yang sudah sepatutnya ada. Lihat saja,
sepanjang jalan Jenderal Sudirman atau Thamrin, berjejer hotel-hotel berkelas internasional yang siap menjadi penunjang aktivitas bisnis para penghuni kota Jakarta dan mancanegara. Tentu saja, hotel-hotel di Jakarta tidak semata-mata berada di dua jalan terpadat tersebut, tetapi juga tersebar hampir di semua tempat terutama di mana kegiatan bisnis berlangsung >>
 
SIDE BAR

Kontrol Maya Dari Kamar Hotel

Bermula Dari Business Center
 

>> Sesuai dengan fungsinya, hotel merupakan sebuah tempat tinggal sementara, yang biasanya dihuni para pelancong dan yang paling banyak adalah para pebisnis, tentunya. Namun, kini fungsi hotel di kota-kota besar sudah semakin berkembang. Bukan sekedar tempat istirahat para pebisnis yang sedang melakukan business trip, tetapi hotel juga dapat dimanfaatkan langsung sebagai tempat berbisnis.

Tentu saja, meskipun hotel dapat pula digunakan sebagai tempat berbisnis namun sesungguhnya sangat berbeda jika dibandingkan dengan kantor sebenarnya. Namun, pergeseran gaya hidup, membuat hotel tak ubahnya bak sebuah kantor. Sudah bukan barang baru lagi jika sebuah perusahaan memutuskan untuk mengadakan rapat, seminar ataupun pelatihan bagi karyawannya dengan memilih sebuah hotel sebagai tempatnya. Melihat hal itu, manajemen hotel berlomba-lomba melengkapi fasilitas layanan hotelnya, agar para tamu bisa melakukan aktivitas bisnisnya senyaman mungkin.

Di era serba “e” sekarang ini, sudah tentu kalangan perhotelan pun tak mau ketinggalan untuk mengimplementasikannya. Yang pasti, penerapan penggunaan jaringan internet di hotel, dewasa ini, bukan sekedar menyediakan informasi lewat website, tetapi banyak hal lainnya. Internet, selain dibutuhkan oleh hotel untuk mengelola bisnisnya, juga yang tak kalah pentingnya adalah jaringan koneksi internet bagi para tamu mereka. Boleh dibilang, sejak setahun belakangan ini, berbagai hotel papan atas di Jakarta berlomba-lomba menyiapkan service tambahan bagi para tamunya agar nyaman melakukan aktivitas bisnis dari hotelnya, dengan tersedianya koneksi Internet.

Coba saja Anda bermalam di JW Marriott Hotel, Jakarta. Hotel yang September 2002 lalu baru saja memperoleh predikat The Best New Business Hotel in Asia yang dipersembahkan oleh The Business Asia Magazine dan Bloomberg TV Asia Pasifik ini, dengan kesadaran penuh menyediakan akses layanan internet di seluruh kamar hotel yang berlokasi di jalan Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan ini.

Seluruh kamar yang berjumlah 333 termasuk di dalamnya 254 Duluxe Rooms, 43 Executive Rooms, 26 Premier Suites dan ruangan-ruangan lainnya memiliki fasilitas koneksi Internet. Caranya mudah, para tamu dapat langsung plug-in komputer miliknya ke koneksi yang telah disediakan. Dengan begitu, mereka bisa secara langsung akses ke internet. “Kami menyasar para pelaku bisnis untuk menjadi tamu kami, karena itulah kami sadar betul betapa akses internet sangat diperlukan. Sampai saat ini, 90 % tamu kami adalah orang asing yang berasal dari Asia, Eropa dan Amerika. Mereka biasanya melakukan perjalanan bisnis dan bermalam di hotel kami. Kebetulan, lokasi kami juga berdekatan dengan beberapa kedutaan asing, sehingga banyak juga tamu-tamu diplomat asing yang bermalam di sini,” kata Mellani Solagratia, Public Relation Manager JW Marriott Hotel Jakarta kepada e-BizzAsia.

Mellani Solagratia, PR Manager JW Marriott Hotel Jakarta

Layanan akses internet di kamar JW Marriott sudah ada sejak hotel ini berdiri, September 2001 silam. “Dulu mungkin pelaku bisnis cukup puas dengan akses telepon, tapi sekarang untuk menunjang aktivitas bisnisnya bukan sekedar telepon saja. Telepon memiliki kelemahan, selain biaya yang mahal, juga yang cukup mengganggu adalah perbedaan waktu di Indonesia dengan negara asal pelaku bisnis yang menjadi tamu JW Marriott. Mau tidak mau internet menjadi solusinya,” tambah Mellani.

“Bisa saya katakan, cyber room di hotel kami bukanlah dalam arti sesungguhnya. Biasanya, di kamar seperti itu, layar komputer bisa digunakan sekaligus sebagai layar televisi dan video. Bahkan ada yang secara otomatis bisa memberikan berbagai informasi tentang hotel yang bersangkutan. Di JW Marriott, kami hanya menyediakan jaringan. Bahkan, untuk komputernya pun sampai saat ini belum kami sediakan. Jika ada tamu yang membutuhkan koneksi internet maka ia harus memiliki laptop sendiri,” Mellani menambahkan.

Menurut Mellani, ada alasan khusus mengapa hingga sekarang JW Marriott tidak menyediakan PC ataupun notebook di kamar. Seringkali, pengguna yang berganti-ganti dapat menyebabkan kerusakan, dan untuk menghindari hal itu maka JW Marriott memutuskan untuk tidak menyediakan PC terlebih dahulu. “Namun, bukan berarti kita tidak akan menyediakan. Departemen TI kami sudah memutuskan akan tiba waktunya PC disediakan di kamar-kamar hotel. Dan untuk itu, kami memiliki spesifikasi PC apa yang akan digunakan. Berdasarkan perencanaan kami, PC yang akan dipakai di JW Marriott haruslah keluaran Compaq dengan kapasitas prosesor Pentium empat,” tutur Mellani.

Saat ini, untuk mendapatkan layanan akses internet yang berkapasitas 128 kbps untuk jaringan internasional dan 10 Mbps untuk lokal, tamu JW Marriott Hotel Jakarta cukup mengeluarkan uang sebesar Rp. 150 ribu per-harinya. Dengan uang sebesar itu, sang tamu bebas menggunakan akses sepanjang hari. “Memang harus diakui, layanan ini pun bukan tanpa kendala. Tapi lebih sering masalah yang muncul adalah busy line pada waktu-waktu tertentu,” aku Mellani.

Hotel lainnya yang juga menyediakan layanan serupa adalah Hotel Borobudur. Hotel yang bertempat di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat ini bahkan lewat promosinya mengklaim telah menyediakan layanan cyber room. Tentu saja, layanan cyber room di hotel Borobudur selain bertujuan komersil, namun yang sudah digembar-gemborkan adalah salah satu bentuk komitmen untuk melayani tamu dengan sebaik-baiknya.

“Para tamu kami yang sering menginap di hotel Borobudur, terutama yang datang dari kalangan pebisnis kini dapat menikmati fasilitas internet langsung dari kamar mereka. Tentu saja, dengan tersedianya jaringan koneksi internet ini, mereka tidak perlu bersusah payah mendatangi business center kami yang memang terbatas jumlah komputernya,” kata Yanti Sri, salah seorang Humas Hotel Borobudur.

Dengan moto high speed internet access around the clock, menurut Yanti, layanan cyber room merupakan fitur tambahan yang diperuntukkan bagi para tamu kategori bisnis. Meski menggunakan koneksi berkecepatan tinggi, serunya fitur layanan ini dibebaskan dari biaya alias gratis untuk memperoleh akses per-jam, biaya sambungan ataupun batasan waktu. “Kami belum memutuskan sampai kapan layanan ini tidak dikenakan biaya. Bisa saja, di kemudian waktu kami merubah kebijakan ini,” tambah Yanti.

Untuk lebih memanjakan para tamu hotel Borobudur, selain menyediakan akses mereka juga menyediakan hardware-nya. Menurut Yanti, meskipun dibutuhkan namun seringkali para pebisnis repot untuk selalu menenteng laptop kemana-mana. Karena pertimbangan itulah semua cyber room menggunakan PC dengan flat screen. Namun, jika tamu tetap ingin menggunakan perangkat miliknya, hotel Borobudur telah menyediakan soket plug and play yang bisa digunakan tanpa biaya tambahan. Hm, asyik kan.

Sri Ayuningsih, Public Relation Manager Sahid Jaya Hotel

Sahid Jaya Hotel juga tidak mau ketinggalan dengan hotel lainnya dengan menyediakan layanan serupa. Dengan menggandeng PT Roonets Indonesia, sejak 18 Februari 2002, provider asal Korea tersebut memperkenalkan penerapan sistem teknologi informasi yang disebut dengan TBIS (Tourism and Business Information System).

Roonets telah melakukan instalasi TBIS untuk 88 kamar dari 670 kamar yang tersedia di hotel tersebut. “Kami gembira, ternyata feedback yang kami terima sungguh menyenangkan. Layanan ini telah menjadikan bukti bahwa Sahid Jaya Hotel merupakan hotel yang dinamis. Kami sadar, para pebisnis baik yang datang dari luar ataupun dalam negeri sangat membutuhkan layanan internet dimana pun mereka berada. Dengan tersedianya layanan ini, kami dengan serius memberikan kemudahan bagi mereka. Sehingga mereka bisa mengakses internet selama 24 jam tanpa kesulitan,” kata Sri Ayuningsih yang biasa disapa Ayu ini kepada e-BizzAsia.

Masih menurut Ayu, yang menjabat sebagai Public Relation Manager Sahid Jaya Hotel ini, investasi seluruhnya dikeluarkan oleh Roonets. Dengan total investasi sebesar US$ 250.000,- untuk instalasi 93 PC, para tamu yang menggunakan layanan tersebut harus merogoh koceknya sebesar US$ 10 per hari, namun mereka bisa menggunakan layanan internet ini selama 24 jam penuh sepuasnya. Layanan ini ditangani dengan serius oleh Sahid Jaya Hotel, terbukti tiap PC memiliki spesifikasi yang telah ditetapkan, yakni Pentium III untuk processor, Smart Ultra ATA DAM66 10 G, Embedded 10/100 TX PCI untuk NIC, kapasitas RAM 64MB SDRAM yang dapat ditingkatkan sampai 512MB, dan Monitor flat screen 15.1 inci.

Implementasi TBIS di Sahid Jaya Hotel diharapkan menjadi solusi terbaik bagi para pengguna layanan itu. Dilengkapi dengan TBIS browser, power on/off otomatis, penjawab e-mail otomatis, penerima pesan yang cepat, solusi perbaikan otomatis (PC Clear), PnP untuk menghubungkan notebook dengan PC dan beberapa layanan lainnya.

Tak bedanya dengan JW Marrott, selain 88 kamar Sahid Jaya Hotel juga melengkapi 22 function room-nya dengan koneksi internet. “Ini melibat kebutuhan tamu kami yang semakin mendesak. Dengan fasilitas ini, ketika para tamu ingin melakukan rapat, seminar ataupun kegiatan bisnis lainnya di function room kami, mereka tetap bisa mengakses internet untuk menunjang bisnis mereka,” tutup Ayu. •jl

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved